|
PERANGKAT DAERAH
|
Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian |
|
PROGRAM
|
Program Penyediaan dan Pengembangan Sarana Pertanian |
|
KEGIATAN
|
Pengawasan Penggunaan Sarana Pertanian |
|
SUB KEGIATAN
|
Pendampingan Penggunaan Sarana Pendukung Pertanian |
|
KINERJA RESPONSIF GENDER
|
1. Terwujudnya kegiatan pelatihan budidaya tasapot (tanaman sayuran dalam pot) sebanyak 8 kali
2, Terwujudnya kegiatan pelatihan budidaya sayuran dengan cara hidroponik sebanyak 8 kali
3. Terwujudnya kegiatan Pelatihan Pengembangan Usaha sebanyak 4 kali
4. Terwujudnya kelompok pembudidaya yang mampu menghasilkan produk hortikultura
5. Terwujudnya Distribusi bantuan sarpras pengembangan pertanian perkotaan ; Pendampingan usaha budidaya bagi pelaku usaha pertanian perkotaan yang sudah di laksanakan tahun sebelumnya serta Kegiatan pengelolaan sarana edukasi pertanian perkotaan (eduwisata) |
|
RENCANA CAPAIAN INDIKATOR KINERJA
|
Indikator Sub Kegiatan: Tersusunnya 4 Laporan Pendampingan Penggunaan Sarana Pendukung Pertanian,Indikator Kegiatan: Terpenuhinya Jumlah 45 kelompok pertanian perkotaan (kampung sayur) yang konsisten berbudidaya,
Outcome Program: Tercapainya Produksi Hortikultura Pertanian Perkotaan dengan jumlah 8.33 Ton,Impact: Pelaksanaan pelatihan budidaya tasapot dan hidroponik bagi Kampung Pancasila serta pelatihan pengembangan usaha bagi kelompok tani binaan DKPP berdampak pada meningkatnya kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam memanfaatkan lahan sempit secara produktif dan ramah lingkungan, terciptanya lingkungan yang lebih hijau, bersih, dan sehat, serta meningkatnya kapasitas kelompok tani dalam mengelola usaha pertanian secara berkelanjutan. Rencana kegiatan lanjutan berupa distribusi sarana prasarana, pembentukan pokja, pendampingan usaha, dan pengelolaan sarana edukasi pertanian perkotaan (eduwisata) semakin memperkuat keberlanjutan program serta mendorong terbentuknya ekosistem pertanian perkotaan yang produktif, edukatif, dan berwawasan lingkungan., |
|
A. LATAR BELAKANG
|
-
Dasar Hukum :
Peraturan Walikota Nomor 50 Tahun 2025 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Uraian Tugas Dan Fungsi Serta Tata Kerja Dinas Ketahanan Pangan Dan Pertanian Kota Surabaya Pasal 9 Ayat (2)
-
Gambaran Umum :
Langkah 2: Laporan yang disusun dalam rangka Pendampingan Penggunaan Sarana Pendukung Pertanian terdiri dari laporan:
1. Laporan TW I Tahun 2025 kegiatan Pendampingan Penggunaan Sarana Pendukung Pertanian
2. Laporan TW II Tahun 2025 kegiatan Pendampingan Penggunaan Sarana Pendukung Pertanian
3. Laporan TW III Tahun 2025 kegiatan Pendampingan Penggunaan Sarana Pendukung Pertanian
4. Laporan TW IV Tahun 2025 kegiatan Pendampingan Penggunaan Sarana Pendukung Pertanian, Didalam kegiatan tersebut diselenggarakan kegiatan pelatihan Budidaya Tanaman Sayuran dalam Pot, Budidaya Tanaman Sayuran secara Hidroponik, Pemupukan Berimbang dan Uji Kualitas Tanah pada Lahan Perkotaan, Penguatan kapasitas Eduwisata pada Kampung Sayur Surabaya yang bertujuan untuk memperkenalkan dan meningkatkan pengetahuan masyarakat pembudidaya dan untuk mengembangkan usahanya baik dalam hal manajemen budidaya maupun manajemen pemasaran produk, 1. Kegiatan pelatihan budidaya tasapot (tanaman sayuran dalam pot) telah dilaksanakan sebanyak 13 kali dengan diikuti lebih banyak perempuan 180 orang (78%) daripada laki-laki 50 orang (22%)
2. Kegiatan pelatihan budidaya sayuran dengan cara hidroponik telah dilaksanakan sebanyak 8 kali dengan diikuti lebih banyak perempuan 66 orang (60%) daripada laki-laki 44 orang (40%)
