|
PERANGKAT DAERAH
|
Badan Penanggulangan Bencana Daerah |
|
PROGRAM
|
Program Penanggulangan Bencana |
|
KEGIATAN
|
Pelayanan Pencegahan dan Kesiapsiagaan Terhadap Bencana |
|
SUB KEGIATAN
|
Penyusunan Rencana Kontijensi Kabupaten/Kota |
|
KINERJA RESPONSIF GENDER
|
Jumlah Dokumen Rencana Kontijensi Kabupaten/Kota (per jenis ancaman bencana) sampai dengan dinyatakan sah/legal paling lama dalam 1 (satu) tahun 1 Dokumen |
|
RENCANA CAPAIAN INDIKATOR KINERJA
|
Indikator Sub Kegiatan: Jumlah Dokumen Rencana Kontijensi Kabupaten/Kota (per jenis ancaman bencana) sampai dengan dinyatakan sah/legal paling lama dalam 1 (satu) tahun,Indikator Kegiatan: Persentase ketersediaan dokumen kebencanaan sesuai kebutuhan,
Outcome Program: Persentase peningkatan pemahaman masyarakat dalam upaya mitigasi bencana,Impact: Indeks Mitigasi Bencana, |
|
A. LATAR BELAKANG
|
-
Dasar Hukum :
Peraturan Walikota Surabaya Nomor 43 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Peraturan Daerah Kota Surabaya Nomor 4 Tahun 2019 tentang Pengarusutamaan Gender dan Keputusan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Surabaya Nomor 400.2 / 8258 / 436.8.5 / 2025 tentang Tim Focal Point Pengarusutamaan Gender (PUG) Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Surabaya Tahun 2025
-
Gambaran Umum :
Langkah 2: Jumlah Masyarakat Kota Surabaya sebanyak 3.017.382 jiwa, Jumlah penduduk berjenis kelamin laki-laki sebanyak 1.494.317 jiwa (49,52%), Jumlah penduduk berjenis kelamin perempuan sebanyak 1.523.065 jiwa (50,48%), Jumlah Pegawai BPBD Kota Surabaya sebanyak 433 orang dengan rincian pegawai laki-laki sebanyak 364 orang (84,06 %) dan pegawai perempuan sebanyak 69 orang (15,94 %), Perbandingan jumlah pegawai BPBD terhadap jumlah Masyarakat Kota Surabaya adalah sebesar 0,01435%
Langkah 3: Adanya kesamaan peluang untuk mendapatkan akses informasi terkait Penyusunan Rencana Kontijensi Kabupaten/Kota, Secara jumlah pegawai Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan yang menangani penyusunan Rencana Kontijensi Kabupaten/ Kota sebanyak 25 orang dengan rincian pegawai laki-laki sebanyak 17 orang (68%) dan pegawai perempuan sebanyak 8 orang (32%), Pejabat pengampu sub kegiatan didominasi laki-laki, Meningkatnya kesiapsiagaan pemerintah daerah dan masyarakat dalam menghadapi situasi darurat
Langkah 4: Masih adanya SDM di internal PD yang belum memahami konsep gender dan minimnya representasi perempuan dalam pengambilan keputusan strategis dalam manajemen bencana
Langkah 5: Akses informasi mengenai risiko dan persiapan bencana yang terbatas pada kelompok perempuan tertentu dan penanggulangan sering kali lebih fokus pada perbaikan insfrastruktur fisik daripada kebutuhan sosial dan perlindungan kelompok rentan
|
|
B. PENERIMA MANFAAT
|
Perangkat Daerah di Pemerintah Kota Surabaya dan Masyarakat Umum |
|
C. STRATEGI UNTUK MENCAPAI KINERJA
|
-
Tujuan Reformulasi:
Menjadikan pedoman teknis yang terukur bagi instansi dalam merespon banjir secara cepat, tepat, dan terkoordinasi, meminimalkan kerugian jiwa dan materiil melalui skenario kesiapsiagaan, serta mengintegrasikan hasil kaji cepat dan evaluasi dari kejadian banjir sebelumnya ke dalam dokumen renkon baru
- Rencana Aksi
- Aktifitas :
Pengkoordinasian dengan instansi terkait dukungan data, proses penyusunan dokumen, asistensi yang dijadwalkan oleh BNPB, Konsultasi Publik, dan Pengesahan melalui Peraturan Kepala Daerah
- Metode Pelaksanaan :
- Sub kegiatan penyusunan rencana kontijensi kabupaten/kota dilaksanakan dengan cara :
• Pengkoordinasian dengan instansi terkait dukungan data;
• Menyusun dokumen rencana kontijensi kabupaten/kota;
• Melaksanakan asistensi penyusunan dokumen sesuai jadwal yang ditetapkan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB);
• Melaksanakan konsultasi publik dalam rangka penyempurnaan dokumen rencana kontijensi kabupaten/kota;
• Pengesahan dokumen rencana kontijensi kabupaten/kota melalui Peraturan Kepala Daerah.
- Jadwal :
Dilaksanakan pada tahun 2026
-
Biaya Yang Diperlukan: 125991071
|