|
PERANGKAT DAERAH
|
Kecamatan Sawahan |
|
PROGRAM
|
Program
Pemberdayaan
Masyarakat Desa
Dan Kelurahan |
|
KEGIATAN
|
Pemberdayaan
Kelurahan PAKIS |
|
SUB KEGIATAN
|
Pembangunan
Sarana dan
Prasarana
Kelurahan PAKIS |
|
KINERJA RESPONSIF GENDER
|
- Sosialisasi
dilaksanakan 3
bulan sekali - Terlaksananya
pemeliharaan
sesuai kondisi
saluran yang
rusak - Terlaksananya
pembangunan
saluran
pembuangan air
kotor baru |
|
RENCANA CAPAIAN INDIKATOR KINERJA
|
Indikator Sub Kegiatan: Jumlah sarana dan
prasarana yang
terbangun,Indikator Kegiatan: - Persentase
kelurahan yang
menindaklanjuti ndikator Program - Jumlah kelurahan
yang
dikembangkan
potensi
wilayahnya - 2. Jumlah
kelurahan
melaksanakan
musbangkel
berdasarkan
konsep inovasi,
Outcome Program: - Jumlah kelurahan
yang
dikembangkan
potensi
wilayahnya - 2. Jumlah
kelurahan
melaksanakan
musbangkel
berdasarkan
konsep inovasi,Impact: Impact:-Jumlah
saluran air
yang terbangun
meningkat
setiap
tahunnya -Luas
areal
genangan
berkurang, |
|
A. LATAR BELAKANG
|
-
Dasar Hukum :
Peraturan
Walikota Nomor
123 Tahun 2024
tentang
Perubahan
Ketiga atas
Peraturan Wali
Kota Surabaya
Nomor 68 Tahun
2019 tentang
Pedoman
Penyelenggaraan
Kegiatan
Pembangunan
Sarana dan
Prasarana
Kelurahan dan
Pemberdayaan
Masyarakat di
Kelurahan
-
Gambaran Umum :
Langkah 2: Pembangunan
sarana prasarana
berupa saluran
pembuangan air
kotor
dilaksanakan
karena kondisi
saluran di
Kelurahan Pakis
kurang layak dan
mengakibatkan
genangan di
musim hujan, Jumlah penduduk
di Kelurahan
Pakis
L : 17.455
P : 17.919, Jumlah RT tahun 2024
L : 90
P : 3, Jumlah RW tahun
2024
L : 10
P : 0, Dengan
meningkatnya
jumlah penduduk
di Kelurahan
Pakis diperlukan
optimalisasi
saluran
pembuangan air
kotor
Langkah 3: Warga memiliki akses
pembuangan air kotor
ke saluran sekunder, Setiap warga memiliki
saluran pembuangan
air kotor, Warga tidak memiliki
kewenangan untuk
mengatur saluran
sekunder, Apabila saluran air
befungsi optimal maka
dapat mencegah
banjir dan penyakit
Langkah 4: - Belum
adanya
jadwal
rutin untuk
membersi
hkan
saluran
pembuang
an air - Monitoring
saluran air
belum
optimal
- Sesuai
dengan
Analisis
Beban
Kerja
(ABK)
terdapat
kekuranga
n SDM
Langkah 5: - Adanya
masyarakat
yang buang
sampah
sembaranga
n
- Warga
kurang
memiliki
kesadaran
tentang
pentingnya
kesehatan
lingkungan
- Minimnya
pemahaman
pelaku
UMKM
dalam
pengisian
aplikasi
sistem
perijinan
berusaha
|
|
B. PENERIMA MANFAAT
|
Sarana
prasarana
berupa
pembuangan
air kotor dari
rumah tangga
ke saluran
sekunder |
|
C. STRATEGI UNTUK MENCAPAI KINERJA
|
-
Tujuan Reformulasi:
Jumlah
sarana dan
prasarana
kelurahan
yang
terbangun
berupa
optimalisasi
saluran
pembuanga
n air kotor
- Rencana Aksi
- Aktifitas :
- Sosialisasi terkait
permasalahan
saluran
pembuangan air
kotor kepada
warga - Pemelihatraan
saluran
pembuangan air
kotor - Pembangunan
saluran
pembuangan air
kotor
- Sosialisasi terkait
permasalahan
saluran
pembuangan air
kotor kepada
warga - Pemelihatraan
saluran
pembuangan air
kotor - Pembangunan
saluran
pembuangan air
kotor
- Metode Pelaksanaan :
- -Sosialisasi terkait permasalahan saluran pembuangan air kotor kepada warga -Pemelihatraan saluran pembuangan air kotor -Pembangunan salura
- Jadwal :
Dilaksanakan pada tahun 2025
-
Biaya Yang Diperlukan: 3148874860
|