|
PERANGKAT DAERAH
|
Dinas Kesehatan |
|
PROGRAM
|
Pemenuhan Upaya Kesehatan Perorangan (UKP) dan Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM |
|
KEGIATAN
|
Penyediaan Layanan Kesehatan untuk UKM dan UKP Rujukan Tingkat Daerah Kabupaten/Kota |
|
SUB KEGIATAN
|
Pengelolaan Pelayanan Kesehatan Pada Usia Produktif |
|
KINERJA RESPONSIF GENDER
|
Persentase tenaga kesehatan yang mendapatkan pelatihan pelayanan kesehatan usia produktif berbasis gender |
|
RENCANA CAPAIAN INDIKATOR KINERJA
|
Indikator Sub Kegiatan: Persentase penduduk usia produktif yang mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai standar,Indikator Kegiatan: Cakupan pelayanan kesehatan usia produktif yang menjangkau laki-laki dan perempuan secara setara,
Outcome Program: Meningkatnya kualitas pelayanan kesehatan usia produktif yang responsif gender,Impact: Menurunnya angka kesakitan pada kelompok usia produktif secara merata, |
|
A. LATAR BELAKANG
|
-
Dasar Hukum :
Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2000 Tentang Pengarustamaan Gender Dalam Pembangunan Nasional Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur Nomor 9 Tahun 2019 Tentang Pengarusamaan Gender Peraturan Walikota Surabaya Nomor 43 Tahun 2020 Tentang Pelaksanaan Peraturan Daerah Kota Surabaya Nomor 4 Tahun 2019 Tentang Pengarustamaan Gender
-
Gambaran Umum :
Langkah 2: 1. Jumlah Puskesmas di Surabaya sebanyak 63 Puskesmas, 2. Data Kependudukan warga Kota Surabaya pada tahun 2024 berdasarkan data Dispendukcapil adalah 2.921.996 jiwa, dengan rincian sebagai berikut
L : 1.446.305 jiwa
P : 1.475.691 jiwa, 3. Penduduk Usia Produktif tahun 2024 sejumlah 1.923.364 dengan rincian Laki-laki = 959.736 dan perempuan = 963.623, 4. Jumlah penduduk usia produktif yang mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai standar pada bulan januari sampai juli tahun 2024, sebanyak 1.336.635, Laki-laki = 502.779 Perempuan = 833.856, -
Langkah 3: Adanya kesamaan akses perempuan dan laki-laki terhadap pelayanan Puskesmas, Proporsi perempuan yang berkunjung ke puskesmas lebih besar dibandingkan laki-laki, Dinas Kesehatan Kota, Puskesmas, Tim P2PTM, Laki-laki dan perempuan mendapatkan manfaat yang sama untuk meningkatkan derajat kesehatannya
Langkah 4: 1. Banyak individu usia produktif tidak menyadari pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin, seperti tes darah, skrining penyakit kronis, atau pemeriksaan kesehatan reproduksi
2. Usia produktif cenderung merasa "sehat" sehingga tidak merasa perlu mengakses layanan rutin.
Langkah 5: Masih ada anggapan kuat di masyarakat bahwa penduduk usia produktif laki-laki lebih mengabaikan kesehatannya daripada perempuan.
|
|
B. PENERIMA MANFAAT
|
Pelayanan Kesehatan Usia Produktif 15-59 tahun yang berkunjung/berobat ke Puskesmas. |
|
C. STRATEGI UNTUK MENCAPAI KINERJA
|
-
Tujuan Reformulasi:
1. Melakukan deteksi dini risiko penyakit pada masyarakat
2. Meningkatkan pencegahan dan penemuan dini faktor risiko.
3. Meningkatkan peran serta masyarakat dalam penanganan kesehatan jiwa di wilayahnya
- Rencana Aksi
- Aktifitas :
1. Melaksanakan Skrining Terintegrasi yang terdiri :
• Wawancara faktor resiko PTM
• Pengukuran antropometri dan pemeriksaan tekanan darah
• Pemeriksaan Gula Darah, Indera, SRQ,IVA SADANIS, deteksi dini jantung menggunakan EKG, deteksi dini PPOK pada perokok dan kadar CO pernapasan
2. Skrining terintegrasi di 63 Puskesmas
3. Pelaksanaan monitoring dan evaluasi
- Metode Pelaksanaan :
- pembelian secara elektronik
- Jadwal :
Dilaksanakan pada tahun 2026
-
Biaya Yang Diperlukan: 1476753124
|