|
PERANGKAT DAERAH
|
Dinas Komunikasi dan Informatika |
|
PROGRAM
|
Program Pengelolaan Aplikasi Informatika |
|
KEGIATAN
|
Pengelolaan E-government di Lingkup Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota |
|
SUB KEGIATAN
|
Koordinasi dan Fasilitasi Promosi Literasi SPBE dan/atau kolaborasi penyelenggaraan SPBE |
|
KINERJA RESPONSIF GENDER
|
Kerjasama dengan stakeholder terkait perempuan dan kelompok rentan untuk menjangkau peserta perempuan dan kelompok rentan. |
|
RENCANA CAPAIAN INDIKATOR KINERJA
|
Indikator Sub Kegiatan: Jumlah laporan Pelaksanaan Kegiatan Fasilitasi Promosi Literasi SPBE dan/atau kolaborasi penyelenggaraan SPBE,Indikator Kegiatan: Persentase penerapan pemerintah digital,
Outcome Program: Nilai tingkat kematangan penggunaan Sistem Penghubung Layanan Pemerintah,Impact: Terlaksananya kegiatan peningkatan literasi SPBE atau kemampuan TIK kepada masyarakat yang inklusif dan responsif gender guna memperkecil kesenjangan digital di masyarakat., |
|
A. LATAR BELAKANG
|
-
Dasar Hukum :
- Peraturan Presiden nomor 95 tahun 2018 tentang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik
- Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi No. 59 Tahun 2020 tentang Pemantauan dan Evaluasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik
- Peraturan Walikota Surabaya No. 68 tahun 2020 tentang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik
-
Gambaran Umum :
Langkah 2: Pada Sub Kegiatan ini terdapat kegiatan berupa pelatihan tentang Teknologi Informasi Komunikasi (TIK) kepada masyarakat. Kegiatan tersebut bernama Broadband Learning Center (BLC)., BLC dilaksanakan di 32 lokasi yang tersebar di wilayah Kota Surabaya., Jumlah personil Dinkominfo yang menjadi instruktur / pengajar BLC adalah 28 orang dengan proporsi laki-laki sejumlah 22 orang dan perempuan sejumlah 6 orang., Jumlah peserta pelatihan BLC periode Juli 2024 s.d. Juni 2025 adalah 9708 dengan proporsi :, laki-laki sejumlah 3962 dan perempuan sejumlah 5746
Langkah 3: Terdapat masyarakat dengan kondisi keterbatasan akses pada perangkat TIK maupun akses pengetahuan pemanfaatan TIK., Partisipasi masyarakat dengan kondisi sosial ekonomi yang lemah terhadap pengetahuan pemanfaatan TIK cenderung rendah., Kontrol terhadap pembelajaran TIK kepada masyarakat sebenarnya telah dilaksanakan di sekolah-sekolah. Namun kesenjangan ada pada masyarakat usia dewasa dan usia lanjut., Masyarakat yang telah memanfaatkan TIK telah mendapatkan manfaat di untuk kehidupannya. Hal ini perlu dioptimalkan kepada masyarakat lebih luas.
Langkah 4: Akses internet yang tersedia di BLC berpotensi disalahgunakan oleh peserta pelatihan.
Langkah 5: Peserta pelatihan BLC merupakan masyarakat dengan kemampuan TIK yang rendah. Hal ini bisa disebabkan oleh kurangnya literasi, kurangnya kesempatan belajar, atau kurangnya akses kepada perangkat TIK.
|
|
B. PENERIMA MANFAAT
|
Masyarakat Kota Surabaya |
|
C. STRATEGI UNTUK MENCAPAI KINERJA
|
-
Tujuan Reformulasi:
Melaksanakan kegiatan peningkatan literasi SPBE atau kemampuan TIK kepada masyarakat yang inklusif dan responsif gender guna memperkecil kesenjangan digital di masyarakat.
- Rencana Aksi
- Aktifitas :
Bekerja sama dengan stakeholder terkait perempuan dan kelompok rentan untuk menjangkau peserta perempuan dan kelompok rentan.
- Metode Pelaksanaan :
- Metode pelaksanaan melalui Swakelola menggunakan anggaran belanja pegawai dan narasumber
- Jadwal :
Dilaksanakan pada tahun 2026
-
Biaya Yang Diperlukan: 2543484883
|