GENDER ACTION BUDGET (GAB)
KERANGKA ACUAN KERJA/TERM OF REFERENCE
SUB KEGITAN TA 2025

PERANGKAT DAERAH Badan Penanggulangan Bencana Daerah
PROGRAM PROGRAM PENANGGULANGAN BENCANA
KEGIATAN Pelayanan Pencegahan dan Kesiapsiagaan terhadap Bencana
SUB KEGIATAN Pelatihan Pencegahan dan Mitigasi Bencana Kabupaten/Kota
KINERJA RESPONSIF GENDER Meningkatnya kompetensi dan kesiapsiagaan masyarakat dan Satgas Penanggulangan Bencana dalam menghadapi bencana
RENCANA CAPAIAN INDIKATOR KINERJA Indikator Sub Kegiatan: Jumlah warga negara termasuk kelompok rentan di kawasan rawan bencana Kabupaten/Kota yang mengikuti pelatihan pencegahan dan mitigasi bencana,Indikator Kegiatan: Jumlah pelaksanaan kegiatan dalam Pelayanan Pencegahan dan Kesiapsiagaan terhadap bencana, Outcome Program: Presentase Peningkatan Kapasitas Masyarakat dalam upaya Mitigasi Bencana,Impact: Penanganan Bencana yang terintegrasi,
A. LATAR BELAKANG
  1. Dasar Hukum :
    Peraturan Walikota Surabaya Nomor 43 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Peraturan Daerah Kota Surabaya Nomor 4 Tahun 2019 tentang Pengarustamaan Gender dan Keputusan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Surabaya Nomor 400.2/8258/436.8.5/2025 tentang Tim Focal Point Pengarustamaan Gender (PUG) Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Surabaya Tahun 2025.
  2. Gambaran Umum :
    Langkah 2: Sasaran Sub Kegiatan ini adalah peserta pelatihan pencegahan dan mitigasi bencana sebanyak 1650 orang yang terdiri dari : - Warga Sekolah - Bunda PAUD - Tenaga Kesehatan di Rumah Sakit / Puskesmas - Fasilitator PMI - Relawan, Jumlah Masyarakat Kota Surabaya sebanyak 3.017.382 jiwa dengan rincian penduduk laki-laki sebanyak 1.494.317 jiwa (49,52%) dan penduduk perempuan sebanyak 1.523.065 jiwa (50,48%), Jumlah warga kota Surabaya yang mengikuti kegiatan mitigasi pada Januari hingga Agustus tahun 2025 sebanyak 1065 orang yang terdiri dari L : 360 orang P : 705 orang, Jumlah Pegawai BPBD Kota Surabaya sebanyak 444 orang dengan rincian 374 orang laki-laki (84,85%) dan 70 orang perempuan (15,77%), Perbandingan jumlah pegawai BPBD terhadap jumlah Masyarakat Kota Surabaya adalah 0,01471%
    Langkah 3: Adanya kesamaan peluang untuk mendapatkan akses informasi terkait Pelatihan Pencegahan dan Mitigasi Bencana Kabupaten/Kota, Secara jumlah perempuan yang mengikuti kegiatan mitigasi bencana lebih tinggi daripada laki-laki, Pejabat pengampu sub kegiatan didominasi laki-laki, Masyarakat yang tanggap dalam melakukan mitigasi bencana didominasi oleh perempuan
    Langkah 4: Masih adanya SDM di Internal PD yang belum memahami konsep gender dan belum terciptanya budaya organisasi yang responsif gender
    Langkah 5: Persepsi pembagian kerja yang bersifat dikotomis antara sektor publik (laki-laki) dan domestik (perempuan) yang pada akhirnya membuat perempuan mengalami hambatan mengakses pengetahuan atau fasilitas yang berada di ranah publik, masih adanya masyarakat yang menjunjung nilai-nilai budaya pratiarki, serta dorongan/insting perempuan sebagai seorang ibu untuk melindungi keluarganya saat terjadi bencana
B. PENERIMA MANFAAT Peserta pelatihan pencegahan dan Mitigasi Bencana sebanyak 1650 orang yang terdiri dari
C. STRATEGI UNTUK MENCAPAI KINERJA
  1. Tujuan Reformulasi:
    Meningkatkan kapasitas masyarakat dalam menghadapi bencana, Mengurangi kerentanan Masyarakat, Meningkatkan partisipasi perempuan dalam Penanggulangan Bencana, Memberikan pendidikan kewaspadaan terhadap bencana yang mudah diakses oleh perempuan
  2. Rencana Aksi
    1. Aktifitas :
      Pembentukan Sekolah / Madrasah Tanggap Bencana, Edukasi Penanggulangan Bencana bagi Bunda PAUD, Pembentukan Rumah Sakit/Puskesmas Aman Bencana, Pelatihan dan Rekrutmen Fasilitator Palang Merah Indonesia, Pembinaan Potensi Relawan Bencana
    2. Metode Pelaksanaan :
    3. Jadwal :
      Dilaksanakan pada tahun
  3. Biaya Yang Diperlukan:
 
Mengetahui,
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah
Kota Surabaya
 
Irvan Widyanto, AMP, S.Sos, M.H
NIP.