|
RENCANA CAPAIAN INDIKATOR KINERJA
|
Indikator Sub Kegiatan: Jumlah Rumah sakit yang ditingkatkan sarana, prasarana, alat kesehatan dan SDM agar sesuai standar jenis pelayanan rumah sakit berdasarkan kelas rumah sakit yang memenuhi rasio tempat tidur terhadap jumlah penduduk minimal 1:1000 dan/atau dalam rangka peningkatan kapasitas pelayanan rumah sakit,Indikator Kegiatan: Persentase pemenuhan dokter spesialis sesuai standar RS,
Outcome Program: Terlaksananya pengembangan rumah sakit yang responsif gender dan kelompok rentan dan mampu memenuhi kebutuhan spesifik perempuan, laki-laki, serta kelompok rentan dalam mengurangi kesenjangan akses dan kualitas pelayanan kesehatan.,Impact: Meningkatnya pemerataan manfaat pembangunan dan pengembangan rumah sakit melalui penerapan prinsip responsif gender dan inklusivitas kelompok rentan, sehingga seluruh lapisan masyarakat memperoleh akses pelayanan kesehatan yang setara, aman, dan bermutu, |
|
A. LATAR BELAKANG
|
-
Dasar Hukum :
- Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2000 tentang Pengarusutamaan Gender dalam Pembangunan Nasional
- Peraturan Pemerintah No.47 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Bidang Perumahsakitan
- Permenkes No. 3 Tahun 2020 tentang Klasifikasi dan Perizinan Rumah Sakit
- Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur Nomor 9 Tahun 2019 tentang Pengarusutamaan Gender
- Peraturan Daerah Kota Surabaya Nomor 4 Thaun 2019 tentang Pengarusutamaan Gender
-
Gambaran Umum :
Langkah 2: Data Pasien IGD s/d Juli 2025
1. Januari
a. Pasien Baru: 163 (L) 202 (P)
b. Pasien Lama: 4 (L) 2 (P)
2. Februari
a. Pasien Baru: 224 (L) 264 (P)
b. Pasien Lama: 14 (L) 36 (P)
3. Maret
a. Pasien Baru: 294 (L) 355 (P)
b. Pasien Lama: 28 (L) 63 (P)
4. April
a. Pasien Baru: 302 (L) 396 (P)
b. Pasien Lama: 42 (L) 69 (P)
5. Mei
a. Pasien Baru: 344 (L) 405 (P)
b. Pasien Lama: 36 (L) 57 (P)
6. Juni
a. Pasien Baru: 357 (L) 454 (P)
b. Pasien Lama: 32 (L) 49 (P)
7. Juli
a. Pasien Baru: 314 (L) 448 (P)
b. Pasien Lama: 54 (L) 88 (P)
Data Pasien Rawat Jalan s/d Juli 2025
1. Januari
a. Pasien Baru: 70 (L) 116 (P)
b. Pasien Lama: 0 (L) 11 (P)
2. Februari
a. Pasien Baru: 441 (L) 525 (P)
b. Pasien Lama: 136 (L) 188 (P)
3. Maret
a. Pasien Baru: 550 (L) 444 (P)
b. Pasien Lama: 277 (L) 452 (P)
4. April
a. Pasien Baru: 569 (L) 412 (P)
b. Pasien Lama: 488 (L) 517 (P)
5. Mei
a. Pasien Baru: 388 (L) 555 (P)
b. Pasien Lama: 623 (L) 667 (P)
6. Juni
a. Pasien Baru: 429 (L) 561 (P)
b. Pasien Lama: 860 (L) 745 (P)
7. Juli
a. Pasien Baru: 496 (L) 752 (P)
b. Pasien Lama: 1276 (L) 1104 (P)
Data Pasien Rawat Inap s/d Juli 2025
1. Januari
a. Pasien Baru: 9 (L) 4 (P)
b. Pasien Lama: 11 (L) 9 (P)
2. Februari
a. Pasien Baru: 14 (L) 25 (P)
b. Pasien Lama: 92 (L) 116 (P)
3. Maret
a. Pasien Baru: 17 (L) 17 (P)
b. Pasien Lama: 92 (L) 116 (P)
4. April
a. Pasien Baru: 16 (L) 32 (P)
b. Pasien Lama: 89 (L) 79 (P)
5. Mei
a. Pasien Baru: 22 (L) 36 (P)
b. Pasien Lama: 92 (L) 85 (P)
6. Juni
a. Pasien Baru: 39 (L) 66 (P)
b. Pasien Lama: 87 (L) 94 (P)
7. Juli
a. Pasien Baru: 78 (L) 85 (P)
b. Pasien Lama: 77 (L) 84 (P), Luas Tanah: 53.310 m²
Luas Bangunan/Lahan bangunan: 47.110,32 m² / 17.700 m², - ICU: 8
