|
PERANGKAT DAERAH
|
Kecamatan Gayungan |
|
PROGRAM
|
PEMBERDAYAAN DESA DAN KELURAHAN |
|
KEGIATAN
|
Pemberdayaan Masyarakat di Kelurahan Ketintang |
|
SUB KEGIATAN
|
Pemberdayaan Masyarakat di Kelurahan |
|
KINERJA RESPONSIF GENDER
|
a. Diharapkan dengan pelatihan padat karya di Kelurahan Ketintang memiliki pasar dan disinergikan dengan program urban farming lain yang relevan.
b. Terlaksananya pelatihan olahan makanan dan packaging sebanyak 2 kali dalam 1 tahun
c. Terlaksananya pembangunan pojok UMKM sebagai upaya padat karya tahap 1 berupa penampilan produk dan penjual produk UMKM
d. Pendampingan UMKM |
|
RENCANA CAPAIAN INDIKATOR KINERJA
|
Indikator Sub Kegiatan: Nilai Kepuasan Masyarakat Kelurahan dalam rangka kegiatan pemberdayaan masyarakat ,Indikator Kegiatan: Tingkat kepuasan masyarakat terhadap inovasi pengembangan wilayah dan layanan ketentraman dan ketertiban umum,
Outcome Program: Kelurahan yang menindaklanjuti konsep inovasi padat karya dan pemberdayaan dan pendampingan UMKM,Impact: meningkatnya kepuasan masyarakat terhadap inovasi pengembangan wilayah dan layanan ketentraman dan ketertiban umum, |
|
A. LATAR BELAKANG
|
-
Dasar Hukum :
Kegiatan ini dilaksanakan sesuai dengan amanah dalam Peraturan Walikota Surabaya Nomor 94 Tahun 2021 tentang Kedudukan,Susunan Organisasi, Uraian Tugas Dan Fungsi Serta Tata Kerja Kecamatan Dan Kelurahan Kota Surabaya.
-
Gambaran Umum :
Langkah 2: Pemberdayaan Masyarakat di Kelurahan, Jumlah Penduduk Kelurahan Ketintang :
13.919 Data DKB Semester I Tahun 2025
Lakilaki : 6.704
Perempuan : 7.215, Jumlah Kader Surabaya Hebat Kelurahan Ketintang : 100
Lakilaki : 0
Perempuan : 100, Jumlah Keluarga Miskin : 202 Jiwa
Lakilaki : 83 Jiwa
Perempuan : 119 Jiwa, Jumlah UMKM : 37 UMKM
Jumlah Ormas :
Lakilaki : 15Jiwa
Perempuan : 20 Jiwa
Langkah 3: Pokmas/ormas dapat mengakses pembinaan dari Kelurahan, Pokmas/ormas yang masuk daftar intervensi dapat aktif dalam pembinaan dari kelurahan, Pokmas/ormas dapat mengembangkan kegiatannya selain mendapatkan pembinaan dari Kelurahan, Pokmas/ormas mendapatkan manfaat melalui pembinaan yang dilakukan Kelurahan
Pokmas/ormas dapat berkolaborasi dengan kelurahan untuk menurunkan jumlah warga miskin, pendampingan balita stunting, pendampingan dan pemberdayaan UMKM
Langkah 4: Belum optimalnya program kegiatan padat karya
Langkah 5: Pelaksanaan Padat karya pada warga gamis yang memiliki pekerjaan tidak dapat terlibat penuh dalam pengembangan kegiatan padat karya.
Pelaksana kegiatan sulit menentukan jadwal pelatihan
|
|
B. PENERIMA MANFAAT
|
Meningkatkan kepuasan masyrakat terhadap inovasi pengembangan wilayah dan layanan ketentraman dan ketertiban umum |
|
C. STRATEGI UNTUK MENCAPAI KINERJA
|
-
Tujuan Reformulasi:
Mengembangkan Pokmas dan Ormas yang Melaksanakan Pemberdayaan Masyarakat di Kelurahan dengan melaksanakan program padat karya bekerjasama dengan Dinas Tenaga Kerja
- Rencana Aksi
- Aktifitas :
a.Penyediaan Jumlah Pokmas dan Ormas yang melaksanakan Pemberdayaan masyarakat Kelurahan
b.Pelatihan Padat Karya
(pengolahan makanan dan packaging)
c.Penyediaan sarana dan prasarana pojok UMKM padat karya di Kelurahan Ketintang
d.Optimalisasi jasa pelayanan RT dan RW kepada masyarakat melalui pelayanan sayang warga di Balai RW
- Metode Pelaksanaan :
- Jadwal :
Dilaksanakan pada tahun 2025
-
Biaya Yang Diperlukan: 752919545
|