|
PERANGKAT DAERAH
|
Dinas Kesehatan |
|
PROGRAM
|
Pemenuhan Upaya Kesehatan Perorangan dan upaya kesehatan masyarakat |
|
KEGIATAN
|
Penyediaan Layanan Kesehatan untuk UKM dan UKP Rujukan Tingkat Daerah Kabupaten/Kota |
|
SUB KEGIATAN
|
Pengelolaan Pelayanan Kesehatan Orang Terduga Tuberkulosis |
|
KINERJA RESPONSIF GENDER
|
Jumlah kegiatan skrining/deteksi dini TBC yang menjangkau laki-laki dan perempuan secara setara |
|
RENCANA CAPAIAN INDIKATOR KINERJA
|
Indikator Sub Kegiatan: Jumlah orang terduga TBC yang mendapatkan pelayanan sesuai standar (terpilah menurut jenis kelamin),Indikator Kegiatan: Persentase keberhasilan penanganan awal kasus terduga TBC sesuai standar pelayanan,
Outcome Program: Meningkatnya deteksi dini dan penanganan kasus TBC secara tepat dan merata,Impact: Menurunnya angka kesakitan TBC secara merata pada laki-laki dan perempuan, |
|
A. LATAR BELAKANG
|
-
Dasar Hukum :
Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2000 Tentang Pengarustamaan Gender Dalam Pembangunan Nasional Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur Nomor 9 Tahun 2019 Tentang Pengarusamaan Gender Peraturan Walikota Surabaya Nomor 43 Tahun 2020 Tentang Pelaksanaan Peraturan Daerah Kota Surabaya Nomor 4 Tahun 2019 Tentang Pengarustamaan Gender
-
Gambaran Umum :
Langkah 2: Jumlah terduga TBC Tahun 2024 (semester 1) sebanyak 53.667 dengan rincian laki – laki 22.299 dan perempuan 31.368, -, -, -, -
Langkah 3: 1. Orang Terduga Tuberkulosis Laki-laki dan perempuan mempunyai akses yang sama untuk mendapatkan pelayanan Kesehatan. (deteksi dini, pemeriksaan dan pendampingan)
2. Keterbatasan Informasi yang diterima orang Terduga Tuberkulosis menyebabkan kurangnya pengetahuan tentang Tuberkulosis
3. Perempuan cenderung mendapatkan informasi lebih banyak daripada laki-laki saat kegiatan pertemuan sosial masyarakat., Jumlah perempuan terduga Tuberkulosis lebih tinggi dari pada laki-laki, Tidak semua orang terduga Tuberkulosis memeriksakan kesehatannya ke fasilitas-fasilitas Kesehatan., Pemegang Program di bidang P2P di Dinas Kesehatan, Petugas Pelayanan Kesehatan dan Petugas Pendamping yang Sebagian besar perempuan., Meningkatkan kapasitas petugas pendamping terkait pendampingan pasien TBC RO
Langkah 4: SDM Dinas Kesehatan
2. Berkurangnya Petugas Kesehatan terlatih di Fasilitas Pelayanan Kesehatan
3. Berkurangnya Personil lainnya (contoh : Petugas Pendamping)
Langkah 5: Peran seluruh sektor terkait dalam untuk mendukung upaya pengendalian TBC belum maksimal
|
|
B. PENERIMA MANFAAT
|
Petugas Pendamping TBC RO, Satgas TBC dan Petugas Kesehatan Fasilitas Kesehatan Kota Surabaya |
|
C. STRATEGI UNTUK MENCAPAI KINERJA
|
-
Tujuan Reformulasi:
1. Memenuhi target program deteksi dini, penemuan kasus, dan terduga kasus TBC;
2. Meningkatkan angka kesembuhan dengan melakukan pendampingan pasien TBC RO secara optimal;
3. Mengidentifikasi kondisi sosial dan ekonomi pasien TBC RO dengan melakukan kegiatan Contact Tracing;
4. Menurunkan angka drop out dengan melakukan pelacakan pasien TBC RO mangkir;
5. Meningkatkan kapasitas terkait Program TBC melalui pertemuan
- Rencana Aksi
- Aktifitas :
1. Pendampingan pasien TBC RO yang optimal dan Pertemuan-Pertemuan Program TBC.
2. Melakukan validasi data Program TBC Melalui Aplikasi Sistem Informasi Tuberkulosis (SITB);
3. Melakukan Monitoring dan Evaluasi TBC Data Program TBC.
- Metode Pelaksanaan :
- pembelian secara elektronik
- Jadwal :
Dilaksanakan pada tahun 2026
-
Biaya Yang Diperlukan: 13225383600
|