|
PERANGKAT DAERAH
|
Dinas Sosial |
|
PROGRAM
|
1.06.04 Program Rehabilitasi Sosial |
|
KEGIATAN
|
1.06.04.2.01 Rehabilitasi Sosial Dasar Penyandang Disabilitas Terlantar, Anak Terlantar, Lanjut Usia Terlantar, serta Gelandangan Pengemis di Luar Panti Sosial |
|
SUB KEGIATAN
|
1.06.04.2.01.0001 Penyediaan Permakanan |
|
KINERJA RESPONSIF GENDER
|
1.Jumlah pelaksanaan distribusi makanan tepat waktu setiap hari
2.Jumlah sesi pelatihan bagi petugas dapur untuk meningkatkan keterampilan penyusunan menu bergizi |
|
RENCANA CAPAIAN INDIKATOR KINERJA
|
Indikator Sub Kegiatan: Jumlah penghuni UPTD yang menerima layanan permakanan sesuai standar gizi.,Indikator Kegiatan: Jumlah makanan yang disediakan setiap hari sesuai dengan standar gizi minimal.,
Outcome Program: Persentase peningkatan kesehatan penghuni berdasarkan hasil pemeriksaan rutin,Impact: Persentase penghuni UPTD yang mendapatkan pemenuhan kebutuhan gizi sesuai standar, |
|
A. LATAR BELAKANG
|
-
Dasar Hukum :
1.Peraturan Walikota Nomor 119 Tahun 2021 tentang Pembentukan dan Susunan Organisasi Unit Pelaksana Teknis Dinas Kampung Anak Negeri pada Dinas Sosial Kota Surabaya
2.Peraturan Walikota No 120 Tahun 2021 tentang pembentukan dan susunan organisasi unit pelaksana teknis dinas griya wreda dan lingkungan pondok sosial kusta babat jerawat pada dinas sosial kota surabaya
-
Gambaran Umum :
Langkah 2: Jumlah Penghuni :
Target 2.171 Orang
Jumlah Penghuni Eksisting :
1.153 Orang
L: 743 Orang (64,44%)
P: 410 Orang (35,55%), UPTD Kampung Anak Negeri
Data Eksisting
Kalijudan :
L : 36 Orang
P : 11 Orang
Wonorejo
L: 35 Orang
P: 1 Orang
UPTD Babat Jerawat:
L : 23 Orang
P : 22 Orang, UPTD Griya Wreda:
L : 89 Orang
P : 128 Orang
UPTD Liponsos Keputih :
L : 558 Orang
P: 253 Orang, Eselon IIb (Kepala Dinas) :
L : 0
P : 1
Eselon IIIb (Kepala Bidang):
L : 1
P : 0, N.e (Ketua tim kerja) :
P : 1 Orang
L : 1 Orang
Langkah 3: Penghuni UPTD sudah menerima makanan secara rutin, tetapi masih ada kebutuhan peningkatan kualitas gizi, terutama untuk perempuan dan lansia., Partisipasi penghuni dalam menentukan jenis makanan mulai diakomodasi, namun keterlibatan perempuan perlu lebih ditingkatkan, Penghuni perempuan memiliki peluang terbatas dalam pengawasan layanan makanan sehingga kontrol mereka perlu diperluas., Layanan makanan sudah bermanfaat, tetapi optimalisasi manfaat bagi kelompok rentan, seperti lansia dan ODGJ, masih diperlukan
Langkah 4: 1.Kurangnya keterlibatan perempuan dalam proses perencanaan dan pengawasan layanan permakanan di UPTD.
2.Standar penyediaan makanan belum sepenuhnya disesuaikan dengan kebutuhan gizi spesifik kelompok rentan seperti lansia dan ODGJ.
Langkah 5: 1.Minimnya partisipasi masyarakat dalam mendukung layanan permakanan, terutama untuk kelompok rentan di UPTD.
2.Rendahnya kesadaran publik tentang pentingnya pemenuhan kebutuhan gizi kelompok rentan seperti lansia, ODGJ, dan anak terlantar.
|
|
B. PENERIMA MANFAAT
|
Penghuni UPTD |
|
C. STRATEGI UNTUK MENCAPAI KINERJA
|
-
Tujuan Reformulasi:
1.Meningkatkan kualitas dan keberlanjutan penyediaan permakanan yang sesuai dengan kebutuhan gizi kelompok rentan di UPTD.
2.Mendorong partisipasi masyarakat dalam mendukung layanan permakanan untuk meningkatkan kesejahteraan penghuni UPTD.
- Rencana Aksi
- Aktifitas :
-Melibatkan komunitas lokal dan CSR untuk mendukung penyediaan bahan makanan berkualitas bagi penghuni UPTD
-Mengadakan survei rutin untuk memastikan kepuasan penghuni terhadap kualitas dan variasi makanan yang disediakan
- Metode Pelaksanaan :
- Metode pelaksanaan yaitu dilakukan dengan metode Swakelola.
- Jadwal :
Dilaksanakan pada tahun 2025
-
Biaya Yang Diperlukan: 13487004921
|