|
PERANGKAT DAERAH
|
Badan Penanggulangan Bencana Daerah |
|
PROGRAM
|
Program Penanggulangan Bencana |
|
KEGIATAN
|
Pelayanan Penyelamatan dan Evakuasi Korban Bencana |
|
SUB KEGIATAN
|
Penyediaan Logistik Penyelamatan dan Evakuasi Korban Bencana Kabupaten/Kota |
|
KINERJA RESPONSIF GENDER
|
Terpenuhinya kebutuhan pokok korban bencana |
|
RENCANA CAPAIAN INDIKATOR KINERJA
|
Indikator Sub Kegiatan: Jumlah Korban Bencana yang Mendapatkan Distribusi Logistik Penyelamatan dan Evakuasi Korban Bencana,Indikator Kegiatan: Jenis kejadian bencana yang ditangani dalam Pelayanan Penyelamatan dan Evakuasi Korban Bencana,
Outcome Program: Persentase pengaduan kedaruratan yang direspon < 7 menit,Impact: Penanganan Bencana yang Terintegrasi, |
|
A. LATAR BELAKANG
|
-
Dasar Hukum :
Peraturan Walikota Surabaya Nomor 43 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Peraturan Daerah Kota Surabaya Nomor 4 Tahun 2019 tentang Pengarusutamaan Gender dan Keputusan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Surabaya Nomor 400.2 / 8258 / 436.8.5 / 2025 tentang Tim Focal Point Pengarusutamaan Gender (PUG) Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Surabaya Tahun 2025.
-
Gambaran Umum :
Langkah 2: Jumlah Masyarakat Kota Surabaya sebanyak 3.017.382 jiwa dengan rincian :
L = 1.494.317 jiwa (49,52%)
P = 1.523.065 jiwa (50,48%), Jumlah Petugas Satgas Kebencanaan BPBD Kota Surabaya tahun 2025 adalah sebanyak 353 orang dengan rincian :
L = 318 orang (90,08%)
P = 35 orang (9,91%), Perbandingan jumlah Petugas Satgas Kebencanaan BPBD Kota Surabaya tahun 2024 terhadap jumlah Masyarakat Kota Surabaya adalah 0,011699%, Sasaran jumlah korban bencana yang mendapat bantuan pada tahun 2025 adalah sebanyak 467 orang, Metode Pelaksanaan Sub Kegiatan Penyediaan Logistik Penyelamatan dan Evakuasi Korban Bencana Kabupaten/Kota dilaksanakan melalui metode swakelola dan pengadaan langsung
Langkah 3: Adanya kesamaan peluang untuk mendapatkan akses informasi terkait kegiatan Penyediaan Logistik Penyelamatan dan Evakuasi Korban Bencana Kabupaten/Kota, Pemanfaatan bantuan logistik lebih banyak dikelola oleh perempuan sehingga tingkat partisipasi perempuan lebih tinggi daripada laki-laki, Pejabat pengampu sub kegiatan didominasi laki-laki, Masyarakat yang menjadi korban bencana baik laki-laki maupun perempuan mendapatkan bantuan sesuai dengan kebutuhannya
Langkah 4: Masih adanya SDM di internal PD yang belum memahami konsep gender
Langkah 5: Adanya kekhawatiran dari masyarakat saat akan memberikan informasi sehingga petugas tidak mendapat informasi yang lengkap baik mengenai data korban maupun kronologi kejadian
|
|
B. PENERIMA MANFAAT
|
Masyarakat Kota Surabaya yang menjadi korban kejadian bencana |
|
C. STRATEGI UNTUK MENCAPAI KINERJA
|
-
Tujuan Reformulasi:
Terpenuhinya kebutuhan pokok korban bencana dan petugas penanggulangan bencana baik laki-laki maupun perempuan
- Rencana Aksi
- Aktifitas :
- Melakukan pendataan korban bencana yang memerlukan bantuan logistik
- Menyediakan bantuan berupa kebutuhan pokok bagi korban bencana
- Metode Pelaksanaan :
- Sub Kegiatan Penyediaan Logistik Penyelamatan dan Evakuasi Korban Bencana Kabupaten/Kota dilaksanakan dengan cara :
• Melaksanakan koordinasi dengan instansi terkait dalam rangka sinkronisasi kegiatan di bidang kedaruratan dan logistik pada saat tanggap darurat, dukungan logistik, rehabilitasi dan rekonstruksi saat pasca bencana;
• Melakukan fasilitasi pada pihak yang membutuhkan di bidang kedaruratan dan logistik pada saat tanggap darurat, dukungan logistik, rehabilitasi dan rekonstruksi saat pasca bencana;
• Melakukan pengumpulan data, observasi lapangan, mengkaji dan menyajikan data tentang kronologis bencana, jumlah korban dan jumlah sarana prasarana yang rusak;
• Melakukan pengumpulan dan pengelolaan serta analisis darurat tanggap bencana;
• Melaksanakan penanganan korban bencana dan pengungsi;
• Mengkualifikasi kelompok rentan / kelompok risiko (anak-anak, ibu hamil dan menyusui, lansia, penyandang disabilitas, orang penderita sakit);
• Melaksanakan pemberian bantuan pangan dan non pangan kepada korban bencana tepat waktu sesuai SOP.
Metode Pelaksanaan Sub Kegiatan Penyediaan Logistik Penyelamatan dan Evakuasi Korban Bencana Kabupaten/Kota dilaksanakan melalui metode swakelola dan pengadaan langsung.
- Jadwal :
Dilaksanakan pada tahun 2025
-
Biaya Yang Diperlukan: 2407360566
|