|
PERANGKAT DAERAH
|
Dinas Kesehatan |
|
PROGRAM
|
Pengelolaan Pelayanan Kesehatan Olahraga |
|
KEGIATAN
|
Penyediaan pelayanan untuk UKM/UKP rujukan tingkat daerah kab/kota |
|
SUB KEGIATAN
|
Pengelolaan kesehatan kerja dan olahraga |
|
KINERJA RESPONSIF GENDER
|
Pembinaan dan pengukuran kebugaran jasmani bagi 1. Staff OPD (L = 150 Orang, P = 150 orang); 2. Kelompok Masyarakat (L = 80 orang, P = 75 orang); 3. Siswa siswi SMP (L = 150 anak, P = 150 anak) |
|
RENCANA CAPAIAN INDIKATOR KINERJA
|
Indikator Sub Kegiatan: -,Indikator Kegiatan: -,
Outcome Program: -,Impact: -, |
|
A. LATAR BELAKANG
|
-
Dasar Hukum :
1. UU No 11 tahun 2023 tentang keolahragaan; 2. UU No 17 tahun tahun 2023 tentang kesehatan; 3. Instruksi Presiden RI Nomor 1 Tahun 2017 tentang Gerakan Masyarakat Hidup Sehat; 4. Permenkes No 4 Tahun 2019 tentang Standar Teknis Pemenuhan Mutu Pelayanan Dasar pada Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan; 5. SE Germas Walikota Surabaya Nomor 094/3151/436.7.2/2017 tentang Germas
-
Gambaran Umum :
Langkah 2: Pengukuran kebugaran jasmani meliputi diantaranya : Pengukuran kebugaran pada OPD dengan peserta 150 orang (L = 78, P = 72) dan sasaran tercapai 100%, Pengukuran kebugaran jasmani pada kelompok olahraga masyarakat dengan peserta 100 orang (L = 7, P = 93) dan sasaran tercapai 100%, Pengukuran kebugaran jasmani pada kelompok siswa SMP dengan peserta 90 anak (L = 41, P = 49) dan sasaran tercapai 100%, -, -
Langkah 3: Adanya kerjasama lintas sektor anatar Dinas Kesehatan dengan Dinas Pendidikan, Kecamatan/Kelurahan dan Puskesmas, Jumlah peserta pengukuran kebugaran yang meliputi di antaranya : 1. OPD (L = 78 (52%), P = 72 (48%)); 2. Kelompok Olahraga Masyarakat (L = 7 (7%), P = 93 (93%)); 3. Siswa SMP (L = 41 (45,5%), P = 49 (54,4%)). Dari data tersebut terdapat perbedaan yaitu lebih banyak peserta perempuan daripada peserta laki-laki., Pelaksanan kegiatan adalah bidang kesehatan masyarakat, seksi kesehatan lingkungan keseahatan kerja dan olahraga, Dengan sosialisasi terkait aktivitas fisik yang dilakukan secara baik benar teratur dan terukur (BBTT) serta pelaksanaan kegiatan secara terjadwal, peserta dapat mengontrol daya tahan tubuhnya dan mengontrol pola makan yang sehat.
Langkah 4: Terbatasnya pemegang program kesehatan olahraga
Langkah 5: 1. Sasaran kegiatan rata-rata didominasi oelah perempuan daripada laki-laki; 2. Di dalam kelompok olahraga masyarakat yang mana sebagau sasaran kegiatan aktivitas fisik terfokus pda KSH, dimana para anggota KSH adalah warga Surabaya yang aktif dalam membantu program pemerintah kota. Warga tersebut lebih didominasi para ibu rumah tangga yang aktif dalam kegiatan -kegiatan sosial.
|
|
B. PENERIMA MANFAAT
|
OPD, Kelompok Olahraga Masyarakat dan Siswa SMP |
|
C. STRATEGI UNTUK MENCAPAI KINERJA
|
-
Tujuan Reformulasi:
Meningkatkan kebugaran jasmaninya, berguna untuk menilai kemampuan fisik seseorang, untuk mengukur kemampuan seseorang dalam jasmaninya serta untuk mengetahui sejauh mana kondisi atau perkembangan kebugaran jasmani.
- Rencana Aksi
- Aktifitas :
1. Pembinaan aktivitas fisik yang Baik Benar Teratur dan Terukur (BBTT) dengan sasaran Staff OPD, Kelompok Olahraga Masyarakat dan Siswa SMP. 2. Pelaksanaan pengukuran kebugaran jasmani bagi staff Dinas Kesehatan Pemerintah Kota Surabaya, Staff Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Saka Bhakti Husada (SBH) dan Siswa-siswi SMP
- Metode Pelaksanaan :
- Metode Rockport yaitu lari/jalan cepat sejauh 1600 meter
- Jadwal :
Dilaksanakan pada tahun 2025
-
Biaya Yang Diperlukan: 41970000
|