GENDER ACTION BUDGET (GAB)
KERANGKA ACUAN KERJA/TERM OF REFERENCE
SUB KEGITAN TA 2026

PERANGKAT DAERAH Dinas Perhubungan
PROGRAM Program Penyelenggaraan Lalu Lintas Dan Angkutan Jalan (LLAJ)
KEGIATAN Penyediaan Perlengkapan Jalan di Jalan Kabupaten/Kota (1651)
SUB KEGIATAN Rehabilitasi dan Pemeliharaan Perlengkapan Jalan (1651)
KINERJA RESPONSIF GENDER Meningkatnya akses terhadap prasarana pendukung jalan bagi seluruh lapisan masyarakat baik laki-laki maupun perempuan.
RENCANA CAPAIAN INDIKATOR KINERJA Indikator Sub Kegiatan: Meningkatkan keselamatan lalu lintas bagi pengguna jalan,Indikator Kegiatan: Masyarakat / Pengguna Jalan baik laki-laki maupun perempuan merasa nyaman dan aman dalam berlalu lintas, Outcome Program: Menurunnya kesenjangan perbandingan presentase kecelakaan laki-laki dan perempuan (2023-2024) L : P dari 67,30% : 32,70% menjadi 64,65% : 35,35%,Impact: Terwujudnya kesetaraan akses dan keselamatan dalam berlalu lintas bagi semua kelompok masyarakat, baik laki-laki maupun perempuan, melalui penyediaan perlengkapan jalan yang lebih inklusif dan responsif gender,
A. LATAR BELAKANG
  1. Dasar Hukum :
    Peraturan Daerah Kota Surabaya Nomor 4 Tahun 2019 tentang Pengarusutamaan Gender
  2. Gambaran Umum :
    Langkah 2: Data Umum berupa: - Jumlah penduduk Surabaya - Jumlah target Perlengkapan Jalan yang Terehabilitasi dan Terpelihara - Jumlah personil dalam kegiatan Penyediaan Perlengkapan Jalan - Jumlah Laka rata-rata per bulan, Data terakhir BPS dalam “Kota Surabaya Dalam Angka 2025” hingga tahun 2024, jumlah penduduk Surabaya tercatat: Total 3.018.022 L : 1.494.734 (49,5%) P : 1.523.288 (50,5%), Jumlah target Perlengkapan Jalan yang Terehabilitasi dan Terpelihara: 9000 Unit, Jumlah personil dalam kegiatan Penyediaan Perlengkapan Jalan: L: 106 (91,4%) P: 10 (8,6%), Jumlah Laka rata-rata per bulan (Data BPBD Surabaya) 2023 L : 462 (67,30%) P : 225 (32,70%) 2024 L : 566 (64,65%) P : 310 (35,35%)
    Langkah 3: Adanya kesamaan akses bagi masyarakat perempuan dan laki-laki terhadap prasarana pendukung jalan., Partisipasi gender dalam subkegiatan Rehabilitasi dan Pemeliharaan Perlengkapan Jalan didominasi laki-laki, Proporsi kontrol kewenangan terhadap Rehabilitasi dan Pemeliharaan Perlengkapan Jalan didominasi laki-laki, Proporsi manfaat keselamatan pengguna jalan dengan adanya prasarana pendukung jalan bagi perempuan lebih tinggi daripada laki-laki. Pejabat Pengambil Kebijakan pada Dinas Perhubungan lebih banyak laki-laki daripada perempuan. Tidak semua pengambil keputusan dan pelaksana memahami konsep kesetaraan dan keadilan gender. Pelaksana rehabilitasi dan pemeliharaan perlengkapan jalan lebih didominasi oleh Laki-laki. Kurangnya kompetensi pelaksana rehabilitasi dan pemeliharaan perlengkapan jalan untuk melakukan analisis gender. Masih adanya anggapan kuat di masyarakat bahwa pemegang kontrol kewenangan lebih diutamakan laki-laki daripada perempuan, karena perilaku laki-laki lebih rasional serta tegas daripada perempuan. Atas hasil konstruksi sosial dan budaya di Indonesia, laki-laki berperan sebagai pencari nafkah utama yang bekerja di luar rumah. Sehingga angka mobilitas laki-laki terutama di jalan lebih tinggi dari pada perempuan yang berperan pada sektor domestik (kerumahtanggaan)
    Langkah 4: Pejabat Pengambil Kebijakan pada Dinas Perhubungan lebih banyak laki-laki daripada perempuan. Pejabat Pengambil Kebijakan pada Dinas Perhubungan lebih banyak laki-laki daripada perempuan. Tidak semua pengambil keputusan dan pelaksana memahami konsep kesetaraan dan keadilan gender. Pelaksana rehabilitasi dan pemeliharaan perlengkapan jalan lebih didominasi oleh Laki-laki. Kurangnya kompetensi pelaksana rehabilitasi dan pemeliharaan perlengkapan jalan untuk melakukan analisis gender.
    Langkah 5: Masih adanya anggapan kuat di masyarakat bahwa pemegang kontrol kewenangan lebih diutamakan laki-laki daripada perempuan, karena perilaku laki-laki lebih rasional serta tegas daripada perempuan. Atas hasil konstruksi sosial dan budaya di Indonesia, laki-laki berperan sebagai pencari nafkah utama yang bekerja di luar rumah. Sehingga angka mobilitas laki-laki terutama di jalan lebih tinggi dari pada perempuan yang berperan pada sektor domestik (kerumahtanggaan)
B. PENERIMA MANFAAT Masyarakat / Pengguna Jalan
C. STRATEGI UNTUK MENCAPAI KINERJA
  1. Tujuan Reformulasi:
    Menurunnya angka kecelakaan lalu lintas bagi pengguna jalan baik perempuan maupun laki-laki.
  2. Rencana Aksi
    1. Aktifitas :
      Sosialisasi keselamatan lalu lintas bagi pengguna jalan agar patuh aturan lalu lintas. Pemeliharaan perlengkapan jalan secara berkala agar berfungsi secara optimal bagi pengguna jalan.
    2. Metode Pelaksanaan :
      • Pelaksanaan pengadaan komponen perbaikan prasarana pendukung jalan dilakukan melalui metode Swakelola, Pembelian Secara Elektronik dan Pengadaan Langsung
    3. Jadwal :
      Dilaksanakan pada tahun 2026
  3. Biaya Yang Diperlukan: 21716173610
 
Mengetahui,
Kepala Dinas Perhubungan
Kota Surabaya
 
Tundjung Iswandaru, ST,MM
NIP.