GENDER ACTION BUDGET (GAB)
KERANGKA ACUAN KERJA/TERM OF REFERENCE
SUB KEGITAN TA 2026

PERANGKAT DAERAH Dinas Kesehatan
PROGRAM Pemenuhan Upaya Kesehatan Perorangan dan Upaya Kesehatan Masyarakat
KEGIATAN Penyediaan Layanan Kesehatan untuk UKM dan UKP Rujukan Tingkat Daerah Kabupaten/ Kota
SUB KEGIATAN Pengelolaan Upaya Kesehatan Ibu dan Anak
KINERJA RESPONSIF GENDER Terlaksananya optimalisasi kegiatan verifikasi dan analisis data MPDN serta audit kasus kematian maternal dan perinatal.
RENCANA CAPAIAN INDIKATOR KINERJA Indikator Sub Kegiatan: Terlaksananya upaya kesehatan ibu dan anak sesuai standar,Indikator Kegiatan: Tersedianya layanan kesehatan untuk UKM dan UKP rujukan tingkat daerah kabupaten/ kota., Outcome Program: Meningkatnya kualitas pelayanan kesehatan ibu dan anak sesuai standar.,Impact: Menurunnya angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB).,
A. LATAR BELAKANG
  1. Dasar Hukum :
    Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2000 Tentang Pengarustamaan Gender Dalam Pembangunan Nasional Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur Nomor 9 Tahun 2019 Tentang Pengarusamaan Gender Peraturan Walikota Surabaya Nomor 43 Tahun 2020 Tentang Pelaksanaan Peraturan Daerah Kota Surabaya Nomor 4 Tahun 2019 Tentang Pengarustamaan Gender
  2. Gambaran Umum :
    Langkah 2: 1. Jumlah ibu hamil di Kota Surabaya Tahun 2023 adalah 43.881 orang., 2. Jumlah ibu bersalin/nifas di Kota Surabaya Tahun 2023 adalah 41.885 orang., 3. Jumlah bayi di Kota Surabaya Tahun 2023 adalah 41.180 bayi (L = 20.338; P = 20.792)., 4. Jumlah ibu hamil resiko tinggi yang di dampingi oleh kader pendamping ibu hamil semester I Tahun 2024 : 8.054 orang, 5. Kasus kematian ibu di Kota Surabaya Tahun 2023 adalah 32,59%. 6. Kasus kematian bayi di Kota Surabaya Tahun 2023 adalah 4,04%.
    Langkah 3: Tidak semua fasilitas kesehatan memahami cara pengisian pelaporan kematian ibu/bayi di MPDN., Kurangnya partisipasi dan peran keluarga (suami) / orang terdekat / masyarakat untuk melaporkan adanya resiko yang terjadi pada ibu hamil kepada tenaga kesahatan/kader., Kurangnya kompetensi tenaga kesehatan dalam mengenali tanda-tanda bahaya/ kegawatdaruratan pada kehamilan, Mencegah kasus kematian ibu karena kehamilan resiko tinggi
    Langkah 4: Kurang meratanya pelatihan kegawatdaruratan maternal dan perinatal yang diikuti oleh tenaga kesehatan
    Langkah 5: 1. Kurangnya pemahaman keluarga (suami) / orang terdekat / masyarakat tentang pentingnya mengenali tanda bahaya kehamilan. 2. Kurangnya kesadaran masyarakat untuk melakukan edukasi yang telah diberikan. 3. MPDN baru disosialisasikan.
B. PENERIMA MANFAAT Rumah Sakit yang melayani KIA di Kota Surabaya
C. STRATEGI UNTUK MENCAPAI KINERJA
  1. Tujuan Reformulasi:
    Melakukan pengkajian kasus kesakitan dan kematian ibu serta bayi.
  2. Rencana Aksi
    1. Aktifitas :
      Optimalisasi kegiatan verifikasi dan analisis data MPDN serta audit kasus kematian maternal dan perinatal
    2. Metode Pelaksanaan :
      • pembelian secara elektronik
    3. Jadwal :
      Dilaksanakan pada tahun 2026
  3. Biaya Yang Diperlukan: 836038000
 
Mengetahui,
Kepala Dinas Kesehatan
Kota Surabaya
 
Nanik Sukristina S.KM, M.Kes
NIP.