|
A. LATAR BELAKANG
|
-
Dasar Hukum :
1.Inpres no. 9 tahun 2000 menginstruksikan pengarusutamaan gender dalam pembangunan nasional
2.Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 15 Tahun 2008 tentang Pedoman Umum Pelaksanaan PUG di Daerah.
3. Peraturan menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak No. 6 Tahun 2023 Tentang Mengatur Parameter Kesetaraan Gender Dalam Peraturan Perundang-Undangan
4.Peraturan daerah kota surabaya nomor 4 Tahun 2019 Tentang Pengarusutamaan Gender
-
Gambaran Umum :
Langkah 2: -Jumlah pasien IGD
Tahun 2023, L=18.775 (46%), P=22.352(54%), Total=41.127(100%)
Tahun 2024, L=23.046(45,9%), P=27.201(54,1%), Total=50.247(100%)
Tahun 2025 (Smt I), L=9.533 (47%),p=10.751 (53%), Total=20.284 (100%)
-Jumlah pasien klinik rawat jalan
Tahun 2023, L=120.848 (43%), P=166.218(57%), Total=287.066(100%)
Tahun 2024,L=177.470 (49,3%),P=182.803(50,7%), Total=360.273(100%)
Tahun 2025 (Smt I),L=71.494 (40,1%), P=102.942 (59%), Total=174.436(100%), -Jumlah pasien klinik kandungan
Tahun 2023 = 6.255
Tahun 2024 =13.478
Tahun 2025 (Smt I) = 5.494
-Jumlah pasien ICU dan ICU isolasi
Tahun 2023, L=44 (48,4%), P= 47 (51,6%), Total= 91 (100%)
Tahun 2024, L= 129 (48 %), P=138 (52%), Total=267 (100%)
Tahun 2025 (Smt I), L= 82 (51%), P=79 (49%), Total= 161 (100%), -Jumlah pasien bayi
Tahun 2023, L=1.209 (52%), P=1.107 (48%), Total=2.316 (100%)
Tahun 2024,L =1.053 (53%), P=942 (47%), Total=1.995 (100%)
Tahun 2025 (Smt I), L=409(51%), P=387 (49%), Total=796 (100%)
-Jumlah pasien bersalin
Tahun 2023 =1.812
Tahun 2024 =1.996
Tahun 2025 (Smt I) =906, -Jumlah pasien operasi obstetric dan ginekologi
Tahun 2023= 1.716
Tahun 2024 = 1910
Tahun 2025 (Smt I) =1451, -Data total kunjungan pasien rawat inap
Tahun 2023, L=13.329 (48%), P=14.504 (52%), Total =27.833 (100%)
Tahun 2024, L=14.789 (48%), P=16.281 (52%), Total=31.070 (100%)
Tahun 2025 (Smt I),L=4.412 (44%), P= 5.555 (56%), Total=9.967 (100%)
-Pasien rawat jalan kategori lansia (≥65 th):
Tahun 2023, L=27.840 (47%), P=31.916 (53%), Total=59.756 (100%)
Tahun 2024, L=25.320 (45%), P=31.509 (55%), Total=56.829 (100%)
Tahun 2025 (Smt I), L=6.086 (45%), P=7.470 (55%), Total=13.556 (100%)
Langkah 3: Ketersediaan beberapa alat kesehatan yang hanya bisa di akses oleh masyarakat di faskes tingkat lanjut, Partisipasi masyarakat terutama laki-laki dalam upaya kesehatan preventif dan promotif yang masih rendah sehingga permasalahan kesehatan berkembang menjadi kuratif dan rehabilitatif., Kesenjangan terkait alat yang diskontinyu atau rusak dapat dikontrol oleh RSUD dr. Moh Soewandhie, Pada umumnya pasien laki-laki kurang menyadari manfaat dari upaya kesehatan preventif dan promotif
Langkah 4: -Frekuensi penggunaan alat kesehatan/ penunjang medik yang tinggi sehingga mempengaruhi umur dan kinerja alat tersebut.
-Kondisi beberapa alat sudah mulai rusak sehiingga butuh diganti
-Ketersediaan alat dalam segi kuantitas dan kualitas dan pengadaanya sesuai dengan kunjungan pasien laki-laki dan perempuan
Langkah 5: -Perkembangan ilmu kedokteran yang mutakhir membutuhkan penyediaan alat kedokteran.
-Jumlah pasien yang semakin banyak sehingga butuh peremajaan dan pengembangan alat.
-Adanya budaya di masyarakat bahwa jika perempuan sakit, mendapat dukungan lebih besar dari keluarga untuk berobat ketimbang laki-laki, sehingga jumlah pasien di RS lebih banyak perempuan dari pada laki-laki
|