GENDER ACTION BUDGET (GAB)
KERANGKA ACUAN KERJA/TERM OF REFERENCE
SUB KEGITAN TA 2026

PERANGKAT DAERAH RSUD Bhakti Dharma Husada
PROGRAM PROGRAM PENUNJANG URUSAN PEMERINTAHAN DAERAH KABUPATEN/KOTA
KEGIATAN Peningkatan Pelayanan BLUD
SUB KEGIATAN Pelayanan dan Penunjang Pelayanan BLUD
KINERJA RESPONSIF GENDER Melakukan kegiatan pelayanan dan penunjang pelayanan BLUD yang responsif gender, disabilitas dan kelompok rentan meliputi : 1. Tersajikannya Gender Analysis Pathway (GAP) sub kegiatan di RSUD BDH tahun 2026 2. Tersajikannya 1 (satu) laporan sosialisasi dan internalisasi program responsif gender, disabilitas dan kelompok rentan kepada pengampu kegiatan di RS sebagai rencana tindak lanjut pelatihan PUG PPRG dan rencana aksi PUG PPRG tahun 2026 3. Tersajikannya data terpilah gender, disabilitas dan kelompok rentan 4. Tersedianya 3 sarana prasarana yang beresponsif gender, disabilitas dan kelompok rentan di semua unit pelayanan RS yaitu mesin AI di dashboard layanan RS dan informasi alur pelayanan dengan huruf braille di lobby utama yang dapat digunakan oleh pasien disabilitas, serta adanya layanan fast tract bagi pasien disabilitas dan kelompok rentan terutama pasien TB, pasien lansia dengan bed diatas 76 th dan pasien yang harus mendapatkan pelayanan khusus dengan segera
RENCANA CAPAIAN INDIKATOR KINERJA Indikator Sub Kegiatan: Jumlah BLUD yang Menyediakan Pelayanan dan Penunjang Pelayanan BLUD Yang Responsif Gender, Disabilitas Dan Kelompok Rentan,Indikator Kegiatan: Persentase Jenis Kebutuhan Operasional Pelayanan dan Penunjang Pelayanan di RS Yang Responsif Gender, Disabilitas Dan Kelompok Rentan, Outcome Program: Terpenuhinya penyediaan jasa penunjang urusan pemerintahan daerah,Impact: Meningkatnya pemenuhan penyediaan jasa penunjang urusan pemerintahan daerah,
A. LATAR BELAKANG
  1. Dasar Hukum :
    1. Permendagri No. 79 Tahun 2018 tentang Badan Layanan Umum Daerah 2. Permendagri No. 59 Tahun 2007 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan BLUD 3. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 129/PMK.05/2020 tentang Pedoman Pengelolaan Badan Layanan Umum 4. Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum (BLU) 5. Perda Kota Surabaya Nomor 4 Tahun 2019
  2. Gambaran Umum :
    Langkah 2: 1. Data Pasien IRJA : L = 122.261 P = 159.556 2. Data Pasien IRNA : L = 7.539 P = 8.824 3. Data Pasien IGD : L = 23.594 P = 28.507 4. Data Jumlah SDM : L = 354 P = 473, 10 besar penyakit IRJA 1. Essential (primary) hypertension : L=10159 P=16944 2. Non-insulin-dependent diabetes mellitus with neurological complications : L=6479 P=9625 3. Hyperlipidemia, unspecified: L=6024 P=10443 4. Dyspepsia : L=3567 P=8676 5. Sequelae of cerebral infarction : L=5861 P=5209 6. End-stage renal disease : L=5167 P=5607 7. Hypertensive heart disease without (congestive) heart failure : L=3659 P=6182 8. Low back pain : L=2568 P=6387 9. Primary gonarthrosis, bilateral : L=1773 P=7439 10. Hyperuricaemia without signs of inflammatory arthritis and tophaceous disease : L=4137 P=4132, 10 besar penyakit IRNA 1. Essential (primary) hypertension : L=740 P=1037 2. Non-insulin-dependent diabetes mellitus without complications : L=659 P=916 3. Anaemia, unspecified : L=493 P=779 4. Cerebral infarction due to thrombosis of cerebral arteries : L=472 P=455 5. Dengue haemorrhagic fever : L=350 P=280 6. Gastroenteritis and colitis of unspecified origin: L=330 P=398 7. Urinary tract infection, site not specified : L=173 P=471 8. Unspecified renal failure : L=345 P=344 9. Calculus of kidney : L=252 P=338 10. Encephalopathy, unspecified : L=246 P=356, 10 besar penyakit IGD 1. Fever, unspecified : L=3913 P=3750 2. Nausea and vomiting : L=2248 P=3461 3. Other and unspecified abdominal pain : L=1623 P=2997 4. Dyspepsia : L=1205 P=2233 5. Other acute upper respiratory infections of multiple sites : L=1264 P=1294 6. Gastroenteritis and colitis of unspecified origin : L=1307 P=1617 7. Asthma, unspecified : L=846 P=1087 8. Volume depletion : L=1131 P=1233 9. Essential (primary) hypertension : L=903 P=1334 10. Non-insulin-dependent diabetes mellitus without complications : L=744 P=1010, -
