|
PERANGKAT DAERAH
|
Dinas Kesehatan |
|
PROGRAM
|
Upaya Kesehatan Perorangan dan Upaya Kesehatan Masyarakat. |
|
KEGIATAN
|
Penyediaan Layanan Kesehatan untuk UKM dan UKP Rujukan Tingkat Daerah Kabupaten/ Kota. |
|
SUB KEGIATAN
|
Pengelolaan Pelayanan Gizi Masyarakat pada 63 Puskesmas |
|
KINERJA RESPONSIF GENDER
|
Persentase ibu hamil KEK yang mendapatkan pelayanan gizi sesuai standar |
|
RENCANA CAPAIAN INDIKATOR KINERJA
|
Indikator Sub Kegiatan: Jumlah ibu hamil KEK yang mendapatkan PMT (Pemberian Makanan Tambahan),Indikator Kegiatan: Persentase puskesmas yang melaksanakan pelayanan gizi sesuai stan,
Outcome Program: Meningkatnya status gizi ibu hamil dan balita,Impact: Menurunnya angka stunting dan masalah gizi di masyarakat, |
|
A. LATAR BELAKANG
|
-
Dasar Hukum :
Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2000 Tentang Pengarustamaan Gender Dalam Pembangunan Nasional Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur Nomor 9 Tahun 2019 Tentang Pengarusamaan Gender Peraturan Walikota Surabaya Nomor 43 Tahun 2020 Tentang Pelaksanaan Peraturan Daerah Kota Surabaya Nomor 4 Tahun 2019 Tentang Pengarustamaan Gender
-
Gambaran Umum :
Langkah 2: 1. Jumlah sasaran balita yang diberikan PMT lokal tahun 2024, sebagai berikut :
- Balita gizi kurang = 3.332.
- Balita BB kurang = 3.940.
- Balita T = 19.236., 2. Jumlah sasaran Ibu hamil KEK tahun 2024 adalah 1.233 orang., -, -, -
Langkah 3: Seorang suami/ ayah (laki-laki) cenderung acuh/ tidak mengakses informasi tentang kebutuhan gizi ibu hamil dan balita., Keterlibatan suami/ ayah (laki-laki) dalam pemenuhan gizi pada ibu hamil dan balita cenderung masih kurang, Tenaga kesehatan (ahli gizi) lebih banyak perempuan (117) daripada laki-laki (15)., Terpenuhinya kebutuhan gizi ibu hamil KEK dan balita (T, BB kurang dan gizi kurang) sesuai standar
Langkah 4: Tenaga kesehatan di puskesmas belum memahami konsep Pengarusutamaan Gender (PUG) & Perencanaan Penganggaran Responsif Gender (PPRG).
Langkah 5: 1. Anggapan masyarakat bahwa mengasuh anak adalah tugas ibu (perempuan).
2. Kurangnya pengetahuan dan pemahaman masyarakat tentang pemberian gizi yang baik bagi ibu hamil dan balita.
3. Kurangnya kesadaran masyarakat untuk menerapkan edukasi yang telah diberikan.
|
|
B. PENERIMA MANFAAT
|
1. Ibu hamil Kurang Energi Kronis (KEK).
2. Balita T (tetap/tidak naik), BB kurang dan gizi kurang |
|
C. STRATEGI UNTUK MENCAPAI KINERJA
|
-
Tujuan Reformulasi:
1. Pemenuhan nutrisi sesuai Angka Kecukupan Gizi (AKG) pada ibu hamil KEK dan balita (T, BB kurang dan gizi kurang).
2. Meningkatkan dan mempertahankan status gizi ibu hamil KEK dan balita (T, BB kurang dan gizi kurang).
3. Meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat tentang kebutuhan gizi ibu hamil
- Rencana Aksi
- Aktifitas :
Pemberian makanan tambahan berbahan pangan lokal (PMT Lokal).
- Metode Pelaksanaan :
- pembelian secara elektronik
- Jadwal :
Dilaksanakan pada tahun 2026
-
Biaya Yang Diperlukan: 19639374900
|