- ICCU: 2
- PICU: 2
- NICU: 5
- Isolasi airborne: 8
- Isolasi non-airborne: 8
- Ruang rasuna said kelas 3: 12
- Ruang cut nyak dhien kelas 3: 4
- Ruang kartini VIP: 2
- Ruang kartini kelas 1: 6
- Ruang kartini kelas 3: 20
- Ruang nyi ageng serang kelas 1: 12
- Ruag nyi ageng serang kelas 2: 4
- Ruang nyi ageng serang kelas 3: 12
- Ruang nyi ageng serang kelas 3 (jiwa): 8
- Ruang dewi sartika kelas 1: 2
- Ruang dewi sartika kelas 3: 40
Total: 155 Tempat tidur
Ruangan di RSUD Eka Candrarini 2025
GF Instalasi Radiologi, Kantin, Instalasi Gizi, Gudang Barang,
Gudang RM, Unit IPS Medik, IPS Non Medik, IPL, Laundry,Instalasi
Pemulasaran Jenazah, Mushola
Lantai 1 Lobby, Kafetaria, Loket Pendaftaran, Admisi, IGD, OK Emergency,
Instalasi Laboratorium, Bank Darah, Rekam Medik, IT, Poli
Infeksius, Mushola
Lantai 2 Klinik Jantung, Klinik Syaraf, Klinik Penyakit Dalam, Klinik Mata,
Klinik THT, Klinik Gigi, Klinik MCU, Klinik Kulit Kelamin, Klinik
Kesehatan Jiwa, Klinik Rehabilitasi Medik, Klinik VCT, Klinik
Urologi, , Klinik Bedah Umum, Klinik Bedah Palstik, Klinik
Orthopedi, Klinik Psikologi
Gedung A
Lantai 3 ICU, NICU, PICU
Lantai 4 Klinik Anak, Klinik Obgyn, Klinik KB dan Nifas, bedah anak
Lantai 5 Rawat Inap Dewi Sartika
Lantai 6 Rawat Inap Nyi Ageng Serang
Lantai 7 Manajemen
Gedung B
Lantai 3 Kamar Operasi, Ruang RR, CSSD
Lantai 4 Masjid, Rawat Inap Kartini, VK, Nifas
Lantai 5 Rawat Inap Cut Nya Dien
Lantai 6 Rawat Inap Rasuna Said
Lantai 7 Rawat Inap Cut Mutia
Lantai 8 Rawat Inap Fatmawati (vip, dan vvip), Sarpras responsif gender
-Ruang laktasi
-Kamar mandi telah terpilah berdasarkan kamar mandi laki-laki, perempuan, dan disabilitas di setiap lantai
-Telah tersedia parkir khusus disabilitas
-Terdapat lift dengan tombol braille
-tersedia playground dan ruang baca anak, Ahli Muda - Dokter Spesialis Radiologi: L (0) P (2)
Ahli Muda - Dokter Spesialis Anak: L (1) P (1)
Ahli Muda - Dokter Spesialis Urologi: L (1) P (0)
Ahli Muda - Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin: L (0) P (1)
Ahli Muda - Dokter Spesialis Bedah Plastik: L (0) P (1)
Ahli Muda - Dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi: L (0) P (1)
Ahli Muda - Dokter Spesialis Bedah: L (1) P (1)
Ahli Muda - Dokter Spesialis Paru: L (0) P (1)
Ahli Muda - Dokter Spesialis Patologi Klinik: L (0) P (1)
Ahli Muda - Dokter Spesialis Penyakit Dalam: L (2) P (0)
Ahli Muda - Dokter Spesialis Prostodonisa Gigi: L (1) P (0)
Ahli Pertama - Dokter Spesialis Anestesiologi Dan Terapi Intensif: L (1) P ( 0)
Ahli Pertama - Dokter Spesialis Obstetri Dan Ginekologi: L (0) P (1)
Ahli Muda - Dokter Spesialis Mata: L (0) P (1)
Ahli Muda - Dokter Spesialis THT: L (1) P (0)
Ahli Muda - Dokter Spesialis Konservasi Gigi: L (0) P (1)
Ahli Muda - Dokter Spesialis Saraf: L (2) P (0)
Ahli Muda - Dokter Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi: L (1) P (0)
Ahli Muda - Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Ahli Muda: L (0) P (1)
Dokter Ahli Pertama - Dokter Spesialis Anak: L (0) P (4)
Dokter Ahli Pertama - Dokter Spesialis Anestesiologi Dan Terapi Intensif: L (2) P (1)
Dokter Ahli Pertama - Dokter Spesialis Bedah Anak: L (0) P (1)
