GENDER ACTION BUDGET (GAB)
KERANGKA ACUAN KERJA/TERM OF REFERENCE
SUB KEGITAN TA 2026

PERANGKAT DAERAH Dinas Kesehatan
PROGRAM Pemberdayaan Masyarakat Bidang Kesehatan
KEGIATAN Pengembangan dan pelaksanaan upaya Kesehatan bersumber daya masyarakat (UKBM) tingkat daerah kabupaten/kota
SUB KEGIATAN Bimbingan teknis dan supervisi pengembangandan pelaksanaan upaya Kesehatan bersumberdaya masyarakat(UKBM)
KINERJA RESPONSIF GENDER • Melakukan peningkatan kapasitas terhadap KSH secara rutin • Melakukan kegiatan Integrasi Layanan Primer yang melibatkan KSH • Melaksanakan advokasi dan koordinasi dengan lintas sektor terkait • Mengadakan tes kebugaran bagi pekerja pos UKK • Melakukan monitoring dan evaluasi kegiatan UKK
RENCANA CAPAIAN INDIKATOR KINERJA Indikator Sub Kegiatan: Persentase keterlibatan kader laki-laki dan perempuan dalam pengelolaan UKBM,Indikator Kegiatan: Meningkatnya partisipasi masyarakat laki-laki dan perempuan dalam kegiatan kesehatan masyarakat., Outcome Program: Meningkatnya akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan berbasis masyarakat.,Impact: Meningkatnya derajat kesehatan masyarakat secara setara bagi perempuan dan laki-laki.,
A. LATAR BELAKANG
  1. Dasar Hukum :
    Permenkes RI No 100 Tahun 2015 tentang Pos Upaya Kesehatan Kerja Terintegrasi Perda 4 Tahun 2019 tentang Pengarusutamaan Gender Perwali 43 tahun 2020 tentang Pelaksanaan Perda 4 tahun 2019 tentang Pengarusutamaan Gender
  2. Gambaran Umum :
    Langkah 2: 1. Data kependudukan warga Kota Surabaya pada tahun 2024 menurut proyeksi adalah kurang lebih 2.921.996 jiwa dengan rincian : L :1.446.305 jiwa (49,5%) P : 1.475.691 jiwa (50,5%), 2. Jumlah Kader Surabaya Hebat (KSH) tahun 2024 adalah 27.875 orang dengan rincian : L: 463 orang (1,66%) P :27.412 orang (98,34%), Jumlah posyandu di Kota Surabaya Tahun 2024 2.672 posyandu yang terbagi pada 153 kelurahan, Berdasarkan usia, masih terdapat kader Surabaya sehat masuk kategori lansia, kurang lebih 16,94%, Jumlah Pos UKK = 90 pos Jumlah pekerja pos ukk = L : 844 (35,94%) P : 1.504 (64,05%)
    Langkah 3: Laki-laki dan perempuan mempunyai akses yang sama pada Kepesertaan Kader Surabaya Hebat dan menjadi bagian dari UKK, Jumlah Kader Surabaya Hebat dan pekerja pos UKK Laki-laki lebih rendah dibanding perempuan, Dinas Kesehatan Kota dan Puskesmas, Masyarakat Surabaya mendapat manfaat secara langsung
    Langkah 4: 1. Alokasi anggaran yang cukup besar 2. Kepesertaan KSH yang sering berubah setiap bulan 3. Keterbatasan SDM di puskesmas yang membuat pemantauan pos ukk kurang maksimal
    Langkah 5: 1. Usia KSH yang masuk lansia kesulitan dalam menerapkan sistem pelaporan secara digital 2. Proporsi kader belum merata antar RT/RW/ Posyandu 3. Kurangnya minat masyarakat usia produktif untuk menjadi KSH 4. Jumlah Kader Surabaya Hebat dan pekerja pos UKK masih didominasi oleh perempuan sebesar 98,41% 5. KSH mengerjakan banyak jenis kegiatan
B. PENERIMA MANFAAT Kader Surabaya Hebat dan Masyarakat Surabaya
C. STRATEGI UNTUK MENCAPAI KINERJA
  1. Tujuan Reformulasi:
    Terlaksananya kegiatan pemberdayaan masyarakat dalam bidang kesehatan serta pengelolalaan upaya kesehatan bersumberdaya masyarakat yang berdaya dan berkeadilan gender
  2. Rencana Aksi
    1. Aktifitas :
      1. Melakukan pelatihan peningkatan kapasitas terhadap KSH secara rutin 2. Melakukan kegiatan Integrasi Layanan Primer yang melibatkan KSH 3. Melaksana kan advokasi dan koordinasi dengan lintas sektor terkait 4. Mengadakan tes kebugaran bagi pekerja pos UKK 5. Melakukan monitoring dan evaluasi kegiatan UKK
    2. Metode Pelaksanaan :
      • Swakelola
    3. Jadwal :
      Dilaksanakan pada tahun 2026
  3. Biaya Yang Diperlukan: 755303740
 
Mengetahui,
Kepala Dinas Kesehatan
Kota Surabaya
 
Nanik Sukristina S.KM, M.Kes
NIP.