GENDER ACTION BUDGET (GAB)
KERANGKA ACUAN KERJA/TERM OF REFERENCE
SUB KEGITAN TA 2026

PERANGKAT DAERAH Dinas Perhubungan
PROGRAM Program Penyelenggaraan Lalu Lintas Dan Angkutan Jalan (LLAJ)
KEGIATAN Rehabilitasi dan Pemeliharaan Perlengkapan Jalan (516)
SUB KEGIATAN Penyediaan Perlengkapan Jalan di Jalan Kabupaten/Kota
KINERJA RESPONSIF GENDER Meningkatnya akses terhadap prasarana pendukung jalan bagi seluruh lapisan masyarakat baik laki-laki maupun perempuan.
RENCANA CAPAIAN INDIKATOR KINERJA Indikator Sub Kegiatan: Meningkatkan keselamatan lalu lintas bagi pengguna jalan,Indikator Kegiatan: Masyarakat / Pengguna Jalan baik laki-laki maupun perempuan merasa nyaman dan aman dalam berlalu lintas., Outcome Program: Menurunnya kesenjangan perbandingan presentase kecelakaan laki-laki dan perempuan (2023-2024) L : P dari 67,30% : 32,70% menjadi 64,65% : 35,35%,Impact: Terwujudnya kesetaraan akses dan keselamatan dalam berlalu lintas bagi semua kelompok masyarakat, baik laki-laki maupun perempuan, melalui penyediaan perlengkapan jalan yang lebih inklusif dan responsif gender.,
A. LATAR BELAKANG
  1. Dasar Hukum :
    Peraturan Daerah Kota Surabaya Nomor 4 Tahun 2019 tentang Pengarusutamaan Gender
  2. Gambaran Umum :
    Langkah 2: Data terakhir BPS dalam “Kota Surabaya Dalam Angka 2025” hingga tahun 2024, jumlah penduduk Surabaya tercatat:, Total 3.018.022 L : 1.494.734 (49,5%) P : 1.523.288 (50,5%), Jumlah target Perlengkapan Jalan yang Terehabilitasi dan Terpelihara 9000 Unit, Jumlah Laka Rata-rata per bulan (Data BPBD Surabaya) 2023 L :462 (67,30%) P : 225 (32,70%), 2024 L : 566 (64,65%) P : 310 (35,35%)
    Langkah 3: Adanya kesamaan akses bagi masyarakat perempuan dan laki-laki terhadap prasarana pendukung jalan, Partisipasi gender dalam subkegiatan Rehabilitasi dan Pemeliharaan Perlengkapan Jalan didominasi laki-laki, Proporsi kontrol kewenangan terhadap Rehabilitasi dan Pemeliharaan Perlengkapan Jalan didominasi laki-laki., Proporsi manfaat keselamatan pengguna jalan dengan adanya prasarana pendukung jalan bagi perempuan lebih tinggi daripada laki-laki
    Langkah 4: Pejabat Pengambil Kebijakan pada Dinas Perhubungan lebih banyak laki-laki daripada perempuan. Pejabat Pengambil Kebijakan pada Dinas Perhubungan lebih banyak laki-laki daripada perempuan. Tidak semua pengambil keputusan dan pelaksana memahami konsep kesetaraan dan keadilan gender. Pelaksana rehabilitasi dan pemeliharaan perlengkapan jalan lebih didominasi oleh Laki-laki. Kurangnya kompetensi pelaksana rehabilitasi dan pemeliharaan perlengkapan jalan untuk melakukan analisis gender.
    Langkah 5: Masih adanya anggapan kuat di masyarakat bahwa pemegang kontrol kewenangan lebih diutamakan laki-laki daripada perempuan, karena perilaku laki-laki lebih rasional serta tegas daripada perempuan. Atas hasil konstruksi sosial dan budaya di Indonesia, laki-laki berperan sebagai pencari nafkah utama yang bekerja di luar rumah. Sehingga angka mobilitas laki-laki terutama di jalan lebih tinggi dari pada perempuan yang berperan pada sektor domestik (kerumahtanggaan)
B. PENERIMA MANFAAT Masyarakat / Pengguna Jalan
C. STRATEGI UNTUK MENCAPAI KINERJA
  1. Tujuan Reformulasi:
    Menurunnya angka kecelakaan lalu lintas bagi pengguna jalan baik perempuan maupun laki-laki.
  2. Rencana Aksi
    1. Aktifitas :
      Sosialisasi keselamatan lalu lintas bagi pengguna jalan agar patuh aturan lalu lintas. Pemeliharaan perlengkapan jalan secara berkala agar berfungsi secara optimal bagi pengguna jalan.
    2. Metode Pelaksanaan :
      • Pelaksanaan pengadaan komponen perbaikan prasarana pendukung jalan dilakukan melalui metode Swakelola, Pembelian Secara Elektronik dan Pengadaan Langsung
    3. Jadwal :
      Dilaksanakan pada tahun 2026
  3. Biaya Yang Diperlukan: 21716173610
 
Mengetahui,
Kepala Dinas Perhubungan
Kota Surabaya
 
Tundjung Iswandaru, ST,MM
NIP.