Dokter Ahli Pertama - Dokter Spesialis Bedah (Umum): L (2) P (1)
Dokter Ahli Pertama - Dokter Spesialis Dermatologi Dan Venereologi: L (0) P (1)
Dokter Ahli Pertama - Dokter Spesialis Jantung Dan Pembuluh Darah: L (1) P (1)
Dokter Ahli Pertama - Dokter Spesialis Kedokteran Fisik Dan Rehabilitasi: L (0) P (1)
Dokter Ahli Pertama - Dokter Spesialis Mata: L (0) P (1)
Dokter Ahli Pertama - Dokter Spesialis Obstetri Dan Ginekologi: L (1) P (1)
Dokter Ahli Pertama - Dokter Spesialis Orthopaedi Dan Traumatologi: L (1) P (0)
Dokter Ahli Pertama - Dokter Spesialis Patologi Anatomi: L (0) P (1)
Dokter Ahli Pertama - Dokter Spesialis Patologi Klinik: L (1) P (0)
Dokter Ahli Pertama - Dokter Spesialis Penyakit Dalam: L (2) P (1)
Dokter Ahli Pertama - Dokter Spesialis Saraf/Neurologi: L (0) P (1)
Dokter Ahli Pertama - Dokter Spesialis Telinga Hidung Tenggorok - Bedah Kepala Dan Leher: L (0) P (1)
Dokter Gigi Ahli Pertama - Dokter Gigi Spesialis Kedokteran Gigi Anak (Pedodontik): L (0) P (1)
Dokter Gigi Ahli Pertama - Dokter Gigi Spesialis Konservasi Gigi: L (0) P (1)
Dokter Gigi Ahli Pertama - Dokter Gigi Spesialis Ortodonsia: L (0) P (1)
Dokter Gigi Ahli Pertama - Dokter Gigi Spesialis Periodonsia: L (1) P (0)
Total: L (22) P (32)
Langkah 3: -Jumlah kunjungan didominasi oleh pasien perempuan dibanding laki-laki
-Belum semua prasarana di rumah sakit sesuai dengan kebutuhan GEDSI
-Ketersediaan dan pemerataan jumlah dokter spesialis memengaruhi akses perempuan dan laki-laki dalam memperoleh layanan kesehatan sesuai kebutuhan medisnya, -Partisipasi pasien dalam pemilihan dan pemahaman penggunaan obat, vaksin, serta makanan dan minuman masih terbatas, karena sebagian besar keputusan ditentukan oleh tenaga kesehatan.
-Masyarakat sering meminta resep obat paten atau obat terkenal, Pegawai dan pasien dapat menggunakan sarana dan prasarana yang ada di RS, Penyediaan sarana prasarana dan renovasi rumah sakit dapat berdampak pada meningkatnya kenyamanan pegawai dalam memberikan pelayanan serta pasien dalam menerima layanan kesehatan
Langkah 4: - Kapasitas dan pemahaman SDM terkait penerapan Pengarusutamaan Gender (PUG) dalam pengembangan rumah sakit masih perlu ditingkatkan
- Belum optimalnya pemanfaatan data terpilah gender dan asesmen kebutuhan sarana prasarana dan jenis layanan rumah sakit sebagai dasar perencanaan dan pengadaan sarana prasarana yang responsif gender
- Anggaran pengembangan rumah sakit saat ini masih diprioritaskan untuk pemenuhan dan pengembangan layanan baru seiring dengan kondisi rumah sakit yang masih baru, sehingga pemenuhan standar pelayanan yang responsif GEDSI dan kelompok rentan dilakukan secara bertahap.
Langkah 5: - Pengerjaan renovasi sarana dan prasarana rumah sakit tidak selalu berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan
- Pihak penyedia jasa konstruksi/kontraktor belum sepenuhnya memahami konsep pembangunan yang responsif GEDSI dan kelompok rentan, sehingga perencanaan teknis dan penyusunan RAB belum secara optimal mengakomodasi kebutuhan tersebut
- Standar teknis pembangunan yang digunakan belum secara rinci memasukkan indikator responsivitas GEDSI dan kelompok rentan sebagai persyaratan utama pelaksanaan pekerjaan
|