|
PERANGKAT DAERAH
|
Kecamatan Simokerto |
|
PROGRAM
|
PROGRAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DI KELURAHAN SIMOLAWANG |
|
KEGIATAN
|
Kegiatan Pemberdayaan Masyarakat di Kelurahan Simolawang |
|
SUB KEGIATAN
|
Pemberdayaan Masyarakatdi Kelurahan Simolawang |
|
KINERJA RESPONSIF GENDER
|
1. Tersedianya Pokmas untuk kegiatan Pemberdayaan
2. Telah dilakukan rapat koordinasi musbangkel.
3. Validasi data Gakin
4. Tersedianya Pokmasuntuk kegiatan Menjahit
5. Dengan ketersediaan yang ada sarana dan prasarana di harapkan pelayanan pada masyarakat menjadi lebih baik |
|
RENCANA CAPAIAN INDIKATOR KINERJA
|
Indikator Sub Kegiatan: Jumlah pokma dan ormas yang melaksanakan pemberdayaan masyarakat,Indikator Kegiatan: Perencaanaan yang mengakomodir usulan seluruh ketualembaga,
Outcome Program: Terwujudnya masyarakat yang berkehidupansehat, sejahterah dan dapat meningkatkan perekonomian pada masyarakat.,Impact: Masyarakat yang Sehat, Sejahterah dan Meningkatkan Perekonomian Masyarakat, |
|
A. LATAR BELAKANG
|
-
Dasar Hukum :
1. Peraturan Daerah Nomor 4 tahun 2019 tentang PENGARUSUTAMAAN GENDER
2. Peratuaran Walikota Nomor 43 Tahun 2020 tentang PENGARUSUTAMAAN GENDER KOTA SURABAYA
-
Gambaran Umum :
Langkah 2: Jumlah Penduduk Kelurahan Simolawang : L: 10.881 orang P: 21751 orang
Jumlah KK di Kel. Simolawang Th 2026 : 7.248 KK
Jumlah Ketua RW 2026 : L : 8 orang P : 0 orang
Jumlah Ketua RT 2026 : L : 57 orang P : 6 orang
Jumlah Ormas Thn 2026 Kel. Simolawang :
a. Kader Surabaya Hebat (KSH) : L : 0 orang P:173 orang
b. Tim KTPR : L : 3 orang P : 1 orang
c. Tim TPK : L : 0 P : 42
d. Pokmas L : 6 P : 1, Pengadaan bibit Tanaman dan lele, Pelatihan budidaya lele, Pengembangan sarana dan prasarana pertanian dan budidaya lele di wilayah kelurahan Simolawang Khususnya (Greenhouse ), Kurang Ketersediaan dan Pembinaan sarana Penunjang.
Langkah 3: Kelurahan mumpunyai akses untuk meningkatkan kesejahtraanya, Pokmas/Ormas Masuk dalam Kegiatan secara aktif, Ormas dan Masyarakat dapat mengajukan bantuan usulan sosial ke Kelurahan, Pemberdayaan masyarakat yang kurang optimal
Langkah 4: - Kurangnya optimalisasi perencanaan anggaran dalam mengakomodir semua pemberdayaanmasyarakat.
- Keterbatasan anggaran yang ada.
Langkah 5: - Perencanaan kebutuhan untuk peningkatan kesejahtraan belum optimal.
- Sedikit Kurangnya respon terkait informasi yang di berikan tentang adanya kegiatan
|
|
B. PENERIMA MANFAAT
|
1. Masyarakat Berpenghasilan rendah
2. Meningkatkan perekonomian masyarakat melalui UMKM.
3. Meningkatkan kesehatan dan Gizi Pada balita dengan Melakukan Posyandu |
|
C. STRATEGI UNTUK MENCAPAI KINERJA
|
-
Tujuan Reformulasi:
Mengembangkan pokmas dan ormas yang ada di kelurahan dengan melaksanakan pemberdayaan masyarakat dengan pengadaan kelengkapan kebersihan, penghijauan lingkungan kampung (greenhouse), untuk kesejahteraan kehidupan warga.
- Rencana Aksi
- Aktifitas :
1. Rapat koordinasi meningkatkan ketrampilan Masyarakat dengan Melakukanan pelatihan menjahit
2. Melakukan kerja bakti untuk penghijauan dan kebersihan kampung
3. Melakukan Kegiatan Outreach Rombong dan Modal Usaha untuk meningkatkan perekonomianmasyarakat
4. Melakukan kegiatan Posyandu untuk Memantau kesehatan Balita
- Metode Pelaksanaan :
- Waktu pelaksanaaan dilakukan selama 1 (satu) tahun kalender hari kerja
- Jadwal :
Dilaksanakan pada tahun 2026
-
Biaya Yang Diperlukan: 3747587891
|