|
PERANGKAT DAERAH
|
RSUD Bhakti Dharma Husada |
|
PROGRAM
|
PROGRAM PEMENUHAN UPAYA KESEHATAN PERORANGAN DAN UPAYA KESEHATAN MASYARAKAT |
|
KEGIATAN
|
Penyediaan Fasilitas Pelayanan Kesehatan untuk UKM dan UKP Kewenangan Daerah Kabupaten/Kota |
|
SUB KEGIATAN
|
Pengadaan Alat Kesehatan/Alat Penunjang Medik Fasilitas Pelayanan Kesehatan |
|
KINERJA RESPONSIF GENDER
|
Memenuhi pengadaan alat kesehatan/alat penunjang medik yang responsif gender |
|
RENCANA CAPAIAN INDIKATOR KINERJA
|
Indikator Sub Kegiatan: Jumlah alat kesehatan/alat penunjang medik fasilitas pelayanan kesehatan yang disediakan sejumlah 19 unit,Indikator Kegiatan: Persentase Pemenuhan Fasilitas Pelayanan Kesehatan dan Sarana Prasarana Rumah Sakit,
Outcome Program: Meningkatnya Persentase ketersediaan sarana dan prasarana RSUD Bhakti Dharma Husada sesuai dengan kelas rumah sakit,Impact: Tersedianya sarana dan prasarana RSUD Bhakti Dharma Husada sesuai dengan kelas rumah sakit yang berkualitas, |
|
A. LATAR BELAKANG
|
-
Dasar Hukum :
UU No 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan
-
Gambaran Umum :
Langkah 2: 1. Data Pasien IRJA : L = 122.261 P = 159.556
2. Data Pasien IRNA : L = 7.539 P = 8.824
3. Data Pasien IGD : L = 23.594 P = 28.507
4. Data Jumlah SDM : L = 354 P = 473, 10 besar penyakit IRJA
1. Essential (primary) hypertension : L=10159 P=16944
2. Non-insulin-dependent diabetes mellitus with neurological complications : L=6479 P=9625
3. Hyperlipidemia, unspecified: L=6024 P=10443
4. Dyspepsia : L=3567 P=8676
5. Sequelae of cerebral infarction : L=5861 P=5209
6. End-stage renal disease : L=5167 P=5607
7. Hypertensive heart disease without (congestive) heart failure : L=3659 P=6182
8. Low back pain : L=2568 P=6387
9. Primary gonarthrosis, bilateral : L=1773 P=7439
10. Hyperuricaemia without signs of inflammatory arthritis and tophaceous disease : L=4137 P=4132, 10 besar penyakit IRNA
1. Essential (primary) hypertension : L=740 P=1037
2. Non-insulin-dependent diabetes mellitus without complications : L=659 P=916
3. Anaemia, unspecified : L=493 P=779
4. Cerebral infarction due to thrombosis of cerebral arteries : L=472 P=455
5. Dengue haemorrhagic fever : L=350 P=280
6. Gastroenteritis and colitis of unspecified origin: L=330 P=398
7. Urinary tract infection, site not specified : L=173 P=471
8. Unspecified renal failure : L=345 P=344
9. Calculus of kidney : L=252 P=338
10. Encephalopathy, unspecified : L=246 P=356, 10 besar penyakit IGD
1. Fever, unspecified : L=3913 P=3750
2. Nausea and vomiting : L=2248 P=3461
3. Other and unspecified abdominal pain : L=1623 P=2997
4. Dyspepsia : L=1205 P=2233
5. Other acute upper respiratory infections of multiple sites : L=1264 P=1294
6. Gastroenteritis and colitis of unspecified origin : L=1307 P=1617
7. Asthma, unspecified : L=846 P=1087
8. Volume depletion : L=1131 P=1233
9. Essential (primary) hypertension : L=903 P=1334
10. Non-insulin-dependent diabetes mellitus without complications : L=744 P=1010, -
Langkah 3: 1. Ketersediaan beberapa alat kesehatan yang hanya bisa diakses oleh masyarakat di fasilitas kesehatan tingkat lanjut
2. Rendahnya kunjungan pasien laki-laki akibat faktor budaya berpotensi menunda akses layanan kesehatan
3. Lonjakan jumlah kunjungan pasien meningkatkan kebutuhan alat dari sisi kuantitas dan kualitas, Partisipasi tenaga kesehatan dan unit pelayanan telah berjalan dalam pengusulan kebutuhan alkes berdasarkan fungsi ruang dan standar pelayanan, 1. Kontrol upaya kesehatan preventif dan promotif di masyarakat belum optimal terutama pada laki-laki
2. Pengambilan keputusan pengadaan alkes telah sepenuhnya berbasis data terpilah penyakit dan rencana pengembangan RS, Pasien memperoleh pelayanan Kesehatan dengan fasilitas pelayanan Kesehatan yang lengkap dan sesuai dengan assemen terapi
Langkah 4: 1. Frekuensi penggunaan alat kesehatan/ alat penunjang medik secara terus menerus yang mempengaruhi umur dan kinerja alat tersebut
2. Jumlah kunjungan pasien yang semakin banyak membutuhkan ketersediaan alat dalam segi kualitas dan kuantitas
Langkah 5: 1. Perkembangan ilmu kedokteran yang demakin maju membutuhkan penyediaan alat kesehatan/ alat penunjang medik
2. Sparepart alat Kesehatan/ alat penunjang medik banyak yamg discontinue atau rusak sehingga membutuhkan upgrade alat
3. Adanya budaya di masyarakat bahwa laki-laki adalah sosok tangguh dan pemimpin yang tidak boleh sakit sehingga laki-laki tingkat kemauan untuk berobat ke RS lebih rendah daripada perempuan
|
|
B. PENERIMA MANFAAT
|
1. Pasien dan Pengunjung RS
2. Pegawai RS |
|
C. STRATEGI UNTUK MENCAPAI KINERJA
|
-
Tujuan Reformulasi:
Memenuhi jumlah alat kesehatan/ alat penunjang medik RS yang responsif gender dalam upaya kuratif dan rehabilitatif sehingga upaya kesehatan perorangan terpenuhi
- Rencana Aksi
- Aktifitas :
Pemenuhan pengadaan alat kesehatan/alat penunjang medik yang meliputi :
1. Alat Kedokteran Umum
2. Alat Kedokteran Bedah
3. Alat Kedokteran ICU
4. Alat kedokteran Laboratorium Patologi Klinik
5. Alat kedokteran Pendukung Endoscopy
6. Alat Kesehatan Pendukung Keperawatan
- Metode Pelaksanaan :
- Pelaksanaan belanja dan pengadaan ini dilakukan oleh pihak ketiga
- Jadwal :
Dilaksanakan pada tahun 2026
-
Biaya Yang Diperlukan: 32787040175
|