GENDER ACTION BUDGET (GAB)
KERANGKA ACUAN KERJA/TERM OF REFERENCE
SUB KEGITAN TA 2026

PERANGKAT DAERAH Kecamatan Asemrowo
PROGRAM Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Kelurahan Kegiatan: Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga Tingkat Kecamatan dan Kelurahan
KEGIATAN Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga Tingkat Kecamatan dan Kelurahan
SUB KEGIATAN Peningkatan Kesadaran Keluarga Dalam Membangun Kerja Sama Antar Keluarga, Warga, dan Kelompok Masyarakat
KINERJA RESPONSIF GENDER Tingkat partisipasi keluarga (laki-laki dan perempuan) dalam kegiatan peningkatan kesadaran keluarga
RENCANA CAPAIAN INDIKATOR KINERJA Indikator Sub Kegiatan: Jumlah Keluarga yang Mengikuti Peningkatan Kesadaran Keluarga :10.566 keluarga,Indikator Kegiatan: Jumlah kegiatan Peningkatan Kesadaran Keluarga dalam Membangun Kerja Sama antar-Keluarga, Warga, dan Kelompok Masyarakat yang terselenggara: 1 kegiatan, Outcome Program: Meningkatnya peran keluarga dalam pencegahan masalah kesehatan dan sosial di lingkungan,Impact: Menurunnya permasalahan stunting, gizi buruk, dan meningkatnya perilaku hidup bersih dan sehat di masyarakat,
A. LATAR BELAKANG
  1. Dasar Hukum :
    Peraturan Daerah Nomor 4 tahun 2019 tentang Pengarusutamaan Gender dan Peraturan Walikota Nomor 43 tahun 2020 tentang Pelaksanaan Peraturan Daerah Kota Surabaya Nomor 4 Tahun 2019 Tentang Pengarusutamaan Gender untuk mencapai pembangunan di Kota Surabaya yang adil baik bagi laki-laki maupun perempuan
  2. Gambaran Umum :
    Langkah 2: Jumlah penduduk Kecamatan Asemrowo dan Tokoh Pelaksana (RW), Jumlah penduduk Kecamatan Asemrowo: 48.708 jiwa Laki-laki: 24.576 jiwa Perempuan: 24.132 Jiwa, Tokoh Pelaksana (RW): 17 orang Laki-laki: 16 orang Perempuan: 1 orang, -, -
    Langkah 3: Akses informasi dan pendampingan terkait stunting, kesehatan ibu dan anak, serta PHBS lebih banyak diterima oleh perempuan dibandingkan lakilaki, Partisipasi lakilaki dalam kegiatan peningkatan kesadaran keluarga dan pemberdayaan masyarakat masih rendah, Pengambilan keputusan terkait kesehatan keluarga dan pengasuhan anak sebagian besar dibebankan kepada perempuan, Manfaat program belum optimal bagi seluruh anggota keluarga karena peran ayah dan anggota keluarga laki-laki belum maksimal
    Langkah 4: 1. Pola pelaksanaa n kegiatan masih berfokus pada ibu dan kader perempuan 2. Materi dan metode sosialisasi belum sepenuhny a mendorong peran setara lakilaki dan perempuan
    Langkah 5: 1. Norma sosial yang menganggap urusan kesehatan dan pengasuhan sebagai tanggung jawab perempuan. 2. Waktu dan pola kerja laki-laki yang membatasi keikutsertaa n dalam kegiatan masyarakat
B. PENERIMA MANFAAT Kader Surabaya Hebat di wilayah Kecamatan Asemrowo
C. STRATEGI UNTUK MENCAPAI KINERJA
  1. Tujuan Reformulasi:
    Meningkatka n kesadaran dan peran seluruh anggota keluarga, baik laki-laki maupun perempuan, dalam membangun kerja sama keluarga dan masyarakat yang sehat, peduli, dan berdaya
  2. Rencana Aksi
    1. Aktifitas :
      1. Pelibatan aktif laki-laki (ayah) dalam kegiatan kesadaran keluarga, PHBS, dan pencegahan stunting. 2. Penguatan kapasitas Kader Surabaya Hebat dengan perspektif responsif gender. 3. Pendamping an keluarga secara partisipatif dan inklusif
    2. Metode Pelaksanaan :
      • Swakelola
    3. Jadwal :
      Dilaksanakan pada tahun 2026
  3. Biaya Yang Diperlukan: 4401696000
 
Mengetahui,
Kepala Kecamatan Asemrowo
Kota Surabaya
 
H. Muhammad Khusnul Amin, S.IP. M.Si
NIP.