|
PERANGKAT DAERAH
|
Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian |
|
PROGRAM
|
Program Penyuluhan Pertanian |
|
KEGIATAN
|
Pelaksanaan Penyuluhan Pertanian |
|
SUB KEGIATAN
|
Penyediaan dan Pemanfaatan Sarana dan Prasarana Penyuluhan Pertanian |
|
KINERJA RESPONSIF GENDER
|
Tersedia dan Termanfaatkannya Sarana dan Prasarana Penyuluhan Pertanian sebanyak 96 Unit yang disertai dengan kegiatan: 1. Pengembangan Demplot Budidaya Tanaman Pangan 2. Pengembangan Demplot Inflasi dan Peningkatan Produktivitas Hortikultura 3. Fasilitasi Alsintan Bagi Petani |
|
RENCANA CAPAIAN INDIKATOR KINERJA
|
Indikator Sub Kegiatan: Jumlah Sarana dan Prasarana Penyuluhan Pertanian sebanyak 96 Unit,Indikator Kegiatan: Jumlah penyuluh yang ditingkatkan kapasitasnya sebanyak 25 orang,
Outcome Program: Persentase penyuluh yang memenuhi standar kompetensi sebesar 100%,Impact: Pelaksanaan kegiatan pengembangan demplot budidaya tanaman pangan, demplot inflasi dan peningkatan produktivitas hortikultura, fasilitasi alat dan mesin pertanian
(alsintan), serta sosialisasi/Farm Field Day memberikan dampak terhadap meningkatnya pengetahuan dan keterampilan petani dalam penerapan teknologi budidaya yang baik, meningkatnya produktivitas dan kualitas hasil pertanian, efisiensi waktu dan biaya produksi melalui pemanfaatan alsintan, serta terjaganya ketersediaan dan stabilitas pasokan komoditas pangan dan hortikultura strategis yang berkontribusi pada pengendalian inflasi daerah dan peningkatan pendapatan serta kesejahteraan petani, |
|
A. LATAR BELAKANG
|
-
Dasar Hukum :
Peraturan Walikota Nomor 50 Tahun 2025 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Uraian Tugas Dan Fungsi Serta Tata Kerja Dinas Ketahanan Pangan Dan Pertanian Kota Surabaya Pasal 9 Ayat (2)
-
Gambaran Umum :
Langkah 2: Data Kelompok Tani Konvensional di Kota Surabaya sejumlah 35 Kelompok, dengan jumlah 1.453 orang L: 1.197 orang (82%) P: 256 orang (18%), Penyediaan dan Pemanfaatan Sarana dan Prasarana Penyuluhan Pertanian ini dimaksudkan untuk mendukung penyuluhan melalui pengadaan sarana dan pasarana pengembangan demplot pertanian di kelompok tani konvensional., Pengembangan demplot bertujuan mendorong kegiatan budidaya pertanian dengan cara pemberian bantuan sarana pertanian berupa benih tanaman, pupuk, obat tanaman dan pemanfaatan fasilitas alat mesin pertanian oleh Kelompok Tani yang diharapkan dapat mendorong peningkatan produksi dan produktivitas pertanian., DATA TERPILAH: Data Kelompok Tani Konvensional yang mendapat Pengembangan Kapasitas Kelembagaan Petani di Kecamatan dan Desa di Tahun 2025 sejumlah 7 Kelompok, dengan jumlah 105 orang L : 87 orang (83%) P : 18 orang (17%), yang telah mendapat: 1. Pendampingan pengurusan SKT 2. Pendampingan usaha tani 3. Pelatihan teknis budidaya ramah lingkungan
Langkah 3: Kelompok Tani mendapatkan bantuan berdasarkan usulan PPL (Petugas Penyuluh Lapang) Kementerian Pertanian ke DKPP dan telah mendapatkan pengesahan kelembagaan sesuai ketentuan., Proporsi anggota 7 Kelompok Tani yang ditingkatkan Kapasitas Kelembagaan Petani di Kecamatan dan Desa lebih banyak laki-laki (83%) daripada perempuan (17%), Pejabat pengampu kegiatan - Eselon II P: 1 orang - Eselon III L: 1 orang, Pemberdayaan kelompok tani bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan petani sebagai kelompok masyarakat yang dianggap rentan secara ekonomi dan sosial serta memiliki akses yang terbatas terhadap sumber daya.
Langkah 4: 1. Dinas tidak bisa menyelenggarakan kegiatan pelatihan secara optimal karena menyeseuaikan ketersediaan anggaran 2. Belum adanya mekanisme pelatihan yang mengatur partisipasi dan manfaat yang bisa diambil secara adil antara laki-laki dan perempuan
Langkah 5: 1. Adanya anggapan di masyarakat bahwa untuk menjadi petani yang bekerja di sawah lebih sesuai dilaksanakan oleh laki-laki karena pekerjaan berat dan sebagai mata pencaharian utama 2. Adanya persepsi pekerjaan tersebut terlalu sulit bagi perempuan khususnya dalam hal menggunakan alat dan mesin pertanian 3. Bertani bukan menjadi mata pencaharian yang dianggap menguntungkan terutama bagi generasi muda
|
|
B. PENERIMA MANFAAT
|
Kelompok Tani Konvensional Kota Surabaya |
|
C. STRATEGI UNTUK MENCAPAI KINERJA
|
-
Tujuan Reformulasi:
Tersedia dan Termanfaatkannya Sarana dan Prasarana Penyuluhan Pertanian, yang disertai dengan kegiatan: 1. Pendampingan usaha tani melalui penyuluhan, pembinaan penebusan pupuk bersubsidi, pengembangan demplot budidaya dan pemanfaatan fasilitas alat mesin pertanian oleh Kelompok Tani dalam rangka penerapan teknologi tepat guna untuk peningkatan produksi dan produktivitas pertanian 2. Mendukung program swasembada nasional melalui pengembangan demplot tanaman pangan dan pengendalian inflasi.
- Rencana Aksi
- Aktifitas :
Peningkatan produksi dan produktivitas pertanian melalui kegiatan: 1. Pengembangan Demplot Budidaya Tanaman Pangan 2. Pengembangan Demplot Inflasi dan Peningkatan Produktivitas Hortikultura 3. Fasilitasi Alsintan Bagi Petani 4. Kegiatan Sosialisasi/Farm Field Day
- Metode Pelaksanaan :
- Tersedia dan Termanfaatkannya Sarana dan Prasarana Penyuluhan Pertanian sebanyak 96 Unit yang disertai dengan kegiatan:
1. Pengembangan Demplot Budidaya Tanaman Pangan
2. Pengembangan Demplot Inflasi dan Peningkatan Produktivitas Hortikultura
3. Fasilitasi Alsintan Bagi Petani
- Jadwal :
Dilaksanakan pada tahun 2026
-
Biaya Yang Diperlukan: 1018962895
|