|
PERANGKAT DAERAH
|
Dinas Kesehatan |
|
PROGRAM
|
PROGRAM PEMENUHAN UPAYA KESEHATAN PERORANGAN DAN UPAYA KESEHATAN MASYARAKAT |
|
KEGIATAN
|
Penyediaan Layanan Kesehatan untuk UKM dan UKP Rujukan Tingkat Daerah Kabupaten/Kota |
|
SUB KEGIATAN
|
Pengambilan dan Pengiriman Spesimen Penyakit Potensial KLB ke Laboratorium Rujukan/Nasional |
|
KINERJA RESPONSIF GENDER
|
1) Melakukan sosialisasi terkait PD3I dan potensial KLB lainnya
2) Melakukan introduksi dan sosialisasi terkait penyakit infeksi baru / new emerging disease
3) Melakukan penemuan kasus secara tepat, kemudian pemantauan dan pelaporan kasus secara berkala |
|
RENCANA CAPAIAN INDIKATOR KINERJA
|
Indikator Sub Kegiatan: Jumlah Spesimen Penyakit Potensial Kejadian Luar Biasa (KLB) ke Laboratorium Rujukan/Nasional yang Didistribusikan,Indikator Kegiatan: Jumlah Puskesmas yang melaksanakan surveilans terpadu dan pembinaan imunisasi,
Outcome Program: Terlaksananya Pengambilan dan Pengiriman Spesimen Penyakit Potensial KLB ke Laboratorium Rujukan/Nasional,Impact: Meningkatnya Ketepatan dan Kecepatan Diagnostik Penyakit Potensial KLB, |
|
A. LATAR BELAKANG
|
-
Dasar Hukum :
a. Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2000 Tentang Pengarustamaan Gender Dalam Pembangunan Nasional
b. Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur Nomor 9 Tahun 2019 Tentang Pengarusamaan Gender
c. Peraturan Walikota Surabaya Nomor 43 Tahun 2020 Tentang Pelaksanaan Peraturan Daerah Kota Surabaya Nomor 4 Tahun 2019 Tentang Pengarustamaan Gender
-
Gambaran Umum :
Langkah 2: 1. Sasaran program surveilans campak/rubella tahun 2024 yaitu 2.921.996 dengan rincian 1.446.305 laki-laki dan 1.475.691 perempuan, 2. Jumlah suspek Pertusis tahun s.d Juni 2024 sebanyak 5 dengan rincian laki-laki 1 orang dan perempuan 4 orang, 3. Jumlah suspek Difteri tahun s.d Juni 2024 sebanyak 11 dengan rincian laki-laki 6 orang dan perempuan 5 orang, -, -
Langkah 3: 1. Seluruh masyarakat memiliki risiko yang sama tertular penyakit potensial KLB /PD3I baik perempuan dan laki-laki jika tidak mengontrol faktor risiko dari penyakit tersebut
2. Perempuan cenderung mendapatkan informasi lebih banyak daripada laki-laki, saat pertemuan-pertemuan sosial masyarakat karena laki-laki bekerja, Laki-laki lebih berpartisipasi untuk pengambilan sampel potensial KLB (darah) karena lokasi pengambilan (ruangan) lebih fleksibel dibanding perempuan, Pemegang Program di bidang P2P di Dinas Kesehatan dan Puskesmas
sebagian besar perempuan, Masih kurangnya pengetahuan, kepedulian, dan perhatian dari ayah (laki-laki) terhadap kesehatan anak karena sebagian besar ayah bekerja
Langkah 4: 1. SDM Dinas Kesehatan dan Puskesmas sebagian besar adalah perempuan
2. Sebagian besar Kader Surabaya Hebat (KSH) adalah perempuan
Langkah 5: 1. Laki-laki memiliki tingkat mobilisasi yang tinggi sehingga berisiko lebih besar untuk tertular penyakit potensial KLB
2. Masih adanya ketidakseimbangan kekuasaan dalam keluarga (laki-laki merupakan kepala keluarga yang memiki kekuasaan tertinggi pengambilan keputusan) sehingga mempengaruhi boleh tidaknya pengambilan sampel untuk pemeriksaan PD3I/potensial KLB
|
|
B. PENERIMA MANFAAT
|
Penanggungjawab Surveilans Puskesmas, dan seluruh tenaga kesehatan yang berkaitan dengan program surveilans di Kota Surabaya |
|
C. STRATEGI UNTUK MENCAPAI KINERJA
|
-
Tujuan Reformulasi:
1. Memastikan seluruh suspek dapat dilakukan pengambilan sampel untuk penegakkan diagnosis sehingga dapat menurunkan risiko penularan dan mencegah terjadinya KLB
2. Melakukan Penyelidikan epidemiologi pada seluruh suspek dan kasus konfirmasi PD3I/potensial KLB
3. Memastikan seluruh spesimen dikirim dan diperiksa di laboratorium rujukan/nasional
4. Melakukan monitoring dan evaluasi program surveilans PD3I dan potensial KLB lainnya
5. Melaksanakan pencatatan dan pelaporan hasil pelaksanaan kegiatan Surveilans
6. Merancang materi penyakit PD3I dan potensial wabah lainnya sebagai mitigasi surveilans
7. Menyasar laki-laki dan perempuan dalam semua penjangkauan dan penyampaian terkait PD3I dan penyakit potensial KLB lainnya
- Rencana Aksi
- Aktifitas :
1. Melakukan sosialisasi terkait PD3I dan potensial KLB lainnya
2. Melakukan introduksi dan sosialisasi terkait penyakit infeksi baru / new emerging disease
3. Melakukan penemuan kasus secara tepat, kemudian pemantauan dan pelaporan kasus secara berkala
4. Melakukan pengambilan dan pengiriman sampel PD3I atau penyakit potensial KLB lainnya ke laboratorium rujukan/nasional
- Metode Pelaksanaan :
- Kegiatan sosialisasi, penemuan kasus, pengambilan dan pengiriman sampel
- Jadwal :
Dilaksanakan pada tahun 2025
-
Biaya Yang Diperlukan: 918131203
|