    Langkah 3: 1. Perlu adanya akses khusus (fast track) bagi pasien disabilitasdan kelompok rentan 2. Pasien disabilitas dan kelompok rentan perlu mendapat akses kemudahan mendapatkan informasi pelayanan RS, 1. Jumlah pasien baik di IRJ, IRNA maupun IGD sebagian besar perempuan sehingga perlu mencukupi sarana prasarana untuk kebutuhan pasien perempuan 2. Diagnosa 10 besar penyakit di IRNA didominasi oleh pasien laki-laki meski jumlahnya tidak melebihi pasien perempuan, 1. Belum optimalnya data pendukung berupa data terpilah disabilitas dan inklusi sosial sehingga belum dapat teranalisis dan belum dapat dikontrol program responsif gendernya 2. Pasien disabilitas dan kelompok rentan perlu mendapatkan informasi terkait pelayanan melalui bantuan suara atau huruf braille, 1. Belum semua pasien disabilitas maupun kelompok rentan dapat memanfaatkan informasi layanan kesehatan di RS secara mandiri tanpa bantuan 2. Belum tersedianya kebutuhan penunjang sesuai gender di kamar mandi pasien seperti pembalut bagi pasien perempuan, meja loket dan nurse station yang ramah disabilitas dan kelompok rentan
    Langkah 4: 1. Belum tersedianya data terpilah gender, disabilitas dan kelompok rentan sehingga sulit menganalisa kebutuhan secara langsung 2. - Belum semua pegawai memiliki kesadaran dan pemahaman responsif gender, disabilitas dan kelompok rentan sehingga belum semua pelayanan menyediakan kebutuhan sesuai gendernya seperti kamar mandi dengan pembalut, data terpilah di semua unit pelayanan, meja yang ramah disabilitas dan aplikasi yang perlu pengembangan kearah responsif gender, disabilitas dan kelompok rentan seperti adanya suara dan huruf braille untuk sumber informasi pelayanan RS untuk disabilitas
    Langkah 5: 1. Kurangnya keterbukaan pasien dalam memberikan informasi pribadi terkait agama, dan kepercayaan tertentu menyebabkan sulitnya asesmen petugas terhadap informasi tersebut dan berakibat pada minimnya data pasien sesuai pemilahan Gender, Disabilitas dan Kelompok Rentan 2. Persepsi dan sikap pasien yang tidak terbuka dan takut dalam menyampaikan kebutuhan pelayanan terkait gender, disabilitas dan kelompok rentan di rumah sakit menyebabkan tidak tergalinya kebutuhan di masyarakat atas pengemabngan pelayanan di RS BDH
B. PENERIMA MANFAAT 1. Pasien dan Pengunjung RS 2. Pegawai RS
C. STRATEGI UNTUK MENCAPAI KINERJA
  1. Tujuan Reformulasi:
    Meningkatnya Pelayanan Dan Penunjang Pelayanan BLUD Dan Pemenuhan Sarana Prasarana Pelayanan Publik Yang Responsif Gender, Disabilitas Dan Kelompok Rentan
  2. Rencana Aksi
    1. Aktifitas :
      1. Melakukan sosialisasi dan internalisasi program responsif Gender Disabilitas dan Kelompok Rentan kepada pengampu kebijakan dan kegiatan di RS untuk rencana aksi 2026 2. Melengkapi data terpilah disabilitas dan Kelompok rentan laki – laki dan perempuan yang mudah diakses dan ditampilkan sehingga mudah untuk dianalisis dan dilaporkan 3. Perlu adanya asesmen dan analisis kebutuhan pelayanan yang responsif gender, disabilitas dan kelompok rentan kepada pasien sebagai perwakilan masyarakat 4. Menyediakan sarana prasarana yang beresponsif gender, disabilitas dan kelompok rentan di semua unit pelayanan RS sesuai hasil asesmen dan analisa kebutuhan pasien seperti mesin AI di dashboard layanan RS dan informasi alur pelayanan dengan huruf braille di lobby utama yang dapat digunakan oleh pasien disabilitas, serta adanya layanan fast tract bagi pasien disabilitas dan kelompok rentan terutama pasien TB, pasien lansia dengan bed diatas 76 th dan pasien yang harus mendapatkan pelayanan khusus dengan segera
    2. Metode Pelaksanaan :
      • Pelaksanaan belanja dan pengadaan ini dilakukan oleh pihak ketiga
    3. Jadwal :
      Dilaksanakan pada tahun 2026
  3. Biaya Yang Diperlukan: 177604511200
 
Mengetahui,
Kepala RSUD Bhakti Dharma Husada
Kota Surabaya
 
dr. Arif Setiawan, M.Kes
NIP.