|
PERANGKAT DAERAH
|
Dinas Sosial |
|
PROGRAM
|
1.06.04 Program Rehabilitasi Sosial |
|
KEGIATAN
|
1.06.04.2.01 Rehabilitasi Sosial Dasar Penyandang Disabilitas Terlantar, Anak Terlantar, Lanjut Usia Terlantar, serta Gelandangan Pengemis di Luar Panti Sosial |
|
SUB KEGIATAN
|
1.06.04.2.01.0008 Pemberian Akses ke Layanan Pendidikan dan Kesehatan Dasar |
|
KINERJA RESPONSIF GENDER
|
Jumlah pelatihan dan kegiatan rehabilitasi yang dilaksanakan di UPTD setiap bulan sebanyak 4 kali (2 jam/pertemuan) untuk setiap kegiatan.
2. Tingkat partisipasi penghuni dalam kegiatan rehabilitasi.
Kanri Kalijudan
Pelatihan Musik:
L= 8 orang
P= 5 orang
Pelatihan Melukis:
L= 7 orang
P= 2 orang
Pelatihan Membatik
L= 7 orang
P= 0 orang
Pelatihan Menjahit
L= 8 orang
P = 2 orang
Pelatihan Olahraga:
L = 16 orang
P= 4 orang
Pelatihan Sablon :
L= 7 orang
P= 2 orang
Pelatihan Handycraft :
L= 8 orang
P= 2 orang
Pelatihan Bercocok Tanam:
L= 6 orang
P = 3 orang
Pelatihan Pemilahan Sampah:
L= 5 orang
P = 5 orang
Kanri Wonorejo
Pelatihan Musik:
L = 10 orang
P = 0 orang
Pelatihan Melukis:
L = 10 orang
P = 0 orang
Pelatihan Tenis meja:
L = 3 orang
P = 0 orang
Pelatihan Muaythai:
L = 3 orang
P = 0 orang
Pelatihan Tinju:
L = 15 orang
P = 0 orang
Pelatihan Balap sepeda:
L = 4 orang
P = 0 orang
Pelatihan Pencak silat:
L = 6 orang
P = 0 orang
Pelatihan Barista
L = 3 orang
P = 0 orang
Pelatihan Cuci Motor:
L = 2 orang
P = 0 orang |
|
RENCANA CAPAIAN INDIKATOR KINERJA
|
Indikator Sub Kegiatan: Jumlah penghuni yang memperoleh akses ke layanan pendidikan dan kesehatan dasar.
1. Kalijudan :
L : 37 Orang
P : 10 Orang
2. Wonorejo
L: 27 Orang
P: 0 Orang,Indikator Kegiatan: Jumlah penghuni yang mengikuti pelatihan keterampilan dan pendidikan dasar dari total penghuni yang ditargetkan,
Outcome Program: Tingkat kemandirian penghuni dalam beraktivitas secara normal setelah mengikuti pelatihan dan rehabilitasi,Impact: Jumlah penghuni yang berhasil direhabilitasi dan siap kembali ke masyarakat dalam kondisi sehat dan mandiri., |
|
A. LATAR BELAKANG
|
-
Dasar Hukum :
Peraturan Walikota Nomor 119 Tahun 2021 tentang Pembentukan dan Susunan Organisasi Unit Pelaksana Teknis Dinas Kampung Anak Negeri pada Dinas Sosial Kota Surabaya
-
Gambaran Umum :
Langkah 2: Jumlah Penghuni UPTD Kampung Anak Negeri
Target : 100 Orang
Data Eksisting
1. Kalijudan :
L : 37 Orang
P : 10 Orang
2. Wonorejo
L: 27 Orang
P: 0 Orang, Jenis pelatihan kegiatan penghuni :
1. Kanri Kalijudan
Pelatihan Musik:
L= 8 orang
P= 5 orang
Pelatihan Melukis:
L= 7 orang
P= 2 orang
Pelatihan Membatik
L= 7 orang
P= 0 orang
Pelatihan Menjahit
L= 8 orang
P = 2 orang
Pelatihan Olahraga:
L = 16 orang
P= 4 orang
Pelatihan Sablon :
L= 7 orang
P= 2 orang
Pelatihan Handycraft :
L= 8 orang
P= 2 orang
Pelatihan Bercocok Tanam:
L= 6 orang
P = 3 orang
Pelatihan Pemilahan Sampah:
L= 5 orang
