|
RENCANA CAPAIAN INDIKATOR KINERJA
|
Indikator Sub Kegiatan: Jumlah Dokumen Hasil Pelaksanaan Pengelolaan Media Komunikasi Publik,Indikator Kegiatan: Jumlah jenis kegiatan pengelolaan informasi dan komunikasi publik yang diselenggarakan,
Outcome Program: Persentase kecepatan respon/ tanggapan pengaduan melalui aplikasi WargaKu ≤ 24 jam,Impact: Menghasilkan rekomendasi komunikasi publik dan agenda komunikasi prioritas Pemerintah Kota Surabaya yang responsif gender melalui pemanfaatan hasil monitoring opini dan aspirasi publik yang inklusif dan representatif., |
|
A. LATAR BELAKANG
|
-
Dasar Hukum :
Peraturan Walikota Nomor 52 Tahun 2025 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Uraian Tugas dan Fungsi serta Tata Kerja Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Surabaya, beberapa tugas Bidang IKPS adalah pelaksanaan pengelolaan dan penyebarluasan data, perencanaan komunikasi publik, pelaksanaan pemberdayaan dan penyediaan akses informasi bagi media dan lembaga komunikasi publik. Untuk mendukung kegiatan tersebut dibutuhkan anggaran untuk mengelola media komunikasi publik
-
Gambaran Umum :
Langkah 2: Partisipasi penyampaian opini dan aspirasi publik masih didominasi oleh laki-laki, sementara partisipasi perempuan relatif lebih rendah., Kanal penyampaian aspirasi publik yang dimonitor belum sepenuhnya menjangkau cara dan ruang partisipasi yang umum digunakan oleh perempuan, sehingga sebagian aspirasi perempuan belum terdeteksi secara optimal., Media sosial yang menjadi kanal diseminasi informasi Pemerintah Kota Surabaya adalah Sapa Warga Kota Surabaya dan Bangga Surabaya., Berikut adalah jumlah follower atau subscriber media sosial Sapa Warga Kota Surabaya:
- Instagram berjumlah 94.523, dengan komposisi laki-laki 54,9% (51.893) dan perempuan 45,1% (42.630);
- Facebook berjumlah 55,652, dengan komposisi laki-laki 65,9% (36.675) dan perempuan 34,1% (18.977);
- Youtube berjumlah 10,680, dengan komposisi laki-laki 77,3% (8.256) dan perempuan 22,7% (2.424);
- Tiktok berjumlah 47,151, dengan komposisi laki-laki 51% (24.047) dan perempuan 49% (23.104)., Berikut adalah jumlah follower atau subscriber media sosial Bangga Surabaya:
- Instagram berjumlah 491.925, dengan komposisi laki-laki 57,6% (283.349) dan perempuan 42,4% (208.576);
- Facebook berjumlah 155,471, dengan komposisi laki-laki 59% (91.728) dan perempuan 41% (63.743);
- Youtube berjumlah 38.875, dengan komposisi laki-laki 73,5% (28.573) dan perempuan 26,5% (10.302);
- Tiktok berjumlah 60,253, dengan komposisi laki-laki 53% (31.934) dan perempuan 47% (28.319).
Langkah 3: Perempuan dan kelompok rentan memiliki akses yang lebih terbatas terhadap kanal penyampaian opini dan aspirasi publik, baik melalui media digital, media sosial, maupun kanal pengaduan resmi pemerintah daerah., Tingkat partisipasi perempuan dalam penyampaian opini, aspirasi, dan tanggapan terhadap kebijakan publik lebih rendah dibandingkan laki-laki. Hal ini terlihat dari dominasi suara laki-laki dalam isu-isu publik yang termonitor, sehingga aspirasi perempuan dan kelompok rentan belum terwakili secara proporsional dalam data monitoring., Perempuan memiliki kontrol yang lebih rendah dalam mempengaruhi agenda komunikasi dan penentuan isu publik yang diprioritaskan., Manfaat dari hasil monitoring, berupa rekomendasi komunikasi dan penetapan agenda komunikasi prioritas pemerintah daerah, belum dirasakan secara setara oleh perempuan dan kelompok rentan.
Langkah 4: Sistem monitoring dan pelaporan belum mewajibkan pencatatan data terpilah gender
Langkah 5: Akses dan literasi digital perempuan serta kelompok rentan masih terbatas
|