GENDER ACTION BUDGET (GAB)
KERANGKA ACUAN KERJA/TERM OF REFERENCE
SUB KEGITAN TA 2026

PERANGKAT DAERAH Dinas Kesehatan
PROGRAM Pemenuhan Upaya Kesehatan Perorangan (UKP) dan Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM)
KEGIATAN Penyediaan Fasilitas Pelayanan Kesehatan untuk UKM dan UKP Kewenangan Daerah Kabupaten/Kota
SUB KEGIATAN Pengadaan Obat, Bahan Habis Pakai, Bahan Medis Habis Pakai, Vaksin, Makanan dan Minuman di Fasilitas Kesehatan
KINERJA RESPONSIF GENDER Persentase pelaksanaan pengadaan obat, BHP, BMHP, vaksin, serta makanan dan minuman di fasilitas kesehatan sesuai rencana kebutuhan yang responsif gender.
RENCANA CAPAIAN INDIKATOR KINERJA Indikator Sub Kegiatan: Persentase ketersediaan obat, vaksin, BHP dan BMHP di fasilitas kesehatan yang responsif terhadap kebutuhan kesehatan perempuan dan laki-laki.,Indikator Kegiatan: Persentase fasilitas pelayanan kesehatan yang memiliki ketersediaan obat dan bahan medis habis pakai untuk pelayanan kesehatan berbasis gender., Outcome Program: Meningkatnya kualitas pelayanan kesehatan yang responsif gender bagi masyarakat Kota Surabaya.,Impact: Menurunnya kesenjangan status kesehatan antara perempuan dan laki-laki di Kota Surabaya,
A. LATAR BELAKANG
  1. Dasar Hukum :
    Perda 4 Tahun 2019 tentang Pengarusutamaan Gender Perwali 43 tahun 2020 tentang Pelaksanaan Perda 4 tahun 2019 tentang Pengarusutamaan Gender
  2. Gambaran Umum :
    Langkah 2: Pasien Instalasi Farmasi puskesmas adalah 314.863, dengan rincian perempuan= 196.636 (62%) sedangkan laki-laki sebanyak 118.227 (38%), Tahun 2024 : Jumlah item obat yang diadakan sejumlah 122 item, dengan rincian obat generic = 118 item dan non generic = 4 item, Persentase Peresepan obat generik oleh Tenaga Medis PKM Tahun 2024 : 97%, -, -
    Langkah 3: Proporsi Perempuan lebih berpeluang untuk mendapatkan obat di Instalasi Farmasi Puskesmas, Jumlah perempuan yang mendapatkan obat lebih tinggi dari laki-laki, Kepala Puskesmas dan petugas Instalasi Farmasi., Masyarakat mendapatkan obat dan vaksin untuk meningkatkan derajat kesehatannya.
    Langkah 4: 1. Tidak semua Kepala Puskesmas dan Petugas Instalasi memahami konsep kesetaraan dan keadilan gender 2. Kurangnya kompetensi perencanaan kesehatan untuk analisis Gender
    Langkah 5: Laki-laki beranggapan saat sakit tidak perlu berobat ke puskesmas dan minum obat-obatan untuk proses penyembuhan
B. PENERIMA MANFAAT Warga Kota Surabaya
C. STRATEGI UNTUK MENCAPAI KINERJA
  1. Tujuan Reformulasi:
    Meningkatnya jumlah laki-laki dan perempuan yang menggunakan obat generik untuk penyembuhan
  2. Rencana Aksi
    1. Aktifitas :
      Meningkatkan Persentase Peresepan obat generik oleh Tenaga Medis PKM
    2. Metode Pelaksanaan :
      • Pembelian secara elektronik
    3. Jadwal :
      Dilaksanakan pada tahun 2026
  3. Biaya Yang Diperlukan: 22917667281
 
Mengetahui,
Kepala Dinas Kesehatan
Kota Surabaya
 
Nanik Sukristina S.KM, M.Kes
NIP.