|
PERANGKAT DAERAH
|
Kecamatan Benowo |
|
PROGRAM
|
Pemberdayaan Masyarakat
Desa dan Kelurahan
Kegiatan: Pemberdayaan dan
Kesejahteraan Keluarga
Tingkat Kecamatan dan
Kelurahan (Kecamatan
BENOWO) |
|
KEGIATAN
|
Peningkatan Kesadaran
Keluarga dalam Membangun
Kerja Sama antar-Keluarga Warga, dan Kelompok
Masyarakat |
|
SUB KEGIATAN
|
Peningkatan Kesadaran
Keluarga dalam Membangun
Kerja Sama antar-Keluarga
Warga, dan Kelompok
Masyarakat |
|
KINERJA RESPONSIF GENDER
|
Tingkat
partisipasi
keluarga (laki-laki
dan perempuan)
dalam kegiatan
peningkatan
kesadaran
keluarga. |
|
RENCANA CAPAIAN INDIKATOR KINERJA
|
Indikator Sub Kegiatan: Jumlah Keluarga
yang Mengikuti
Peningkatan
Kesadaran
Keluarga (30.208
keluarga).,Indikator Kegiatan: Jumlah kegiatan
Peningkatan
Kesadaran
Keluarga dalam
Membangun
Kerja Sama antar-Keluarga,
Warga, dan
Kelompok
Masyarakat yang
terselenggara (1
kegiatan).,
Outcome Program: Meningkatnya
peran keluarga
dalam
pencegahan
masalah
kesehatan dan
sosial di
lingkungan.,Impact: Menurunnya
permasalahan
stunting, gizi
buruk, dan
meningkatnya
perilaku hidup
bersih dan sehat
di masyarakat., |
|
A. LATAR BELAKANG
|
-
Dasar Hukum :
Dasar Hukum:
Peraturan Daerah
Nomor 4 tahun
2019 tentang
Pengarusutamaan
Gender dan
Peraturan
Walikota Nomor
43 tahun 2020
tentang
Pelaksanaan
Peraturan Daerah
Kota Surabaya
Nomor 4 Tahun
2019 Tentang
Pengarusutamaan
Gender untuk
mencapai
pembangunan di
Kota Surabaya
yang adil baik bagi
laki-laki maupun
perempuan.
-
Gambaran Umum :
Langkah 2: Jumlah penduduk
Kecamatan BENOWO dan
Tokoh Pelaksana
(RW), Jumlah penduduk
Kecamatan
BENOWO:
75.716 orang
Laki-laki: 37.797
orang
Perempuan:
37.919 orang, Tokoh Pelaksana
(RW): 27 orang
Laki-laki: 27 orang
Perempuan: 0
orang, Akses informasi dan pendampingan terkait stunting, kesehatan ibu dan anak, serta PHBS lebih banyak diterima oleh perempuan dibandingkan laki-laki., Partisipasi laki-laki dalam kegiatan peningkatan kesadaran keluarga dan pemberdayaan masyarakat masih rendah., Pengambilan keputusan terkait kesehatan keluarga dan pengasuhan anak sebagian besar dibebankan kepada perempuan., Manfaat program belum optimal bagi seluruh anggota keluarga karena peran ayah dan anggota keluarga laki-laki belum maksimal., Pola pelaksanaan kegiatan masih berfokus pada ibu dan kader perempuan. 2. Materi dan metode sosialisasi belum sepenuhnya mendorong peran setara laki-laki dan perempuan.
Langkah 3: Akses informasi
dan
pendampingan
terkait stunting,
kesehatan ibu
dan anak, serta
PHBS lebih
banyak diterima
oleh perempuan
dibandingkan
laki-laki., Partisipasi laki-
laki dalam
kegiatan
peningkatan
kesadaran
keluarga dan
pemberdayaan
masyarakat
masih rendah., Pengambilan
keputusan terkait
kesehatan keluarga dan
pengasuhan
anak sebagian
besar
dibebankan
kepada
perempuan., Manfaat program
belum optimal
bagi seluruh
anggota keluarga
karena peran
ayah dan
anggota keluarga
laki-laki belum
maksimal.
Langkah 4: 1. Pola
pelaksanaan
kegiatan masih
berfokus pada
ibu dan kader
perempuan. 2.
Materi dan
metode
sosialisasi belum
sepenuhnya
mendorong
peran setara laki-
laki dan
perempuan.
Langkah 5: 1. Norma sosial
yang
menganggap
urusan
kesehatan dan
pengasuhan
sebagai
tanggung jawab
perempuan. 2.
Waktu dan pola
kerja laki-laki
yang membatasi
keikutsertaan
dalam kegiatan
masyarakat.
|
|
B. PENERIMA MANFAAT
|
Kader Surabaya Hebat RT RW dan Semua Lapisan Masyarakat di
wilayah Kecamatan BENOWO |
|
C. STRATEGI UNTUK MENCAPAI KINERJA
|
-
Tujuan Reformulasi:
kesadaran dan
peran seluruh
anggota
keluarga, baik
laki-laki maupun
perempuan,
dalam
membangun
kerja sama
keluarga dan
masyarakat yang
sehat, peduli,
dan berdaya.
- Rencana Aksi
- Aktifitas :
1. Pelibatan aktif
laki-laki (ayah)
dalam kegiatan
kesadaran
keluarga, PHBS,
dan pencegahan
stunting. 2.
Penguatan
kapasitas Kader
Surabaya Hebat
dengan perspektif
responsif gender.
3. Pendampingan
keluarga secara
partisipatif dan
inklusif
- Metode Pelaksanaan :
- Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Kelurahan Kegiatan: Pemberdayaan
dan Kesejahteraan Keluar
- Jadwal :
Dilaksanakan pada tahun 2026
-
Biaya Yang Diperlukan: 945.000000
|