GENDER ACTION BUDGET (GAB)
KERANGKA ACUAN KERJA/TERM OF REFERENCE
SUB KEGITAN TA 2025

PERANGKAT DAERAH Dinas Pendidikan
PROGRAM 1.01.02 Program Pengelolaan Pendidikan
KEGIATAN 1.01.02.2.04 Pengelolaan Pendidikan Non Formal/Kesetaraan
SUB KEGIATAN 1.01.02.2.04.0016 Pembinaan Kelembagaan dan Manajemen Sekolah Nonformal/Kesetaraan
KINERJA RESPONSIF GENDER 1. Pelaksanaan sosialisasi AKM pendidikan kesetaraan di targetkan untuk tahun 2025 sebanyak 2 kali 43 satuan pendidikan 2. Peningkatan kompetensi bagi tutor PKBM ditargetkan untuk tahun 2025 sebanyak 2 kali pada 43 satuan pendidikan 3. Sosialisasi terkait sinkronisasi Dapodik ditargetkan pada tahun 2025 sebanyak 2 pada 43 satuan pendidikan
RENCANA CAPAIAN INDIKATOR KINERJA Indikator Sub Kegiatan: Jumlah Ketua Lembaga Kesetaraan yang mendapatkan Sosialisasi Akreditasi di tahun 2024: L : 23 (54,76%) P : 19 (45,24%),Indikator Kegiatan: Jumlah Sekolah Nonformal/Kesetara an yang Dilaksanakan Pembinaan Kelembagaan dan Manajemen 153 satuan pendidikan, Outcome Program: Ketepatan waktu pelayanan perizinan bidang pendidikan 100%,Impact: Terwujudnya Satuan Pendidikan yang memenuhi Standar Nasional Pendidikan,
A. LATAR BELAKANG
  1. Dasar Hukum :
    Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 38 Tahun 2023 tentang Akreditasi Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, Dan Pendidikan Menengah
  2. Gambaran Umum :
    Langkah 2: Jumlah lembaga PKBM dan SKB yang aktif adalah 43 lembaga, Jumlah ketua PKBM dan SKB sebanyak L : 23 (54,76%) P : 19 (45,24%), Jumlah siswa PKBM : L : 1.897 (62,77%) P : 1.125 (37,23%), Jumlah anak putus sekolah tahun 2024: L : 103 (66,45%) P : 52 (33,55%), Pengampu subkegiatan Eselon II L : 1 P : 0 Eselon III L : 1 P : 0 Eselon IV L : 1 P : 0
    Langkah 3: - Adanya kemudahan akses bagi anak putus sekolah untuk dapat melanjutkan pendidikan - Adanya kemudahan akses bagi lembaga untuk mendapatkan akreditasi, - Masih adanya pandangan bahwa yang dapat mengenyam pendidikan harus laki-laki dimana berdasarkan data lebih banyak siswa PKBM laki-laki daripada perempuan - Proses akreditasi dianggap sebagai beban administratif, - Siswa PKBM di dominasi oleh laki- laki - Ketua PKBM dan SKB didominasi laki-laki - Pengampu Subkegiatan ini didominasi oleh laki-laki, Dengan adanya sosialisasi terkait dengan Akreditasi Satuan Pendidikan PKBM agar dapat meningkatkan mutu/ kualitasnya.
    Langkah 4: 1. Kurangnya personil Dinas Pendidikan dalam pelaksanaan kegiatan pembinaan kelembagaan dan manajemen 2. Kurangnya sosialisasi dan publikasi kegiatan ke masyarakat langsung
    Langkah 5: 1. Kurangnya partisipasi perempuan dalam kepemimpinan nonformal/kesetaraan. 2. Kurangnya informasi terkait kelengkapan untuk syarat akreditasi 3. Lembaga yang kurang perhatian dalam kepengurusan administrasi perijinan
B. PENERIMA MANFAAT Lembaga PKBM Paket A, B dan C, peserta didik PKBM se-Surabaya
C. STRATEGI UNTUK MENCAPAI KINERJA
  1. Tujuan Reformulasi:
    Meningkatkan peran pengelola PKBM sebagai fasilitator peningkatan mutu dari segi pengelolaan operasional kelembagaan maupun dari segi pembelajaran yang responsif gender untuk mengurangi jumlah anak putus sekolah
  2. Rencana Aksi
    1. Aktifitas :
      1. Melaksanakan sosialiasasi Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) pendidikan kesetaraan 2. Mengadakan peningkatan kompetensi bagi tutor PKBM 3. Mengadakan sosialisasi terkait sinkronisasi Dapodik
    2. Metode Pelaksanaan :
      • • Kegiatan sosialisasi AKM pendidikan kesetaraan di hadiri oleh ketua PKBM sebanyak L : 23 (54,76%) P : 19 (45,24%) • Kegiatan peningkatan kompetensi dihadiri oleh tutor PKBM sebanyak L : 542 (40,51%) P : 796 (59,49%) • Sosialisasi terkait sinkronisasi Dapodik dihadiri oleh PKBM sebanyak 43 lembaga
    3. Jadwal :
      Dilaksanakan pada tahun 2025
  3. Biaya Yang Diperlukan: 92830000
 
Mengetahui,
Kepala Dinas Pendidikan
Kota Surabaya
 
Ir. Yusuf Masruh, MM
NIP.