GENDER ACTION BUDGET (GAB)
KERANGKA ACUAN KERJA/TERM OF REFERENCE
SUB KEGITAN TA 2026

PERANGKAT DAERAH Dinas Kesehatan
PROGRAM Pemenuhan Upaya Kesehatan Perorangan dan upaya kesehatan masyarakat.
KEGIATAN Penyediaan Layanan Kesehatan untuk UKM dan UKP Rujukan Tingkat Daerah Kabupaten/Kota
SUB KEGIATAN Pengelolaan Pelayanan Kesehatan Malaria
KINERJA RESPONSIF GENDER Jumlah kegiatan penyuluhan/pencegahan malaria yang dilaksanakan dengan pendekatan responsif gender
RENCANA CAPAIAN INDIKATOR KINERJA Indikator Sub Kegiatan: Persentase masyarakat yang mendapatkan layanan deteksi dini malaria (terpilah laki-laki/perempuan),Indikator Kegiatan: Persentase cakupan layanan diagnosis dan pengobatan malaria di Kota Surabaya, Outcome Program: Meningkatnya akses layanan pencegahan dan pengobatan malaria secara setara bagi laki-laki dan perempuan,Impact: Terwujudnya kesetaraan akses layanan kesehatan malaria bagi seluruh masyarakat,
A. LATAR BELAKANG
  1. Dasar Hukum :
    Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2000 Tentang Pengarustamaan Gender Dalam Pembangunan Nasional Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur Nomor 9 Tahun 2019 Tentang Pengarusamaan Gender Peraturan Walikota Surabaya Nomor 43 Tahun 2020 Tentang Pelaksanaan Peraturan Daerah Kota Surabaya Nomor 4 Tahun 2019 Tentang Pengarustamaan Gender
  2. Gambaran Umum :
    Langkah 2: Jumlah Kasus Malaria Tahun 2024 (semester 1) sebanyak 28 dengan rincian laki – laki 26 (93 persen) dan perempuan 2 (7 persen)., -, -, -, -
    Langkah 3: 1. Penderita Malaria baik laki-laki maupun perempuan mempunyai akses yang sama untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. 2. Perempuan cenderung mendapatkan informasi lebih banyak daripada laki-laki saat kegiatan pertemuan sosial masyarakat., 1. Mobilitas laki-laki cenderung lebih sering berada di luar rumah serta kebiasaan pola hidup laki-laki yang kurang memperhatikan kebersihan dibandingkan perempuan. 2. Pasien laki-laki lebih banyak bekerja di wilayah endemis malaria dibandingkan perempuan., Pemegang Program di bidang P2P di Dinas Kesehatan, dan Petugas Fasilitas Pelayanan Kesehatan, Laki-laki lebih sering diberi prioritas dalam deteksi dini malaria dibandingkan Perempuan karena aspek pekerjaan
    Langkah 4: 1. Berkurangnya SDM Dinas Kesehatan 2. Berkurangnya Petugas Kesehatan terlatih di Fasilitas Pelayanan Kesehatan
    Langkah 5: Peran seluruh sektor terkait upaya pengendalian penyakit malaria.
B. PENERIMA MANFAAT Masyarakat Kota Surabaya.
C. STRATEGI UNTUK MENCAPAI KINERJA
  1. Tujuan Reformulasi:
    1. Meningkatkan kapasitas terkait penguatan tatalaksana dan manajemen malaria melalui pertemuan; 2. Meningkatkan cakupan penemuan kasus malaria dan pelaporan E-Sismal.
  2. Rencana Aksi
    1. Aktifitas :
      1. Pengadaan RDT Malaria 2. Upaya pencegahan dan pengendalian yang optimal sesuai tatalaksana standar. 3. Pertemuan-Pertemuan Program Penyakit Malaria. 4. Monitoring dan Evaluasi terkait pelaporan E-Sismal.
    2. Metode Pelaksanaan :
      • swakelola
    3. Jadwal :
      Dilaksanakan pada tahun 2026
  3. Biaya Yang Diperlukan: 32700000
 
Mengetahui,
Kepala Dinas Kesehatan
Kota Surabaya
 
Nanik Sukristina S.KM, M.Kes
NIP.