|
PERANGKAT DAERAH
|
Dinas Sosial |
|
PROGRAM
|
1.06.04 Program Rehabilitasi Sosial |
|
KEGIATAN
|
1.06.04.2.01 Rehabilitasi Sosial Dasar Penyandang Disabilitas Terlantar, Anak Terlantar, Lanjut Usia Terlantar, serta Gelandangan Pengemis di Luar Panti Sosial |
|
SUB KEGIATAN
|
1.06.04.2.01.0005 Pemberian Bimbingan Fisik, Mental, Spiritual, dan Sosial (1311) |
|
KINERJA RESPONSIF GENDER
|
1.Jumlah penghuni yang mendapatkan cek kesehatan secara rutin setiap bulan.
L : 89 Orang (41,01%)
P : 128 Orang (58,98%)
2.Jumlah penghuni yang mengikuti pelatihan kegiatan sehari-hari.
L : 89 Orang (41,01%)
P : 128 Orang (58,98%)
3.Jumlah sesi TAK yang dilaksanakan setiap bulan yaitu 4 jenis TAK seperti bercocok tanam, olahraga, beribadah, membuat kerajinan tangan
4.Jumlah klien yang dipulangkan ke keluarga dan masyarakat setelah dinyatakan sehat dan mandiri. |
|
RENCANA CAPAIAN INDIKATOR KINERJA
|
Indikator Sub Kegiatan: Jumlah penghuni yang mengikuti program rehabilitasi fisik, mental, spiritual, dan sosial sesuai dengan jadwal yang ditetapkan.,Indikator Kegiatan: Persentase penghuni yang berpartisipasi dalam kegiatan rutin bimbingan fisik, mental, spiritual, dan sosial setiap bulan.,
Outcome Program: Persentase penghuni yang berhasil meningkatkan kemandirian dalam kegiatan sehari-hari (makan, mandi, berpakaian, dll).,Impact: Peningkatan kualitas rehabilitasi sosial penghuni UPTD Griya Wreda., |
|
A. LATAR BELAKANG
|
-
Dasar Hukum :
Peraturan Walikota Surabaya Nomor 120 Tahun 2021 Tentang Pembentukan Dan Susunan Organisasi Unit Pelaksana Teknis Dinas Griya Wreda Dan Lingkungan Pondok Sosial Kusta BabatJerawat Pada Dinas Sosial Kota Surabaya
-
Gambaran Umum :
Langkah 2: Total penghuni panti/UPTD
Griya Wreda:
L : 89 Orang (41,01%)
P : 128 Orang (58,98%), Jenis pelatihan/Kegiatan untuk penghuni:
Griya Wreda
1.Pemberian Kebutuhan Dasar
2.Kesehatan Jasmani dan Rohani
3.Pembinaan Mental dan Spiritual, Jenis kegiatan rutin untuk penghuni Terlantar yang dilakukan setiap hari:
1.Pemberian Permakanan
2.Pemberian Pakaian sesuai kebutuhan
3.Pemberian Fasilitas (Kamar, Tempat Tidur, Lemari, dll), 4.Pemberian Cek Kesehatan, Pendampingan, pelayanan rujukan, Posyandu lansia
5.Beribadah sesuai agama dan kepercayaan masing – masing, Eselon IIb (Kepala Dinas) :
L : 0
P : 1
Eselon IIIb (Kepala Bidang):
L : 1
P : 0
Eselon IVa (Kepala UPTD):
L : 1
P : 0
Eselon IVb (Kasubag TU):
L : 1
P : 0
Langkah 3: Laki-laki dan perempuan memiliki akses yang merata terhadap kebutuhan dasar, kesehatan, dan pembinaan spiritual, tetapi fasilitas tertentu belum sepenuhnya mengakomodasi kebutuhan spesifik penghuni perempuan, seperti kegiatan khusus yang lebih sesuai untuk mereka., Laki-laki dan perempuan terlibat dalam kegiatan rutin seperti pembinaan mental dan spiritual, namun keterlibatan aktif perempuan dalam pengambilan keputusan kegiatan tambahan masih dapat ditingkatkan, Laki-laki dan perempuan memiliki kontrol yang baik dalam penggunaan fasilitas dasar, tetapi kontrol terhadap pengelolaan kesehatan pribadi atau partisipasi dalam program pengembangan diri masih terbatas bagi perempuan., Manfaat dari program pembinaan fisik, mental, spiritual, dan sosial dirasakan oleh semua penghuni, namun perempuan cenderung mendapat manfaat lebih sedikit dari segi kegiatan yang meningkatkan keterampilan sosial atau kemandirian.
Langkah 4: 1.Kecenderungan Penghuni Panti lebih banyak oleh Perempuan karena semakin bertambahnya usia Perempuan lebih cenderung mengalami kondisi Kesehatan yang memburuk, seperti Hipertensi dan penyakit penyerta lainnya
2.Program pembinaan belum sepenuhnya mengakomodasi kebutuhan khusus perempuan yang lebih banyak jumlahnya.
Langkah 5: 1.Kurangnya dukungan keluarga atau masyarakat sekitar terhadap penghuni, terutama perempuan, menyebabkan isolasi sosial dan mengurangi efektivitas bimbingan.
2.Stereotip gender yang mengakar di masyarakat membatasi pandangan tentang peran lansia perempuan, sehingga mengurangi peluang penghuni untuk berkontribusi aktif di luar panti
|
|
B. PENERIMA MANFAAT
|
Penghuni panti/UPTD |
|
C. STRATEGI UNTUK MENCAPAI KINERJA
|
-
Tujuan Reformulasi:
1.Meningkatkan akses lansia terhadap kebutuhan dasar yang layak, ramah gender, dan mendukung kesejahteraan fisik, mental, spiritual, serta sosial.
2.Memperkuat dukungan sosial dan partisipasi lansia dalam kegiatan pembinaan untuk meningkatkan kemandirian dan kualitas hidup.
- Rencana Aksi
- Aktifitas :
1.Meningkatkan kapasitas dan ketersediaan fasilitas layanan kebutuhan dasar, termasuk kamar, tempat tidur, dan fasilitas sanitasi, yang sesuai dengan standar pelayanan untuk lansia.
2.Menyelenggarakan kegiatan pembinaan mental dan spiritual secara berkala dengan melibatkan tenaga profesional, seperti psikolog dan tokoh agama, untuk mendukung kesehatan mental dan spiritual lansia.
3.Mengadakan program kesehatan terpadu, seperti pemeriksaan kesehatan rutin, pendampingan kesehatan, dan layanan rujukan, yang lebih terintegrasi untuk lansia penghuni UPTD.
- Metode Pelaksanaan :
- Metode pelaksanaan yaitu dilakukan dengan metode Swakelola.
- Jadwal :
Dilaksanakan pada tahun 2025
-
Biaya Yang Diperlukan: 8386630063
|