|
PERANGKAT DAERAH
|
Dinas Perhubungan |
|
PROGRAM
|
Program Penyelenggaraan Lalu Lintas Dan Angkutan Jalan (LLAJ) |
|
KEGIATAN
|
Penyediaan Perlengkapan Jalan di Jalan Kabupaten/Kota (1650) |
|
SUB KEGIATAN
|
Penyediaan Perlengkapan Jalan di Jalan Kabupaten/Kota (1650) |
|
KINERJA RESPONSIF GENDER
|
Meningkatnya akses terhadap penggunaan APILL bagi seluruh lapisan masyarakat baik laki-laki maupun perempuan. |
|
RENCANA CAPAIAN INDIKATOR KINERJA
|
Indikator Sub Kegiatan: Meningkatkan keselamatan lalu lintas bagi pengguna jalan,Indikator Kegiatan: Masyarakat / Pengguna Jalan baik laki-laki maupun perempuan merasa nyaman dan aman dalam berlalu lintas.,
Outcome Program: Menurunnya kesenjangan perbandingan presentase kecelakaan laki-laki dan perempuan (2023-2024)
L : P
dari 67,30% : 32,70%
menjadi 64,65% : 35,35%,Impact: Terwujudnya kesetaraan akses dan keselamatan dalam berlalu lintas bagi semua kelompok masyarakat, baik laki-laki maupun perempuan, melalui penyediaan perlengkapan jalan yang lebih inklusif dan responsif gender., |
|
A. LATAR BELAKANG
|
-
Dasar Hukum :
Peraturan Daerah Kota Surabaya Nomor 4 Tahun 2019 tentang Pengarusutamaan Gender
-
Gambaran Umum :
Langkah 2: Data Umum berupa:
- Jumlah penduduk Surabaya
- Jumlah APILL (TL, WL, PCTL) di Kota Surabaya
- Jumlah personil dalam kegiatan Penyediaan Perlengkapan Jalan
- Jumlah Laka Rata-rata per bulan, Data terakhir BPS dalam “Kota Surabaya Dalam Angka 2025” hingga tahun 2024, jumlah penduduk Surabaya tercatat:
Total 3.018.022
L : 1.494.734 (49,5%)
P : 1.523.288 (50,5%), Jumlah APILL (TL, WL, PCTL) di Kota Surabaya hingga
2023: 619
2024: 635
2025: 656, Jumlah personil dalam kegiatan Penyediaan Perlengkapan Jalan:
L: 106 (91,4%)
P: 10 (8,6%), Jumlah Laka rata-rata per bulan (Data BPBD Surabaya)
2023
L : 462 (67,30%)
P : 225 (32,70%)
2024
L : 566 (64,65%)
P : 310 (35,35%)
Langkah 3: Adanya kesamaan akses bagi masyarakat perempuan dan laki-laki terhadap penggunaan APILL, Partisipasi gender dalam kegiatan Penyediaan Perlengkapan Jalan didominasi laki-laki, Proporsi kontrol kewenangan terhadap Penyediaan Perlengkapan Jalan didominasi laki-laki, Proporsi manfaat keselamatan pengguna jalan dengan adanya APILL bagi perempuan lebih tinggi daripada laki-laki
Langkah 4: Pejabat Pengambil Kebijakan pada Dinas Perhubungan lebih banyak laki-laki daripada perempuan.
Tidak semua pengambil keputusan dan perencana memahami konsep kesetaraan dan keadilan gender.
Perencana penyediaan perlengkapan jalan dan pelaksana pekerjaan lebih didominasi oleh laki-laki.
Kurangnya kompetensi perencana penyediaan perlengkapan jalan untuk melakukan analisis gender.
Langkah 5: Masih adanya anggapan kuat di masyarakat bahwa pemegang kontrol kewenangan lebih diutamakan laki-laki daripada perempuan, karena perilaku laki-laki lebih rasional serta tegas daripada perempuan.
Atas hasil konstruksi sosial dan budaya di Indonesia, laki-laki berperan sebagai
pencari nafkah utama yang bekerja di luar rumah. Sehingga angka mobilitas laki-laki terutama di jalan lebih tinggi dari pada perempuan yang berperan pada sektor domestik (kerumahtanggaan)
|
|
B. PENERIMA MANFAAT
|
Masyarakat / Pengguna Jalan |
|
C. STRATEGI UNTUK MENCAPAI KINERJA
|
-
Tujuan Reformulasi:
Menurunnya angka kecelakaan lalu lintas bagi pengguna jaln baik perempuan maupun laki-laki
- Rencana Aksi
- Aktifitas :
Sosialisasi keselamatan lalu lintas bagi pengguna jalan agar patuh aturan lalu lintas.
Pemeliharaan APILL secara berkala agar berfungsi secara optimal bagi pengguna jalan.
- Metode Pelaksanaan :
- Pelaksanaan pengadaan dan pemasangan komponen perlengkapan jalan dilaksanakan melalui metode Pengadaan Langsung dan Pembelian Secara Elektronik
- Jadwal :
Dilaksanakan pada tahun 2026
-
Biaya Yang Diperlukan: 10207025123
|