|
PERANGKAT DAERAH
|
Kecamatan Bubutan |
|
PROGRAM
|
Program Pemberdayaan Masyarakat Desa Dan Kelurahan |
|
KEGIATAN
|
Meningkatnya kualitas pemberdayaan masyarakat dan kesejahteraan keluarga |
|
SUB KEGIATAN
|
Peningkatan Kesadaran Keluarga dalam Membangun Kerja Sama antar-Keluarga, Warga, dan Kelompok Masyarakat |
|
KINERJA RESPONSIF GENDER
|
Kenaikan Presentasi Jumlah Laki-Laki yang terdaftar dan aktif sebagai KSH |
|
RENCANA CAPAIAN INDIKATOR KINERJA
|
Indikator Sub Kegiatan: Penguatan Kapasitan dan Keanggotaan KSH yang responsif Gender,Indikator Kegiatan: Sosialisasi dan Pelatihan Kader Berbasis Perspektif Gender,
Outcome Program: Berkurangnya stigma bahwa Kader Surabaya Hebat adalah pekerjaan sampingan ibu rumah tangga berubah menjadi tanggung jawab warga kota,Impact: Berkurangnya stigma bahwa Kader Surabaya Hebat adalah pekerjaan sampingan ibu rumah tangga berubah menjadi tanggung jawab warga kota, |
|
A. LATAR BELAKANG
|
-
Dasar Hukum :
1. Peraturan Walikota Surabaya Nomor 15 Tahun 2025 Tentang Kader Surabaya Hebat
-
Gambaran Umum :
Langkah 2: JUmlah Pejabat yang menjadi pemangku kebijakan di kecamatan terdiri dari 2 orang perempuan dan 4 Orang Laki-laki, Jumlah KK yang Dimonitoring sebanyak 20680 Keluarga, Jumlah KSH Di WIlayah Kecamatan Bubutan Sejumlah 968 Kader Surabaya Hebat, Jumlah keluarahan yang menjadi wilayah dampingan KSH sebanyak 5 Kelurahan, Jumlah RT dan RW yang didampingi oleh Kader Syrabaya Hebat sebanyak 358 RT dan 43 RW
Langkah 3: Akses Informasi dan Pendaftaran KSH lebih mudah dijangkau oleh ibu rumah tangga dibandingkan laki-laki karena kendala waktu kerja formal, Partisipasi KSH sangat timpang (Mayoritas Perempuan), Keputusan strategis terkait anggaran di tingkat kecamatan partispainya seimbang antara laki-laki dan perempuan, Perempuan dari kegiatan KSH mendapatkan manfaat peningkatan ilmu namun beban kerja mereka bertambah tidak hanya mengurus rumah tangga saja.
Langkah 4: Sebagian aparatur di tingkat kelurahan masih memiliki konsep bahwa urusan kesehatan keluarga adalah domain perempuan, sehingga sosialisasilebih banyak diarahkan ke kelompok perempuan
Langkah 5: Konstruksi sosial yang mana masyarakat masih menganggap kegiatan kader seperti menimbang bayi dan pemeriksaan jentik adalah bentuk kerja domestik sehingga kurang dianggap gagah bagi laki-laki
|
|
B. PENERIMA MANFAAT
|
Kader Surabaya Hebat |
|
C. STRATEGI UNTUK MENCAPAI KINERJA
|
-
Tujuan Reformulasi:
Meujudkan Ketahanan Kesehatan Keluarga yang inklusif melalui peningkatan partisipasi laki-laki dalam KSH serta menekankan bahwa kesehatan adalah tanggung jawab kolektif laki-laki dan perempuan dan bukan perluasan tugas rumah tangga istri
- Rencana Aksi
- Aktifitas :
menciptakan keadilan gender dalam pembangunan kesehatan dimana tanggung jawab kesehatan lingkungan dan keluarga dipikul secara setara oleh laki-laki dan perempuan tanpa beban ganda melalui pembentukan Kader Pria di setiap RW sebagai pilot Project
- Metode Pelaksanaan :
- Dalam bentuk monitoring, pengisian data, edukasi dan lainnya.
- Jadwal :
Dilaksanakan pada tahun 2026
-
Biaya Yang Diperlukan: 8.244715200
|