GENDER ACTION BUDGET (GAB)
KERANGKA ACUAN KERJA/TERM OF REFERENCE
SUB KEGITAN TA 2025

PERANGKAT DAERAH Dinas Pendidikan
PROGRAM 1.01.02 Program Pengelolaan Pendidikan
KEGIATAN 1.01.02.2.02 Pengelolaan Pendidikan Sekolah Menengah Pertama
SUB KEGIATAN 1.01.02.2.02.0038 Pembinaan Minat, Bakat dan Kreativitas Siswa
KINERJA RESPONSIF GENDER 1. Pelaksanaan kegiatan LDKS bagi Ketua OSIS dilakukan 1 kali 2. Pelaksanaan Kegiatan Palang Merah Remaja (PMR) dilaksanakan 1 kali
RENCANA CAPAIAN INDIKATOR KINERJA Indikator Sub Kegiatan: Jumlah ketua OSIS SMP Negeri dan Swasta L : 93 (40,61%) P : 136 (59,39%),Indikator Kegiatan: Jumlah Siswa yang Mengikuti Ajang Kompetisi/Lomba Akademik dan Non Akademik 2.220 peserta didik, Outcome Program: Persentase SMP terakreditasi minimal B 97,12%,Impact: Terwujudnya Satuan Pendidikan yang memenuhi Standar Nasional Pendidikan,
A. LATAR BELAKANG
  1. Dasar Hukum :
    Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 3 menyatakan pendidikan nasional bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab
  2. Gambaran Umum :
    Langkah 2: Jumlah lembaga SMP Negeri dan Swasta 384 satuan pendidikan, umlah Kepala Sekolah SMP Negeri dan Swasta L : 145 (48,50%) P : 155 (51,50%), Jumlah siswa SMP Negeri dan Swasta L : 59.616 (51,16%) P : 56.907 (48,84%), Jumlah ketua OSIS SMP Negeri dan Swasta L : 93 (40,61%) P : 136 (59,39%), Pengampu subkegiatan Eselon II L : 1 P : 0 Eselon III L : 1 P : 0 Eselon IV L : 0 P : 1
    Langkah 3: Adanya kemudahan akses bagi peserta didik mendapatkan pendidikan yang layak, - Masih adanya pandangan bahwa yang dapat mengenyam pendidikan harus laki-laki dimana berdasarkan data lebih banyak siswa laki-laki daripada perempuan, Kepala Sekolah SMP Negeri dan Swasta didominasi oleh perempuan Guru SMP Negeri dan Swasta didominasi oleh perempuan Siswa SMP Negeri dan Swasta didominasi oleh laki-laki Ketua OSIS SMP Negeri dan Swasta didominasi oleh perempuan, Siswa mendapatkan fasilitasi untuk meningkatkan kemampuan akademik melalui kompetisi maupun non akademis melalui pelatihan
    Langkah 4: 1. Kurangnya personil Dinas Pendidikan dalam pelaksanaan kegiatan Pembinaan Minat, Bakat dan Kreativitas Siswa 2. Kurangnya sosialisasi dan publikasi kegiatan ke masyarakat langsung
    Langkah 5: 1. Kurangnya partisipasi peserta didik perempuan pada pendidikan dikarenakan faktor norma sosial, budaya, atau ekonomi 2. Mendorong keterlibatan laki-laki dalam kesetaraan gender
B. PENERIMA MANFAAT Peserta Didik SMP Negeri dan Swasta
C. STRATEGI UNTUK MENCAPAI KINERJA
  1. Tujuan Reformulasi:
    Mensosialisasik an kebijakan terkait pelaksanaan ujian sekolah dan asesmen nasional, memberikan pelatihan kepada guru perempuan dan laki-laki secara setara mengenai penyusunan model soal asesmen nasional serta perencanaan pembelajarannya, dan menyusun soal yang inklusif
  2. Rencana Aksi
    1. Aktifitas :
      1. Melaksanakan kegiatan LDKS bagi ketua OSIS 2. Melaksanakan kegiatan Palang Merah Remaja (PMR)
    2. Metode Pelaksanaan :
      • • Kegiatan LDKS bagi Ketua OSIS Jumlah ketua OSIS SMP Negeri dan Swasta L : 93 (40,61%) P : 136 (59,39%) • Kegiatan Palang Merah Remaja dihadiri oleh perwakilan sekolah dari 384 satuan pendidikan
    3. Jadwal :
      Dilaksanakan pada tahun 2025
  3. Biaya Yang Diperlukan: 3912957598
 
Mengetahui,
Kepala Dinas Pendidikan
Kota Surabaya
 
Ir. Yusuf Masruh, MM
NIP.