|
PERANGKAT DAERAH
|
Dinas Kesehatan |
|
PROGRAM
|
Pemenuhan Upaya Kesehatan Perorangan dan upaya kesehatan masyarakat. |
|
KEGIATAN
|
Penyediaan Layanan Kesehatan untuk UKM dan UKP Rujukan Tingkat Daerah Kabupaten/Kota |
|
SUB KEGIATAN
|
Pengelolaan Pelayanan Kesehatan Malaria |
|
KINERJA RESPONSIF GENDER
|
Jumlah kegiatan penyuluhan/pencegahan malaria yang dilaksanakan dengan pendekatan responsif gender |
|
RENCANA CAPAIAN INDIKATOR KINERJA
|
Indikator Sub Kegiatan: Persentase masyarakat yang mendapatkan layanan deteksi dini malaria (terpilah laki-laki/perempuan),Indikator Kegiatan: Persentase cakupan layanan diagnosis dan pengobatan malaria di Kota Surabaya,
Outcome Program: Meningkatnya akses layanan pencegahan dan pengobatan malaria secara setara bagi laki-laki dan perempuan,Impact: Terwujudnya kesetaraan akses layanan kesehatan malaria bagi seluruh masyarakat, |
|
A. LATAR BELAKANG
|
-
Dasar Hukum :
Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2000 Tentang Pengarustamaan Gender Dalam Pembangunan Nasional Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur Nomor 9 Tahun 2019 Tentang Pengarusamaan Gender Peraturan Walikota Surabaya Nomor 43 Tahun 2020 Tentang Pelaksanaan Peraturan Daerah Kota Surabaya Nomor 4 Tahun 2019 Tentang Pengarustamaan Gender
-
Gambaran Umum :
Langkah 2: Jumlah Kasus Malaria Tahun 2024 (semester 1) sebanyak 28 dengan rincian laki – laki 26 (93 persen) dan perempuan 2 (7 persen)., -, -, -, -
Langkah 3: 1. Penderita Malaria baik laki-laki maupun perempuan mempunyai akses yang sama untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.
2. Perempuan cenderung mendapatkan informasi lebih banyak daripada laki-laki saat kegiatan pertemuan sosial masyarakat., 1. Mobilitas laki-laki cenderung lebih sering berada di luar rumah serta kebiasaan pola hidup laki-laki yang kurang memperhatikan kebersihan dibandingkan perempuan.
2. Pasien laki-laki lebih banyak bekerja di wilayah endemis malaria dibandingkan perempuan., Pemegang Program di bidang P2P di Dinas Kesehatan, dan Petugas Fasilitas Pelayanan Kesehatan, Laki-laki lebih sering diberi prioritas dalam deteksi dini malaria dibandingkan Perempuan karena aspek pekerjaan
Langkah 4: 1. Berkurangnya SDM Dinas Kesehatan
2. Berkurangnya Petugas Kesehatan terlatih di Fasilitas Pelayanan Kesehatan
Langkah 5: Peran seluruh sektor terkait upaya pengendalian penyakit malaria.
|
|
B. PENERIMA MANFAAT
|
Masyarakat Kota Surabaya. |
|
C. STRATEGI UNTUK MENCAPAI KINERJA
|
-
Tujuan Reformulasi:
1. Meningkatkan kapasitas terkait penguatan tatalaksana dan manajemen malaria melalui pertemuan;
2. Meningkatkan cakupan penemuan kasus malaria dan pelaporan E-Sismal.
- Rencana Aksi
- Aktifitas :
1. Pengadaan RDT Malaria
2. Upaya pencegahan dan pengendalian yang optimal sesuai tatalaksana standar.
3. Pertemuan-Pertemuan Program Penyakit Malaria.
4. Monitoring dan Evaluasi terkait pelaporan E-Sismal.
- Metode Pelaksanaan :
- Jadwal :
Dilaksanakan pada tahun 2026
-
Biaya Yang Diperlukan: 32700000
|