3. Kegiatan Pelatihan Pemupukan Berimbang dan Uji Kualitas Tanah pada Lahan Perkotaan telah dilaksanakan sebanyak 3 kali dengan diikuti lebih banyak perempuan 79 orang (60%) dan laki-laki 51 orang (40%)
4. Kegiatan Pelatihan Penguatan kapasitas Eduwisata pada Kampung Sayur Surabaya telah dilaksanakan sebanyak 1 kali dan diikuti lebih banyak perempuan 17 orang (56%) dan laki-laki 13 orang (44%), -, -
Langkah 3: Peserta kegiatan mendapat akses berdasarkan usulan Kecamatan, PPL Kementerian Pertanian, dan Tim Teknis Urban Farming, Proporsi pembudidaya tanaman hortikultur yang mengikuti Pendampingan Penggunaan Sarana Pendukung Pertanian lebih tinggi perempuan 342 orang (68%) daripada laki-laki 158 orang (32%)., Pejabat pengampu kegiatan
-Eselon II
P: 1 Orang
-Eselon III
L: 1 Orang, masyarakat yang teredukasi tentang pelatihan Budidaya Tanaman Sayuran dalam Pot, Budidaya Tanaman Sayuran secara Hidroponik, Pemupukan Berimbang dan Uji Kualitas Tanah pada Lahan Perkotaan, Penguatan kapasitas Eduwisata pada Kampung Sayur Surabaya secara baik dan benar sehingga bisa meningkatkan ketersediaan dan kualitas konsumsi produk pertanian
Langkah 4: 1. Belum adanya mekanisme pelatihan yang mengatur partisipasi dan manfaat yang bisa diambil secara adil antara laki-laki dan perempuan
2. Dinas tidak bisa menyelenggarakan kegiatan pelatihan secara optimal karena menyesuaikan ketersediaan anggaran
Langkah 5: '1. Adanya anggapan di masyarakat bahwa untuk menjadi pembudidaya tanaman hortikultura dilahan pekarangan lebih sesuai dilaksanakan oleh perempuan karena dianggap perempuan lebih telaten dan bisa menjadi pekerjaan sampingan/ hobby
2. Kurangnya ketertarikan generasi muda dalam mengembangkan budidaya pertanian perkotaan
|
|
B. PENERIMA MANFAAT
|
4 laporan pelaksanaan kegiatan pendampingan penggunaan sarana pendukung pertanian |
|
C. STRATEGI UNTUK MENCAPAI KINERJA
|
-
Tujuan Reformulasi:
Laporan yang disusun dalam rangka Pendampingan Penggunaan Sarana Pendukung Pertanian terdiri dari
1. Laporan TW I Tahun 2026 kegiatan Pendampingan Penggunaan Sarana Pendukung Pertanian
2. Laporan TW II Tahun 2026 kegiatan Pendampingan Penggunaan Sarana Pendukung Pertanian
3. Laporan TW III Tahun 2026 kegiatan Pendampingan Penggunaan Sarana Pendukung Pertanian
4. Laporan TW IV Tahun 2026 kegiatan Pendampingan Penggunaan Sarana Pendukung Pertanian
- Rencana Aksi
- Aktifitas :
1. Kegiatan pelatihan budidaya tasapot (tanaman sayuran dalam pot) bagi kampung pancasila dari aspek lingkungan
2. Kegiatan pelatihan budidaya sayuran dengan cara hidroponik bagi kampung pancasila dari aspek lingkungan
3. Kegiatan Pelatihan Pengembangan Usaha bagi kelompok tani binaan DKPP
4. Yang menjadi Rencana Kegiatan Selanjutya adalah Distribusi bantuan sarpras pengembangan pertanian perkotaan ; Kegiatan pokja pengembangan pertanian perkotaan Pendampingan usaha budidaya bagi pelaku usaha pertanian perkotaan yang sudah di laksanakan Tahun sebelumnya serta Kegiatan pengelolaan sarana edukasi pertanian perkotaan (eduwisata)
- Metode Pelaksanaan :
- PENJELASAN KEGIATAN YG AKAN DIINTERVENSI:
1. Terwujudnya kegiatan pelatihan budidaya tasapot (tanaman sayuran dalam pot) sebanyak 8 kali
2, Terwujudnya kegiatan pelatihan budidaya sayuran dengan cara hidroponik sebanyak 8 kali
3. Terwujudnya kegiatan Pelatihan Pengembangan Usaha sebanyak 4 kali
4. Terwujudnya kelompok pembudidaya yang mampu menghasilkan produk hortikultura
5. Terwujudnya Distribusi bantuan sarpras pengembangan pertanian perkotaan ; Pendampingan usaha
budidaya bagi pelaku usaha pertanian perkotaan yang sudah di laksanakan tahun sebelumnya serta
Kegiatan pengelolaan sarana edukasi pertanian perkotaan (eduwisata)
- Jadwal :
Dilaksanakan pada tahun 2026
-
Biaya Yang Diperlukan: 2622831461
|