|
PERANGKAT DAERAH
|
Dinas Kesehatan |
|
PROGRAM
|
Pemenuhan Upaya Kesehatan Perorangan dan Upaya Kesehatan Masyarakat |
|
KEGIATAN
|
Penyediaan Layanan Kesehatan untuk UKM dan UKP Rujukan Tingkat Daerah Kabupaten/Kota |
|
SUB KEGIATAN
|
Pengelolaan Pelayanan Kesehatan Orang Terduga Tuberkulosis |
|
KINERJA RESPONSIF GENDER
|
1. Melakukan pendampingan bagi pasien TBC RO
2. Memberikan dukungan dan motivasi pada pasien TBC RO untuk terus menjalankan pengobatan sampai dengan selesai(tuntas)
3. Mengidentifikasi, memonitor, dan menginformasikan kepada petugas kesehatan jika ada keluhan efek samping obat pada pasien TBC RO
4.Melakukan contact tracing melalui kunjungan rumah baik bagi pasien TBC RO yang didampingi, maupun kontak erat pasien tersebut
5. Melacak dan melakukan kunjungan rumah jika ada pasien TBC RO yang mangkir/putus berobat |
|
RENCANA CAPAIAN INDIKATOR KINERJA
|
Indikator Sub Kegiatan: Jumlah Orang Terduga Menderita Tuberkulosis yang Mendapatkan Pelayanan Sesuai Standar,Indikator Kegiatan: Jumlah puskesmas yang melaksanakan pencegahan dan pengendalian penyakit menular,
Outcome Program: Terlaksananya kegiatan Pendampingan pasien TBC RO yang optimal dan Pertemuan-Pertemuan Program TBC.,Impact: Meningkatnya Status Kesehatan Masyarakat, |
|
A. LATAR BELAKANG
|
-
Dasar Hukum :
Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia nomor 67 Tahun 2016 tentang Penanngulangan Tuberculosis Pasal 1 Ayat (2) Penanggulangan Tuberkulosis yang selanjutnya disebut Penanggulangan TB adalah segala upaya kesehatan yang mengutamakan aspek promotif dan preventif, tanpa mengabaikan aspek kuratif dan rehabilitatif yang ditujukan untuk melindungi kesehatan masyarakat, menurunkan angka kesakitan, kecacatan atau kematian, memutuskan penularan, mencegah resistensi obat dan mengurangi dampak negatif yang ditimbulkan akibat Tuberkulosis
-
Gambaran Umum :
Langkah 2: Jumlah terduga TBC Tahun 2024 (semester 1) sebanyak 53.667 dengan rincian laki – laki 22.299 (42%) dan perempuan 31.368 (58%)., -, -, -, -
Langkah 3: 1. Orang Terduga Tuberkulosis Laki-laki dan perempuan mempunyai akses yang sama untuk mendapatkan pelayanan Kesehatan. (deteksi dini, pemeriksaan dan pendampingan)
2. Keterbatasan Informasi yang diterima orang Terduga Tuberkulosis menyebabkan kurangnya pengetahuan tentang Tuberkulosis
3. Perempuan cenderung mendapatkan informasi lebih banyak daripada laki-laki saat kegiatan pertemuan sosial masyarakat., Jumlah perempuan terduga Tuberkulosis lebih tinggi dari pada laki-laki, Tidak semua orang terduga Tuberkulosis memeriksakan kesehatannya ke fasilitas-fasilitas Kesehatan., Pemegang Program di bidang P2P di Dinas Kesehatan, Petugas Pelayanan Kesehatan dan Petugas Pendamping yang Sebagian besar perempuan., Meningkatkan kapasitas petugas pendamping terkait pendampingan pasien TBC RO
Langkah 4: 1. Berkurangnya SDM Dinas Kesehatan
2. Berkurangnya Petugas Kesehatan terlatih di Fasilitas Pelayanan Kesehatan
3. Berkurangnya Personil lainnya (contoh : Petugas Pendamping)
4. Melakukan contact tracing melalui kunjungan rumah baik bagi pasien TBC RO yang didampingi, maupun kontak erat pasien tersebut
5. Melacak dan melakukan kunjungan rumah jika ada pasien TBC RO yang mangkir/putus berobat
Langkah 5: Peran seluruh sektor terkait dalam untuk mendukung upaya pengendalian TBC belum maksimal
|
|
B. PENERIMA MANFAAT
|
Petugas Pendamping TBC RO, Satgas TBC dan Petugas Kesehatan Fasilitas Kesehatan Kota Surabaya. |
|
C. STRATEGI UNTUK MENCAPAI KINERJA
|
-
Tujuan Reformulasi:
1. Memenuhi target program deteksi dini, penemuan kasus, dan terduga kasus TBC;
2. Meningkatkan angka kesembuhan dengan melakukan pendampingan pasien TBC RO secara optimal;
3. Mengidentifikasi kondisi sosial dan ekonomi pasien TBC RO dengan melakukan kegiatan Contact Tracing;
4. Menurunkan angka drop out dengan melakukan pelacakan pasien TBC RO mangkir;
5. Meningkatkan kapasitas terkait Program TBC melalui pertemuan;
- Rencana Aksi
- Aktifitas :
1. Pendampingan pasien TBC RO yang optimal dan Pertemuan-Pertemuan Program TBC.
2. Melakukan validasi data Program TBC Melalui Aplikasi Sistem Informasi Tuberkulosis (SITB);
3. Melakukan Monitoring dan Evaluasi TBC Data Program TBC.
- Metode Pelaksanaan :
- Swakelola (sosialisasi, pelatihan peningkatan kapasitas terkait program penyakit tuberkulosis, pendampingan pasien, validasi data dan monev pelaporan SITB)
- Jadwal :
Dilaksanakan pada tahun 2025
-
Biaya Yang Diperlukan: 488160000
|