GENDER ACTION BUDGET (GAB)
KERANGKA ACUAN KERJA/TERM OF REFERENCE
SUB KEGITAN TA 2025

PERANGKAT DAERAH Dinas Kesehatan
PROGRAM Penyedia layanan kesehatan UKM dan UKP Rujukan Tingkat Daerah Kabupaten/Kota
KEGIATAN Penyediaan Layanan Kesehatan untuk UKM dan UKP Rujukan Tingkat Daerah Kabupaten/Kota
SUB KEGIATAN Pengelolaan Pelayanan Kesehatan Tradisional, Akupuntur, Asuhan Mandiri, dan Tradisional Lainnya
KINERJA RESPONSIF GENDER Sosialisasi dan edukasi kesehatan tradisional,Peningkatan fasilitas pelayanan kesehatan tradisional di Puskesmas, Pembinaan asuhan mandiri di masyarakat (pemanfaatan TOGA), Pelatihan Tenaga Kesehatan, Pemberian pelayanan akupuntur dan terapi tradisional lainnya
RENCANA CAPAIAN INDIKATOR KINERJA Indikator Sub Kegiatan: Jumlah Dokumen Hasil Pengelolaan Pelayanan Kesehatan Tradisional, Akupuntur, Asuhan Mandiri dan Tradisional Lainnya,Indikator Kegiatan: Jumlah dokumen pelaporan akreditasi puskesmas yang disusun, Outcome Program: Meningkatnya akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan tradisional yang aman, bermutu, dan bermanfaat.,Impact: Meningkatnya derajat kesehatan masyarakat melalui pendekatan pelayanan yang holistik,
A. LATAR BELAKANG
  1. Dasar Hukum :
    a. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan; b. Undang-undang Republik Indonesia No. 36 tahun 2009 tentang Kesehatan c. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No.43 tahun 2019 tentang Pusat Kesehatan Masyarakat d. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No.39 tahun 2016 tentang Pedoman Penyelenggaraan Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga
  2. Gambaran Umum :
    Langkah 2: 1. Jumlah kasus yang sudah diberikan layanan Outreach Kesehatan tahun 2024 dari bulan Januari hingga Desember sejumlah 455 kasus dengan rincian laki-laki 193 (42,42%) dan perempuan 262 (57,58%) perempuan, 2. Kegiatan Outreach Kesehatan dilakukan karena adanya laporan warga, laporan lintas sektor dan disposisi surat. Dengan masalah kesehatan, -, -, -
    Langkah 3: Sebesar 57,8 % perempuan yang di outreach kurang memanfaatkan pelayanan kesehatan dibandingkan laki-laki, Individu, keluarga, kelompok masyarakat yang tidak dapat mengakses pelayanan kesehatan karena terhambat beberapa faktor dan yang membutuhkan pelayanan kesehatan secara komprehensif., Dinas Kesehatan Kota Surabaya Bidang Pelayanan Kesehatan, Meningkatkan cakupan kesehatan bagi Individu, keluarga, kelompok masyarakat laki-laki maupun perempuan
    Langkah 4: 1. Keterbatasan SDM DinasKesehatan dalam memberi pelayanan kesehatan 2. Kurangnya pengetahuan petugas akan kesenjangan gender dalam pelayanan.
    Langkah 5: 1. faktor yang menghambat perempuan tidak bisa mengakses pelayanan kesehatan adalah kurangnya pengetahuan dan immobilisasi pasien perempuan dikarenakan proses penyakit. 2. Peranseluruh sector terkaituntukmendukungupaya kesehatan 3. FasilitasKesehatan yang menangani masalah-masalah kesehatan di masyarakat
B. PENERIMA MANFAAT Individu, keluarga, kelompok masyarakat yang tidak dapat mengakses pelayanan kesehatan karena terhambat beberapa faktor dan yang membutuhkan pelayanan kesehatan secara komprehensif
C. STRATEGI UNTUK MENCAPAI KINERJA
  1. Tujuan Reformulasi:
    1. Meningkatkan upaya kesehatan dengan memberikan layanan kesehatan outreach kesehatan pada masyarakat baik laik-laki maupun perempuan yang terhambat dalam penggunaan fasilitas pelayanan kesehatan. 2. Meningkatkan angka kesembuhan dan mengurangi angka kekambuhan. 3. Meningkatkan derajat kesehatan dan kualitas hidup masyarakat
  2. Rencana Aksi
    1. Aktifitas :
      1. Pelaksanaan kegiatan outreach kesehatan dan pelayanan kesehatan dengan penjangkauan dan kunjungan rumah 2. Pelaksanaan Peningkatan kapasitas petugas outreach kesehatan Puskesmas
    2. Metode Pelaksanaan :
      • Pelaksanaan kegiatan outreach kesehatan dengan penjangkauan dan kunjungan rumah
    3. Jadwal :
      Dilaksanakan pada tahun 2025
  3. Biaya Yang Diperlukan: 461000000
 
Mengetahui,
Kepala Dinas Kesehatan
Kota Surabaya
 
Nanik Sukristina S.KM, M.Kes
NIP.