GENDER ACTION BUDGET (GAB)
KERANGKA ACUAN KERJA/TERM OF REFERENCE
SUB KEGITAN TA 2025

PERANGKAT DAERAH Dinas Pendidikan
PROGRAM 1.01.02 Program Pengelolaan Pendidikan
KEGIATAN 1.01.02.2.02 Pengelolaan Pendidikan Sekolah Menengah Pertama
SUB KEGIATAN 1.01.02.2.02.0042 Pengelolaan Dana BOS Sekolah Menengah Pertama
KINERJA RESPONSIF GENDER 1. Pelaksanaan rapat koordinasi penyusunan RKAS (Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah) dihadiri oleh Kepala Sekolah dilaksankan 1 kali pada awal tahun 2. Pemberian bantuan operasional dari pemerintah pusat kepada sekolah berdasarkan jumlah peserta didik
RENCANA CAPAIAN INDIKATOR KINERJA Indikator Sub Kegiatan: Jumlah siswa SMP Negeri dan Swasta L : 59.616 (51,16%) P : 56.907 (48,84%),Indikator Kegiatan: Jumlah Sekolah Menengah pertama yang Mengelola Dana BOS 272 satuan pendidikan, Outcome Program: Angka kelulusan SMP/MTs 100%,Impact: Terwujudnya Satuan Pendidikan yang memenuhi Standar Nasional Pendidikan,
A. LATAR BELAKANG
  1. Dasar Hukum :
    - UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 34: Pemerintah dan Pemerintah Daerah menjamin terselenggaranya wajib belajar minimal pada jenjang pendidikan dasar tanpa memungut biaya - Peraturan Menteri Nomor 3 Tahun 2019 : bahwa untuk meningkatkan akses dan mutu pendidikan sebagai salah satu prioritas pembangunan nasional,perlu mendorong pemerintah daerah dalam menyelenggarakan pendidikan bagi masyarakat melalui pengalokasian dana bantuan operasional sekolah
  2. Gambaran Umum :
    Langkah 2: Jumlah lembaga SMP Negeri dan Swasta 384 satuan pendidikan, Jumlah Kepala Sekolah SMP Negeri dan Swasta L : 145 (48,50%) P : 155 (51,50%) Jumlah guru SMP Negeri dan Swasta L : 2.247 (35,39%) P : 4.102 (64,61%), Jumlah siswa SMP Negeri dan Swasta L : 59.616 (51,16%) P : 56.907 (48,84%), Jumlah siswa dari sekolah yg menerima BOS SMP L : 48.957 (50,98%) P : 47.006 (49,02%), Pengampu subkegiatan Eselon II L : 1 P : 0 Eselon III L : 1 P : 0 Eselon IV L : 0 P : 1
    Langkah 3: Adanya kemudahan akses bagi peserta didik mendapatkan pendidikan yang layak, Masih adanya pandangan bahwa yang dapat mengenyam pendidikan harus laki-laki dimana berdasarkan data lebih banyak siswa laki-laki daripada perempuan, - Kepala Sekolah SMP Negeri dan Swasta didominasi oleh perempuan - Guru SMP Negeri dan Swasta didominasi oleh perempuan - Siswa SMP Negeri dan Swasta didominasi oleh laki-laki - Siswa penerima bantuan BOS didominasi oleh laki-laki, Dengan pemberian layanan pendidikan yang layak tanpa pungutan bagi peserta didik dapat meningkatkan partisipasi sekolah yang akan mengurangi angka putus sekolah
    Langkah 4: 1. Kurangnya personil Dinas Pendidikan dalam pelaksanaan kegiatan pengelolaan dana BOS Sekolah Menengah Pertama 2. Kurangnya sosialisasi dan publikasi kegiatan ke masyarakat langsung
    Langkah 5: 1. Kurangnya partisipasi peserta didik perempuan pada pendidikan dikarenakan faktor norma sosial, budaya, atau ekonomi 2. Mendorong keterlibatan laki-laki dalam kesetaraan gender
B. PENERIMA MANFAAT SMP Negeri dan SMP Swasta
C. STRATEGI UNTUK MENCAPAI KINERJA
  1. Tujuan Reformulasi:
    Peserta didik mendapatkan layanan pendidikan yang layak tanpa pungutan serta responsif gender untuk mengurangi jumah anak putus sekolah di Kota Surabaya.
  2. Rencana Aksi
    1. Aktifitas :
      1. Penyusunan RKAS (Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah) 2. Pemberian bantuan BOS bagi siswa jenjang SMP Negeri dan Swasta
    2. Metode Pelaksanaan :
      • Rapat koordinasi penyusunan RKAS (Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah) dihadiri oleh Kepala Sekolah jenjang SMP Negeri dan Swasta L : 145 (48,50%) P : 155 (51,50%) Penerima bantuan BOS bagi siswa jenjang SMP Negeri dan Swasta L : 48.957 (50,98%) P : 47.006 (49,02%
    3. Jadwal :
      Dilaksanakan pada tahun 2025
  3. Biaya Yang Diperlukan: 123637600000
 
Mengetahui,
Kepala Dinas Pendidikan
Kota Surabaya
 
Ir. Yusuf Masruh, MM
NIP.