|
RENCANA CAPAIAN INDIKATOR KINERJA
|
Indikator Sub Kegiatan: Jumlah Obat, Bahan Habis Pakai, Bahan Medis Habis Pakai, Vaksin, makanan dan minuman di Fasilitas Kesehatan yang disediakan,Indikator Kegiatan: Jumlah Unit Layanan yang Terpenuhi Kebutuhan Obat dan Perbekalan Kesehtanan Di RSUD Eka Candrarini,
Outcome Program: Persentase ketersediaan Obat dan Perbekalan Kesehatan RSUD Eka Candrarini,Impact: Persentase Sarana Kesehatan Milik Pemerintah Daerah yang Terakreditasi Minimal Utama, |
|
A. LATAR BELAKANG
|
-
Dasar Hukum :
1. PP No.47 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Bidang Perumahsakitan
2. Permenkes No. 63 Tahun 2014 tentang Pengadaan Obat Berdasarkan Katalog Elektronik (E-Catalogue).
3. Permenkes No. 72 Tahun 2016 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Rumah Sakit
-
Gambaran Umum :
Langkah 2: Data Pasien IGD per tanggal 18 Desember 2025 s/d Juni 2025
1. Januari: Pasien Baru Laki-laki 163, Pasien Baru Perempuan 202. Sedangkan Pasien Lama Laki-laki 4, Pasien Lam Perempuan 2.
2. Februari: Pasien Baru Laki-laki 224, Pasien Baru Perempuan 264. Sedangkan Pasien Lama Laki-laki 14, Pasien Lama Perempuan 36.
3. Maret: Pasien Baru Laki-laki 294, Pasien Baru Perempuan 355. Sedangkan Pasien Lama Laki-laki 28, Pasien Lama Perempuan 63.
4. April: Pasien Baru Laki-laki 294, Pasien Baru Perempuan 355. Sedangkan Pasien Lama Laki-laki 28, Pasien Lama Perempuan 63.
5. Mei: Pasien Baru Laki-laki 344, Pasien Baru Perempuan 405. Sedangkan Pasien Lama Laki-laki 36, Pasien Lama Perempuan 57.
6. Juni: Pasien Baru Laki-laki 357, Pasien Baru Perempuan 454. Siangtan Pasien Lama Laki-laki 32, Pasien Lama Perempuan 49., Data Pasien Rawat Jalan per tanggal 18 Desember 2025 s/d Juni 2025
1. Januari: Pasien Baru Laki-laki 70, Pasien Baru Perempuan 116. Sedangkan Pasien Lama Laki-laki 0, Pasien Lama Perempuan 11.
2. Februari: Pasien Baru Laki-laki 441, Pasien Baru Perempuan 525. Sedangkan Pasien Lama Laki-laki 136, Pasien Lama Perempuan 188.
3. Maret: Pasien Baru Laki-laki 550, Pasien Baru Perempuan 444. Sedangkan Pasien Lama Laki-laki 277, Pasien Lama Perempuan 452.
4. April: Pasien Baru Laki-laki 569, Pasien Baru Perempuan 412. Sedangkan Pasien Lama Laki-laki 488, Pasien Lama Perempuan 517.
5. Mei: Pasien Baru Laki-laki 388, Pasien Baru Perempuan 555. Sedangkan Pasien Lama Laki-laki 623, Pasien Lama Perempuan 667.
6. Juni: Pasien Baru Laki-laki 429, Pasien Baru Perempuan 561. Sedangkan Pasien Lama Laki-laki 860, Pasien Lama Perempuan745., Data Kunjungan Rawat Inap per tanggal 18 Desember 2025 s/d Juni 2025
1. Januari: Pasien Baru Laki-laki 9, Pasien Baru Perempuan 4. Sedangkan Pasien Lama Laki-laki 11, Pasien Lama Perempuan 9.
2. Februari: Pasien Baru Laki-laki 14, Pasien Baru Perempuan 25. Sedangkan Pasien Lama Laki-laki 48, Pasien Lama Perempuan 68.
3. Maret: Pasien Baru Laki-laki 17, Pasien Baru Perempuan 17. Sedangkan Pasien Lama Laki-laki 92, Pasien Lama Perempuan 116.
4. April: Pasien Baru Laki-laki 16, Pasien Baru Perempuan 32. Sedangkan Pasien Lama Laki-laki 89, Pasien Lama Perempuan 79.
5. Mei: Pasien Baru Laki-laki 22, Pasien Baru Perempuan 36. Sedangkan Pasien Lama Laki-laki 92, Pasien Lama Perempuan 85.
6. Juni: Pasien Baru Laki-laki 39, Pasien Baru Perempuan 66. Sedangkan Pasien Lama Laki-laki 87, Pasien Lama Perempuan 94., Data 10 penyakit di RSUD Eka Candrarini
1. Fever, unspecified: 718 kasus
2. Dyspepsia: 568 kasus
3. Diarrhoea and gastroenteritis of presumed infectious origin: 372 kasus
4. Fever of unknown origin: 328 kasus
5. Acute upper respiratory infection, unspecified: 316 kasus
6. Nausea and vomiting: 289 kasus
7. Other acute upper respiratory infections of multiple sites: 179 kasus
8. Other and unspecified abdominal pain: 177 kasus
9. Essential (primary) hypertension: 160 kasus
10. Dehydration: 145 kasus, Data Pembelian Paket Obat, Bahan Habis Pakai, Bahan Medis Habis Pakai, Vaksin, Makanan dan Minuman tahun 2025:
1. Januari: 0 paket
2. Februari: 3 paket
3. Maret: 3 paket
4. April: 3 paket
5. Mei: 3 paket
6. Juni: 3 paket
7. Juli: 4 paket
8. Agustus: 4 paket
Langkah 3: Kurangnya edukasi di masyarakat tentang obat generik sehingga banyak yang lebih memilih, Masyarakat sering meminta resep obat paten atau obat yang terkenal, Kontrol upaya edukasi Masyarakat mengenai penggunaan obat generik berlogo belum optimal, Pasien memperoleh pelayanan Kesehatan dengan terapi yang efektif dan efisien
Langkah 4: Karena permintaan pasien, seringkali tenaga medis meresepkan obat di luar formularium
Langkah 5: - Stock Obat generik di Distributor sering kosong
- Masyarakat banyak yang lebih percaya obat paten atau obat yang terkenal dari pada obat generik berlogo
- Gencarnya Promosi obat bermerek
|