|
PERANGKAT DAERAH
|
Kecamatan Asemrowo |
|
PROGRAM
|
Pemberdayaan Masyarakat
Desa dan Kelurahan
Kegiatan: Pemberdayaan
dan Kesejahteraan Keluarga
Tingkat Kecamatan dan
Kelurahan |
|
KEGIATAN
|
Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga Tingkat Kecamatan dan
Kelurahan |
|
SUB KEGIATAN
|
Peningkatan Kesadaran Keluarga Dalam Membangun Kerja Sama Antar
Keluarga, Warga, dan Kelompok Masyarakat |
|
KINERJA RESPONSIF GENDER
|
Tingkat partisipasi
keluarga (laki-laki dan
perempuan) dalam
kegiatan peningkatan
kesadaran keluarga |
|
RENCANA CAPAIAN INDIKATOR KINERJA
|
Indikator Sub Kegiatan: Jumlah Keluarga yang
Mengikuti Peningkatan
Kesadaran Keluarga
:10.566 keluarga,Indikator Kegiatan: Jumlah kegiatan
Peningkatan Kesadaran
Keluarga dalam
Membangun Kerja Sama
antar-Keluarga, Warga,
dan Kelompok
Masyarakat yang
terselenggara: 1 kegiatan,
Outcome Program: Meningkatnya peran
keluarga dalam
pencegahan masalah
kesehatan dan sosial di
lingkungan,Impact: Menurunnya
permasalahan stunting,
gizi buruk, dan
meningkatnya perilaku
hidup bersih dan sehat di
masyarakat, |
|
A. LATAR BELAKANG
|
-
Dasar Hukum :
Peraturan Daerah
Nomor 4 tahun 2019
tentang
Pengarusutamaan
Gender dan Peraturan
Walikota Nomor 43
tahun 2020 tentang
Pelaksanaan
Peraturan Daerah
Kota Surabaya Nomor
4 Tahun 2019 Tentang
Pengarusutamaan
Gender untuk
mencapai
pembangunan di Kota
Surabaya yang adil
baik bagi laki-laki
maupun perempuan
-
Gambaran Umum :
Langkah 2: Jumlah penduduk
Kecamatan Asemrowo
dan Tokoh Pelaksana
(RW), Jumlah penduduk
Kecamatan
Asemrowo: 48.708
jiwa
Laki-laki: 24.576 jiwa
Perempuan: 24.132
Jiwa, Tokoh Pelaksana
(RW): 17 orang
Laki-laki: 16 orang
Perempuan: 1 orang, -, -
Langkah 3: Akses informasi
dan
pendampingan
terkait stunting,
kesehatan ibu
dan anak, serta
PHBS lebih
banyak diterima
oleh perempuan
dibandingkan lakilaki, Partisipasi lakilaki dalam
kegiatan
peningkatan
kesadaran
keluarga dan
pemberdayaan
masyarakat masih
rendah, Pengambilan keputusan terkait
kesehatan
keluarga dan
pengasuhan anak
sebagian besar
dibebankan
kepada
perempuan, Manfaat
program belum
optimal bagi
seluruh anggota
keluarga karena
peran ayah dan
anggota keluarga
laki-laki belum
maksimal
Langkah 4: 1. Pola
pelaksanaa
n kegiatan
masih
berfokus
pada ibu
dan kader
perempuan
2. Materi dan
metode
sosialisasi
belum
sepenuhny
a
mendorong
peran
setara lakilaki dan
perempuan
Langkah 5: 1. Norma sosial
yang
menganggap
urusan
kesehatan
dan
pengasuhan
sebagai
tanggung
jawab
perempuan.
2. Waktu dan
pola kerja
laki-laki yang
membatasi
keikutsertaa
n dalam
kegiatan
masyarakat
|
|
B. PENERIMA MANFAAT
|
Kader Surabaya Hebat di
wilayah Kecamatan
Asemrowo |
|
C. STRATEGI UNTUK MENCAPAI KINERJA
|
-
Tujuan Reformulasi:
Meningkatka
n kesadaran
dan peran
seluruh
anggota
keluarga,
baik laki-laki
maupun
perempuan,
dalam
membangun
kerja sama
keluarga dan
masyarakat
yang sehat,
peduli, dan
berdaya
- Rencana Aksi
- Aktifitas :
1. Pelibatan
aktif laki-laki
(ayah) dalam
kegiatan
kesadaran
keluarga,
PHBS, dan
pencegahan
stunting.
2. Penguatan
kapasitas
Kader
Surabaya
Hebat
dengan
perspektif
responsif
gender.
3. Pendamping
an keluarga
secara
partisipatif
dan inklusif
- Metode Pelaksanaan :
- Jadwal :
Dilaksanakan pada tahun 2026
-
Biaya Yang Diperlukan: 4401696000
|