|
PERANGKAT DAERAH
|
Dinas Kesehatan |
|
PROGRAM
|
Pemenuhan Upaya Kesehatan Perorangan dan Upaya Kesehatan Masyarakat. |
|
KEGIATAN
|
Penyediaan Layanan Kesehatan untuk UKM dan UKP Rujukan Tingkat Daerah Kabupaten/ Kota |
|
SUB KEGIATAN
|
Pengelolaan Pelayanan Kesehatan Ibu Bersalin. |
|
KINERJA RESPONSIF GENDER
|
Meningkatnya kapasitas tenaga kesehatan melalui terlaksananya pemantapan penanganan kegawatdaruratan dan/atau resiko pada ibu hamil/ bersalin/ nifas. |
|
RENCANA CAPAIAN INDIKATOR KINERJA
|
Indikator Sub Kegiatan: Terlaksananya pelayanan kesehatan ibu bersalin sesuai standar,Indikator Kegiatan: Tersedianya Layanan Kesehatan untuk UKM dan UKP Rujukan Tingkat Daerah Kabupaten/Kota,
Outcome Program: Meningkatnya kualitas pelayanan kesehatan ibu bersalin sesuai standar,Impact: Menurunnya Angka Kematian Ibu (AKI), |
|
A. LATAR BELAKANG
|
-
Dasar Hukum :
Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2000 Tentang Pengarustamaan Gender Dalam Pembangunan Nasional Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur Nomor 9 Tahun 2019 Tentang Pengarusamaan Gender Peraturan Walikota Surabaya Nomor 43 Tahun 2020 Tentang Pelaksanaan Peraturan Daerah Kota Surabaya Nomor 4 Tahun 2019 Tentang Pengarustamaan Gender
-
Gambaran Umum :
Langkah 2: 1. Jumlah sasaran ibu melahirkan/ nifas di Kota Surabaya Tahun 2023 adalah 37.611 orang., 2. Jumlah ibu hamil di Kota Surabaya Tahun 2023 adalah 43.881 orang., 3. Jumlah ibu bersalin/ nifas di Kota Surabaya 2023 adalah 41.885 orang, 4. Cakupan pelayanan persalinan di fasyankes sebesar 100,02%., 7. Kasus kematian ibu di Kota Surabaya Tahun 2023 adalah 32,59%.
Langkah 3: Tenaga kesehatan perempuan lebih kompeten dalam menangani kasus kegawatdaruratan obstetri dibandingkan tenaga kesehatan laki-laki., Kurangnya partisipasi tenaga kesehatan laki-laki untuk meningkatkan kompetensi dalam menangani kasus kegawatdaruratan obstetri, Belum ada kewajiban bagi tenaga kesehatan untuk mengikuti kegiatan peningkatan kompetensi dalam menangani kasus kegawatdaruratan obstetri, Meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan laki-laki dan perempuan dalam menangani kasus kegawatdaruratan obstetri
Langkah 4: Keterbatasan anggaran untuk kegiatan peningkatan kompetensi tenaga kesehatan
Langkah 5: 1. Kurangnya pemahaman tenaga kesehatan tentang pentingnya meningkatkan kompetensi dalam menangani kasus kegawatdaruratan obstetri.
2. Adanya anggapan bahwa pelayanan kesehatan bagi ibu hamil/bersalin dilakukan oleh tenaga kesehatan perempuan.
|
|
B. PENERIMA MANFAAT
|
Tenaga kesehatan yang memberikan pelayanan KIA, gawat darurat dan sistem rujukan maternal di 63 puskesmas |
|
C. STRATEGI UNTUK MENCAPAI KINERJA
|
-
Tujuan Reformulasi:
Memperkuat tata kelola klinis dan tata kelola manajemen di FKTP untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan ibu melalui peningkatan kapasitas tenaga kesehatan laki-laki dan tenaga kesehatan perempuan.
- Rencana Aksi
- Aktifitas :
Pemantapan Penanganan Kegawatdaruratan dan/atau Resiko pada Ibu Hamil/ Bersalin/ Nifas.
- Metode Pelaksanaan :
- Jadwal :
Dilaksanakan pada tahun 2026
-
Biaya Yang Diperlukan: 117700000
|