P = 5 orang, 2. Kanri Wonorejo
Pelatihan Musik:
L = 10 orang
P = 0 orang
Pelatihan Melukis:
L = 10 orang
P = 0 orang
Pelatihan Tenis meja:
L = 3 orang
P = 0 orang
Pelatihan Muaythai:
L = 3 orang
P = 0 orang
Pelatihan Tinju:
L = 15 orang
P = 0 orang
Pelatihan Balap sepeda:
L = 4 orang
P = 0 orang
Pelatihan Pencak silat:
L = 6 orang
P = 0 orang
Pelatihan Barista
L = 3 orang
P = 0 orang
Pelatihan Cuci Motor:
L = 2 orang
P = 0 orang, Eselon IIb (Kepala Dinas) :
L : 0
P : 1
Eselon IIIb (Kepala Bidang):
L : 1
P : 0, Eselon IVa (Kepala UPTD):
L : 0
P : 1
Eselon IVb (Kasubag TU):
L : 0
P : 1
Langkah 3: Penghuni perempuan di Kanri Wonorejo tidak memiliki akses ke pelatihan sama sekali, sementara pelatihan di lokasi ini sepenuhnya untuk laki-laki., Partisipasi perempuan dalam pelatihan bercocok tanam di Kanri Kalijudan ada (3 orang), tetapi masih jauh lebih sedikit dibandingkan laki-laki (6 orang), Perempuan memiliki kontrol terbatas dalam memilih pelatihan berbasis teknis, seperti barista dan cuci motor, yang sepenuhnya diikuti oleh laki-laki., Laki-laki memperoleh manfaat lebih besar dari pelatihan keterampilan kerja di Wonorejo, seperti barista dan olahraga, sedangkan perempuan di lokasi ini tidak mendapat pelatihan sama sekali.
Langkah 4: 1.Ketimpangan akses pelatihan: Perempuan memiliki lebih sedikit peluang pelatihan di Kalijudan, dan di Wonorejo tidak ada akses sama sekali untuk mereka.
2.Pelatihan tidak merata: Fokus pelatihan lebih banyak pada keterampilan fisik untuk laki-laki, sehingga kebutuhan perempuan kurang terpenuhi.
Langkah 5: 1.Kurangnya dukungan mitra strategis: Belum ada kolaborasi dengan pihak eksternal untuk menyediakan pelatihan inklusif berbasis gender.
2.Stereotip gender: Pelatihan seperti tinju, muaythai, dan barista dianggap hanya cocok untuk laki-laki, sehingga perempuan tidak diberi kesempatan yang sama
|
|
B. PENERIMA MANFAAT
|
Penghuni panti/UPTD |
|
C. STRATEGI UNTUK MENCAPAI KINERJA
|
-
Tujuan Reformulasi:
Mengembangkan akses pelatihan yang inklusif dan berbasis kebutuhan gender, sehingga penghuni laki-laki dan perempuan di kedua lokasi memiliki kesempatan yang setara untuk memperoleh keterampilan sesuai minat dan potensinya.
- Rencana Aksi
- Aktifitas :
1.Mengadakan pelatihan keterampilan yang beragam dan inklusif di semua lokasi, dengan memperluas jenis pelatihan yang bisa diikuti oleh perempuan, seperti barista atau olahraga non-kontak.
2.Membangun kemitraan dengan lembaga pelatihan dan perusahaan, untuk menyediakan pelatihan berbasis kebutuhan pasar kerja sekaligus mengkampanyekan kesetaraan gender dalam pelatihan keterampilan
- Metode Pelaksanaan :
- Metode pelaksanaan yaitu dilakukan dengan metode Swakelola dan Pendampingan yang berkolaborasi dengan Pihak Ketiga
- Jadwal :
Dilaksanakan pada tahun 2025
-
Biaya Yang Diperlukan: 6856458727
|