|
PERANGKAT DAERAH
|
Dinas Pendidikan |
|
PROGRAM
|
1.01.02 Program Pengelolaan Pendidikan |
|
KEGIATAN
|
1.01.02.2.01 Pengelolaan Pendidikan Sekolah Dasar |
|
SUB KEGIATAN
|
1.01.02.2.01.0029 Pengelolaan Dana BOS Sekolah Dasar |
|
KINERJA RESPONSIF GENDER
|
1. Pelaksanaan Rapat koordinasi penyussunan RKAS (Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah) dihadiri oleh kepala sekolah jenjang SD Negeri dan Swasta dilakukan 1 kali di awal tahun
2. Pemberian bantuan operasional dari pemerintah pusat kepada sekolah berdasarkan jumlah peserta didik |
|
RENCANA CAPAIAN INDIKATOR KINERJA
|
Indikator Sub Kegiatan: Jumlah siswa yang menerima BOS SD
L : 104.245 (52,71%)
P : 93.520 (47,29%),Indikator Kegiatan: Jumlah Sekolah Dasar yang Mengelola Dana BOS 587 Satuan Pendidikan,
Outcome Program: Ketepatan waktu pelayanan perizinan bidang pendidikan 100%,Impact: Terwujudnya Satuan Pendidikan yang memenuhi Standar Nasional Pendidika, |
|
A. LATAR BELAKANG
|
-
Dasar Hukum :
- UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 34: Pemerintah dan Pemerintah Daerah menjamin terselenggaranya wajib belajar minimal pada jenjang pendidikan dasar tanpa memungut biaya - Peraturan Menteri Nomor 3 Tahun 2019 : bahwa untuk meningkatkan akses dan mutu pendidikan sebagai salah satu prioritas pembangunan nasional,perlu mendorong pemerintah daerah dalam menyelenggarakan pendidikan bagi masyarakat melalui pengalokasian dana bantuan operasional sekolah
-
Gambaran Umum :
Langkah 2: Jumlah lembaga SD Negeri dan Swasta sebanyak 663 lembaga, Jumlah kepala sekolah jenjang SD Negeri dan Swasta :
L : 205 (35,41%)
P : 374 (64,59%), Jumlah guru SD Negeri dan Swasta
L : 2.974 (31.84%)
P : 6.365 (68,16%), Jumlah siswa yang menerima BOS SD
L : 104.245 (52,71%)
P : 93.520 (47,29%), Pengampu subkegiatan
Eselon II
L : 1
P : 0
Eselon III
L : 1
P : 0
Eselon IV
L : 0
P : 1
Langkah 3: - Adanya kemudahan akses bagi peserta didik mendapatkan pendidikan yang layak tanpa adanya pungutan, - Masih adanya pandangan bahwa yang dapat mengenyam pendidikan harus laki- laki dimana berdasarkan data lebih banyak siswa laki-laki daripada perempuan, - Kepala Sekolah jenjang SD Negeri dan Swasta didominasi oleh perempuan
- Guru jenjang SD Negeri dan Swasta didominasi oleh perempuan
- Pengampu Subkegiatan didominasi oleh laki-laki
- Siswa penerima BOS SD didominasi oleh laki-laki, Dengan memberikan layanan pendidikan yang layak tanpa pungutan bagi peserta didik dapat meningkatkan partisipasi sekolah yang akan mengurangi angka putus sekolah
Langkah 4: 1. Kurangnya personil Dinas Pendidikan dalam pelaksanaan kegiatan pengelolaan Dana BOS Sekolah Dasar
2. Kurangnya sosialisasi dan edukasi publikasi kegiatan ke masyarakat langsung
Langkah 5: - Mendorong keterlibatan laki-laki dalam mewujudkan kesetaraan gender
- Kecenderungan laki memilki jaringan relasi yang lebih luas daripada perempuan
|
|
B. PENERIMA MANFAAT
|
SD Negeri dan Swasta |
|
C. STRATEGI UNTUK MENCAPAI KINERJA
|
-
Tujuan Reformulasi:
Peserta didik mendapatkan layanan pendidikan yang layak tanpa pungutan serta responsif gender untuk mengurangi jumlah anak putus seolah di Kota Surabaya
- Rencana Aksi
- Aktifitas :
1. Penyusunan RKAS (Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah)
2. Pemberian bantuan BOS bagi siswa jenjang SD Negeri dan Swasta
- Metode Pelaksanaan :
- • Rapat koordinasi penyussunan RKAS (Rencana Kegiatan dan Anggaran
Sekolah) dihadiri oleh kepala sekolah jenjang SD Negeri dan Swasta :
L : 205 (35,41%)
P : 374 (64,59%)
• Penerima bantuan BOS bagi siswa jenjang SD Negeri dan Swasta
L : 104.245 (52,71%)
P : 93.520 (47,29%)
- Jadwal :
Dilaksanakan pada tahun 2025
-
Biaya Yang Diperlukan: 119601426429
|