|
PERANGKAT DAERAH
|
Kecamatan Wonocolo |
|
PROGRAM
|
PROGRAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA DAN KELURAHAN |
|
KEGIATAN
|
Kegiatan Pemberdayaan Kelurahan Siwalankerto |
|
SUB KEGIATAN
|
Pemberdayaan Masyarakat di Kelurahan |
|
KINERJA RESPONSIF GENDER
|
-Tersedianya sarana dan prasarana untuk kegiatan administrasi dan pengembangan organisasi
-Tersedianya Biaya Operasional Ketua Rukun Tetangga
-Tersedianya Biaya Operasional Ketua Rukun Warga (RW)
-Tersedianya Biaya Operasional Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan
- Tersedianya Pengadaan biaya operasional Balai RW
- Tersedianya Pengadaan biaya operasional Balai RT
- Tersedianya snack untuk menunjang kegiatan organisasi |
|
RENCANA CAPAIAN INDIKATOR KINERJA
|
Indikator Sub Kegiatan: Jumlah pokmas dan ormas yang melaksanakan pemberdayaan,Indikator Kegiatan: -Jumlah
kelurahan yang
dikembangkan
potensi
wilayahnya
-Jumlah
Kelurahan yang
melaksanakan
musbangkel
berdasarkan
konsep inovasi,
Outcome Program: - Persentase
Kelurahan yang
menindaklanjuti
konsep inovasi
- Persentase
Potensi Usaha yang
difasilitasi,Impact: Pokmas/ormas belum mendapatkan manfaat karena belum tersedianya sarana dan prasarana untuk mengembangkan kegiatan, |
|
A. LATAR BELAKANG
|
-
Dasar Hukum :
Peraturan Walikota Nomor 123 Tahun 2024 tentang Perubahan Ketiga atas Peraturan Wali Kota Surabaya Nomor 68 Tahun 2019 tentang Pedoman Penyelenggaraan Kegiatan Pembangunan Sarana dan Prasarana Kelurahan dan Pemberdayaan Masyarakat di Kelurahan
-
Gambaran Umum :
Langkah 2: Jumlah Penduduk Kelurahan Siwalankerto
L: 8.611
P: 8.763
Pelaksana sub kegiatan
L: 8.626
P: 8.785, Jumlah RT tahun 2025:
L:39 orang
P:1 orang
Jumlah RW tahun 2025 :
L:5 orang
P:1 orang, Jumlah :
Posyandu Balita : 20
Posyandu Remaja : 1
Posyandu Lansia : 6, Kelompok UKM : 1
PKK:
Kartar:
KSH :
Kelompok Pengajian : 6, Ketua LPMK : 1 LK
Ketua RW : 5 LK , 1 PR
Ketua RT : 39 LK; 1 PR
Langkah 3: Kelurahan belum bisa memberikan sarana-prasarana pendukung aktivitas secara maksimal, Tidak semua anggota Pokmas/Ormas aktif, Belum semua Pokmas/Ormas kegiatannya berjalan aktif sehingga kelurahan kurang optimal dalam melakukan pendampingan dan pembinaan, Pokmas/ormas belum mendapatkan manfaat karena belum tersedianya sarana dan prasarana untuk mengembangkan kegiatan
Langkah 4: Belum optimalnya penyerapan anggaran tahun 2024 untuk memenuhi sarana dan prasarana
Langkah 5: -Tingkat swadaya masyarakat di wilayah kelurahan belum optimal
Persepsi masyarakat dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat terkesan hanya berupa himbauan atau seruan belum sampai tindakan aktif
|
|
B. PENERIMA MANFAAT
|
Pokmas dan Ormas di Kelurahan Siwalankerto |
|
C. STRATEGI UNTUK MENCAPAI KINERJA
|
-
Tujuan Reformulasi:
Mengembangkan Pokmas dan Ormas yang melaksanakan Pemberdayaan Masyarakat di Kelurahan untuk meningkatkan penghasilan atau mengangkat perekonomian masyarakat
- Rencana Aksi
- Aktifitas :
1.Pengadaan sarana dan prasarana kegiatan berupa kursi lipat, speaker portable, computer, printer, LCD, screen projector, meja lipat, kipas angin
2. Pengadaan Biaya Operasional Ketua Rukun Tetangga
3. Pengadaan Biaya Operasional Ketua Rukun Warga (RW)
4. Pengadaan Biaya Operasional Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan
5. Pengadaan biaya operasional Balai RW
6. Pengadaan biaya operasional Balai RT
7. Pengadaan snack
- Metode Pelaksanaan :
- Berkoordinasi dengan OPD terkait supaya kegiatan pemberdayaan masyrakat di Kelurahan Siwalankerto bisa terealisasi
- Jadwal :
Dilaksanakan pada tahun 2025
-
Biaya Yang Diperlukan: 1.007924355
|