GENDER ACTION BUDGET (GAB)
KERANGKA ACUAN KERJA/TERM OF REFERENCE
SUB KEGITAN TA 2026

PERANGKAT DAERAH RSUD Bhakti Dharma Husada
PROGRAM Program Pemenuhan Upaya Kesehatan Perorangan Dan Upaya Kesehatan Masyarakat
KEGIATAN Program Pemenuhan Upaya Kesehatan Perorangan Dan Upaya Kesehatan Masyarakat
SUB KEGIATAN Pengembangan Rumah Sakit
KINERJA RESPONSIF GENDER Melakukan kegiatan pengembangan RS yang responsif GEDSI dan kelompok rentan dalam rangka meningkatkan kepuasan pasien dan pegawai dalam menerima pelayanan ataupun dalam melaksanakan pelayanan di RS sesuai standar
RENCANA CAPAIAN INDIKATOR KINERJA Indikator Sub Kegiatan: Jumlah Rumah sakit yang ditingkatkan sarana, prasarana, alat kesehatan dan SDM agar sesuai standar jenis pelayanan rumah sakit berdasarkan kelas rumah sakit yang memenuhi rasio tempat tidur terhadap jumlah penduduk minimal 1:1000 dan/atau dalam rangka peningkatan kapasitas pelayanan rumah sakit,Indikator Kegiatan: Persentase ketersediaan sarana dan prasarana RSUD Bhakti Dharma Husada sesuai dengan standar, Outcome Program: Peningkatan Persentase Ketersediaan Sarana dan Prasarana RSUD Bhakti Dharma Husada Sesuai Kelas RUmah Sakit,Impact: Terpenuhinya Sarana dan Prasarana RSUD Bhakti Dharma Husada Sesuai Kelas RUmah Sakit yang berkualitas,
A. LATAR BELAKANG
  1. Dasar Hukum :
    Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 47 Th. 2021 tentang Penyelenggaraan bidang perumahsakitan
  2. Gambaran Umum :
    Langkah 2: 1. Data Pasien IRJA : L = 122.261 P = 159.556 2. Data Pasien IRNA : L = 7.539 P = 8.824 3. Data Pasien IGD : L = 23.594 P = 28.507 4. Data Jumlah SDM : L = 354 P = 473, 10 besar penyakit IRJA 1. Essential (primary) hypertension : L=10159 P=16944 2. Non-insulin-dependent diabetes mellitus with neurological complications : L=6479 P=9625 3. Hyperlipidemia, unspecified: L=6024 P=10443 4. Dyspepsia : L=3567 P=8676 5. Sequelae of cerebral infarction : L=5861 P=5209 6. End-stage renal disease : L=5167 P=5607 7. Hypertensive heart disease without (congestive) heart failure : L=3659 P=6182 8. Low back pain : L=2568 P=6387 9. Primary gonarthrosis, bilateral : L=1773 P=7439 10. Hyperuricaemia without signs of inflammatory arthritis and tophaceous disease : L=4137 P=4132, 10 besar penyakit IRNA 1. Essential (primary) hypertension : L=740 P=1037 2. Non-insulin-dependent diabetes mellitus without complications : L=659 P=916 3. Anaemia, unspecified : L=493 P=779 4. Cerebral infarction due to thrombosis of cerebral arteries : L=472 P=455 5. Dengue haemorrhagic fever : L=350 P=280 6. Gastroenteritis and colitis of unspecified origin: L=330 P=398 7. Urinary tract infection, site not specified : L=173 P=471 8. Unspecified renal failure : L=345 P=344 9. Calculus of kidney : L=252 P=338 10. Encephalopathy, unspecified : L=246 P=356, 10 besar penyakit IGD 1. Fever, unspecified : L=3913 P=3750 2. Nausea and vomiting : L=2248 P=3461 3. Other and unspecified abdominal pain : L=1623 P=2997 4. Dyspepsia : L=1205 P=2233 5. Other acute upper respiratory infections of multiple sites : L=1264 P=1294 6. Gastroenteritis and colitis of unspecified origin : L=1307 P=1617 7. Asthma, unspecified : L=846 P=1087 8. Volume depletion : L=1131 P=1233 9. Essential (primary) hypertension : L=903 P=1334 10. Non-insulin-dependent diabetes mellitus without complications : L=744 P=1010, 1. Luas Tanah : 24.252 m2 2. Luas Bangunan : 27.646,5 m2 3. Data Ruangan dan Instalasi yang ada di RSUD BDH : - Manajemen - Aula - Komite Medik - Komite Keperawatan - Komite Bersama - IGD - Instalasi Rawat Jalan - Instalasi Rawat Inap - ICU - NICU - Instalasi Farmasi - Rekam Medik - Lobby dan Admisi - Pendaftaran Rawat Jalan - Administrasi Rawat Inap - Laboratorium - Radiologi - Unit Hemodialisis - Ruang Operasi - Ruang Cathlab - Ruang Endoskopi, EEG dan ECG - Ruang MCU - Klinik Anestesi - Ruang Kemoterapi - Ruang ESWL - Instalasi Gizi - Instalasi Penyehatan Lingkungan - IPS - CSSD dan Laundry - IKFPJ - Logistik Medik - Toilet Disabilitas - Area komersial untuk Bank Jatim, dan Toko Roti 4. Jumlah tempat tidur : 215 TT 5. Ruangan dan Instalasi yang telah dilakukan renovasi tahun s.d Tahun 2025 : - Renovasi Klinik Rehab Medik - Renovasi Ruang Instalasi Kedokteran Forensik dan Pemulasaraan Jenazah - CSSD dan Laundry - Klinik Anestesi - Renovasi ICU dan IGD 6. Ruangan Baru : - Ruang Kemoterapi dan Ruang ESWL Serta dilakukan Pematangan Lahan Baru di sebelah utara gedung lama RS
    Langkah 3: 1. Belum semua prasarana di rumah sakit sesuai dengan kebutuhan GEDSI 2. Jumlah SDM perempuan lebih banyak daripada jumlah SDM laki-laki 3. Jumlah pasien perempuan lebih banyak daripada jumlah pasien, 1. Bertambahnya jenis pelayanan di RS membutuhkan sarana dan prasarana yang lebih banyak 2. Banyaknya kunjungan pasien ke RS membutuhkan sarana dan prasarana yang lebih memadai agar pasien merasakan kepuasan selama menerima pelayanan RS 3. Semakin banyak SDM yang dibutuhkan maka harus difasilitasi kebutuhan SDM agar dalam melaksanakan tugas tidak terganggu dan tercapainya kepuasan pegawai, Pegawai dan pasien dapat menggunakan sarana dan prasarana yang ada di RS, Adanya renovasi sarana dan prasarana rumah sakit dapat meningkatkan rasa nyaman baik bagi pegawai sebagai pemberi pelayanan dan pasien sebagai penerima pelayanan kesehatan
    Langkah 4: 1. Keterbatasan anggaran dalam memenuhi standar pelayanan yang responsif GEDSI dan kelompok rentan 2. Tidak ada asesmen kebutuhan sarana dan prasarana internal 3. Belum semua SDM di RS memahami konsep responsif gender dan kelompok rentan 4. Belum ada sarana penitipan anak bagi pegawai RS karena jumlah SDM yang sebagian besar perempuan akan sangat terbantu dengan adanya sarana penitipan anak sehingga dalam melaksanakan tugas merasa tenang karena anaknya aman di tempat penitipan anak yang dekat dengan tempat kerja 5. Menunggu merupakan kegiatan yang menjemukan bagi anak pada saat menunggu dilayani atau saat menerima perawatan di instalasi rawat inap sementara tempat bermain anak yang ada masih terlalu sempit dan terbatas kegiatan bermain yang dapat dilakukan
    Langkah 5: 1. Pengerjaan renovasi tidak sesuai jadwal yang telah ditentukan 2. Adanya intervensi stake holder dalam realisasi pengembangan RS sehingga dapat berisiko mengurangi kualitas pembangunan gedung RS 3. Pihak kontraktor belum memahami konsep responsif GEDSI dan kelompok rentan sehingga dalam pemberian RAB belum dapat memfasilitasi kebutuhan GEDSI dan kelompok rentan
B. PENERIMA MANFAAT Meningkatkan Kualitas Pelayanan Kesehatan dan Pelayanan Publik di Rumah Sakit
C. STRATEGI UNTUK MENCAPAI KINERJA
  1. Tujuan Reformulasi:
    Melakukan kegiatan pengembangan RS yang responsif gender dalam rangka menghilangkan kesenjangan dan meningkatkan kepuasan pasien dan pegawai atas sarana dan prasarana yang dimiliki RS
  2. Rencana Aksi
    1. Aktifitas :
      1. Melakukan asesmen kebutuhan sarana dan prasarana kepada pasien dan pegawai 2. Membuat sarana tempat penitipan anak bagi pegawai RS sehingga pegawai perempuan tidak perlu merasakan kekhawatiran kepada anak selama melaksanakan tugas di RS 3. Memperbaiki sarana tempat bermain anak yang lebih luas dan memadai serta aman sehingga pengunjung rs yang merupakan pasien anak atau keluarga pasien yang masih berusia dibawah 18 tahun saat menunggu untuk dilayani atau selama dalam perawatan di instalasi rawat inap dapat sedikit bermain dan menghilangkan kejenuhan
    2. Metode Pelaksanaan :
      • Renovasi dan penambahan sarana prasarana rumah sakit dilakukakan oleh pihak ketiga
    3. Jadwal :
      Dilaksanakan pada tahun 2026
  3. Biaya Yang Diperlukan: 12925616220
 
Mengetahui,
Kepala RSUD Bhakti Dharma Husada
Kota Surabaya
 
dr. Arif Setiawan, M.Kes
NIP.