|
PERANGKAT DAERAH
|
Dinas Pendidikan |
|
PROGRAM
|
1.01.02 Program Pengelolaan Pendidikan |
|
KEGIATAN
|
1.01.02.2.02 Pengelolaan Pendidikan Sekolah Menengah Pertama |
|
SUB KEGIATAN
|
1.01.02.2.02.0041 Pembinaan dan Kelembagaan Manajemen Sekolah |
|
KINERJA RESPONSIF GENDER
|
1. Pelaksanaan kegiatan peningkatan kelembagaan terkait penetapan kuota peserta didik keluarga miskin ditargetkan 1 kali
2. Pelaksanaan kegiatan peningkatan kelembagaan terkait persiapan asesemen nasional ditargetkan 1 kali |
|
RENCANA CAPAIAN INDIKATOR KINERJA
|
Indikator Sub Kegiatan: Jumlah Kepala Sekolah SMP Negeri dan Swasta
L : 145 (48,50%)
P : 155 (51,50%),Indikator Kegiatan: Jumlah Sekolah Menengah Pertama yang Dilaksanakan Pembinaan 257 satuan pendidikan,
Outcome Program: Persentase SMP terakreditasi minimal B 97,12%,Impact: Terwujudnya Satuan Pendidikan yang memenuhi Standar Nasional Pendidikan, |
|
A. LATAR BELAKANG
|
-
Dasar Hukum :
Peraturan Walikota Surabaya No, 70 Tahun 2021 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Uraian Tugas dan Fungsi Serta Tata Kerja Dinas Pendidikan Kota Surabaya
-
Gambaran Umum :
Langkah 2: Jumlah lembaga SMP Negeri dan Swasta 384 satuan pendidikan, Jumlah Kepala Sekolah SMP Negeri dan Swasta
L : 145 (48,50%)
P : 155 (51,50%)
Jumlah guru SMP Negeri dan Swasta
L : 2.247 (35,39%)
P : 4.102 (64,61%), Jumlah siswa SMP Negeri dan Swasta
L : 59.616 (51,16%)
P : 56.907 (48,84%), Jumlah ketua OSIS SMPN dan SMPS
L : 93 (40,61%)
P : 146 (59,39%), Pengampu subkegiatan
Eselon II
L : 1
P : 0
Eselon III
L : 1
P : 0
Eselon IV
L : 0
P : 1
Langkah 3: Adanya kemudahan akses bagi peserta didik mendapatkan pendidikan yang layak, Masih adanya pandangan bahwa yang dapat mengenyam pendidikan harus laki-laki dimana berdasarkan data lebih banyak siswa laki-laki daripada perempuan, - Kepala Sekolah SMP Negeri dan Swasta didominasi oleh perempuan
- Guru SMP Negeri dan Swasta didominasi oleh perempuan
- Siswa SMP Negeri dan Swasta didominasi oleh laki-laki
- Ketua OSIS SMPN dan SMPS didominasi oleh perempuan, Meningkatkanya Mutu Kelembagaan dan Managemen Sekolah Menengah melalui pengawasan dan evaluasi izin operasional sekolah
Langkah 4: 1. Kurangnya personil Dinas Pendidikan dalam pelaksanaan kegiatan pembinaan dan kelembagaan manajemen sekolah
2. Kurangnya sosialisasi dan publikasi kegiatan ke masyarakat langsung
Langkah 5: 1. Kurangnya partisipasi peserta didik perempuan pada pendidikan dikarenakan faktor norma sosial, budaya, atau ekonomi
2. Mendorong keterlibatan laki-laki dalam kesetaraan gender
|
|
B. PENERIMA MANFAAT
|
SMP Negeri dan SMP Swasta |
|
C. STRATEGI UNTUK MENCAPAI KINERJA
|
-
Tujuan Reformulasi:
Meningkatkanya Mutu Kelembagaan dan Managemen Sekolah Menengah yang responsif gender.
- Rencana Aksi
- Aktifitas :
1. Melaksanakan kegiatan peningkatan kelembagaa n terkait penetapan kuota peserta didik keluarga miskin
2. Melaksanakan kegiatan peningkatan kelembagaa n terkait persiapan asesemen nasional
- Metode Pelaksanaan :
- • Kegiatan peningkatan kelembagaan terkait penetapan kuota peserta didik
keluarga miskin dihadiri oleh Kepala Sekolah SMPN dan SMPS sebanyak
L : 145 (48,50%)
P : 155 (51,50%)
• Kegiatan peningkatan kelembagaan terkait persiapan asesemen nasional
dihadiri oleh Kepala Sekolah SMPN dan SMPS sebanyak
L : 145 (48,50%)
P : 155 (51,50%)
- Jadwal :
Dilaksanakan pada tahun 2025
-
Biaya Yang Diperlukan: 140122500
|