|
PERANGKAT DAERAH
|
RSUD Dr. Mohamad Soewandhie |
|
PROGRAM
|
Pemenuhan upaya kesehatan perorangan dan upaya kesehatan masyarakat. |
|
KEGIATAN
|
Penyediaan fasilitas pelayanan kesehatan untuk UKM dan UKP kewenangan daerah kab/kota. |
|
SUB KEGIATAN
|
Pengadaan alat kesehatan/alat penunjang medik fasilitas pelayanan kesehatan. |
|
KINERJA RESPONSIF GENDER
|
Persentase ketersediaan sarana dan prasarana RSUD sesuai kelas RS Kategori Alat.
Rencana Belanja Tahun 2025
1.Instrumen bedah mulut dan gigi=1 set
2.Dental cauter=1 unit
3.Slit lamp=1 unit
4.Fetal dopler pocket=2 unit
5.CTG=1 set
6.Vidio laryngoscope=1 unit
7.Timbangan digital dan alat ukur tinggi badan=5 unit
8.Timbangan bayi digital dan pengukur tinggi=1 unit |
|
RENCANA CAPAIAN INDIKATOR KINERJA
|
Indikator Sub Kegiatan: Persentase ketersediaan sarana dan prasarana RSUD sesuai kelas RS.,Indikator Kegiatan: Persentase pemenuhan sarana fasilitas pelayanan kesehatan RSUD dr. Moh. Soewandhie.,
Outcome Program: Outcome indikator subkegiatan:
Jumlah alat kesehatan/ penunjang medik yang di adakan.
Outcome indikator kegiatan:
Persentase pemenuhan sarana fasilitas pelayanan kesehatan RSUD dr. Moh. Soewandhie.,Impact: Pengadaan alat kesehatan sesuai kebutuhan KSM gigi, Mata, KSM jantung, ruang ICU terpenuhi, |
|
A. LATAR BELAKANG
|
-
Dasar Hukum :
1.Undang-undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang kesehatan
2.Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2020 Tentang Klasifikasi Dan Perizinan Rumah Sakit
3.Perwali Nomor 95 Tahun 2021 Tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Uraian Tugas Dan Fungsi Serta Tata Kerja Rumah Sakit Umum Daerah Dokter Mohamad Soewandhie Kota Surabaya.
-
Gambaran Umum :
Langkah 2: -Jumlah pasien IGD
Pada tahun 2022 pasien IGD mencapai 33.051 meningkat menjadi 41.127 di tahun 2023, pada semester 1 tahun 2024 jumlah pasien IGD mencapai 34.081 dan diprediksi akan meningkat melebihi jumlah pasien tahun 2023. Data di atas juga menunjukkan bahwa sejak tahun 2022 hingga tahun 2024, jumlah pasien perempuan di IGD lebih tinggi dari pasien laki-laki.
-Jumlah pasien klinik rawat jalan
Pada tahun 2022 pasien klinik rawat jalan mencapai 251.157 meningkat menjadi 287.066 di tahun 2023, pada semester 1 tahun 2024 jumlah pasien klinik rawat jalan mencapai 217.162 dan diprediksi akan meningkat melebihi jumlah pasien tahun 2023. Data di atas juga menunjukkan bahwa sejak tahun 2022 hingga tahun 2024, jumlah pasien perempuan di klinik rawat jalan lebih tinggi dari pasien laki-laki.
-Jumlah pasien klinik mata
Pada tahun 2022 pasien klinik mata mencapai 12.312 meningkat menjadi 15.079 di tahun 2023, pada semester 1 tahun 2024 jumlah pasien klinik mata mencapai 11.928 dan diprediksi akan meningkat melebihi jumlah pelayanan pasien tahun 2023. Data di atas juga menunjukkan bahwa sejak tahun 2022 hingga tahun 2024, jumlah pasien perempuan di klinik mata lebih tinggi dari pasien laki-laki., -Jumlah pasien klinik gigi
pada tahun 2022 pasien klinik gigi mencapai 4.500 meningkat menjadi 6.708 di tahun 2023, pada semester 1 tahun 2024 jumlah pelayanan pasien klinik gigi mencapai 4.068 dan diprediksi akan meningkat melebihi jumlah pelayanan pasien tahun 2023. Data di atas juga menunjukkan bahwa sejak tahun 2022 hingga tahun 2024, jumlah pasien perempuan di klinik gigi lebih tinggi dari pasien laki-laki.
-Jumlah pasien klinik kandungan
Pada tahun 2022 pasien klinik kandungan mencapai 4.990 meningkat 6.255 di tahun 2023, pada semester 1 tahun 2024 jumlah pasien klinik kandungan mencapai 4.099 dan diprediksi akan meningkat melebihi jumlah pasien tahun 2023.
-Jumlah pasien klinik bedah mulut
Pada tahun 2022 pasien klinik bedah mulut mencapai 6.347 meningkat menjadi 7.405 di tahun 2023, Pada semester 1 tahun 2024 jumlah pasien klinik bedah mulut mencapai 4.670 dan diprediksi akan meningkat melebihi jumlah pasien tahun 2023. Grafik di atas juga menunjukkan bahwa sejak tahun 2022 hingga tahun 2024, jumlah pasien perempuan di klinik bedah mulut lebih tinggi dari pasien laki-laki.
-Jumlah pasien ICU dan ICU isolasi
Pada tahun 2022 jumlah pasien ICU dan ICU isolasi mencapai 85 meningkat menjadi 91 di tahun 2023, pada semester 1 tahun 2024 jumlah pasien ICU dan ICU isolasi mencapai 100, capaian ini lebih tinggi dari jumlah pasien tahun 2023., -Jumlah pasien operasi bedah gigi dan mulut
Pada tahun 2022 pasien operasi bedah gigi dan mulut mencapai 216 meningkat menjadi 215 di tahun 2023, pada semester 1 tahun 2024 Pasien operasi bedah gigi dan mulut mencapai 82. Data di atas juga menunjukkan bahwa sejak tahun 2022 hingga tahun 2024, jumlah pasien perempuan di klinik bedah mulut lebih tinggi dari pasien laki-laki.
-Jumlah pasien bersalin
Pada tahun 2022 pasien bersalin mencapai 1.224 meningkat 1.812 di tahun 2023, pada semester 1 tahun 2024 jumlah pasien bersalin mencapai 856 dan diprediksi akan meningkat melebihi jumlah pasien tahun 2023., -Jumlah pasien operasi obstetri dan ginekologi
Pada tahun 2022 pasien operasi obstetri dan ginekologi mencapai 1.276 meningkat 1.716 di tahun 2023, pada semester 1 tahun 2024 jumlah pasien operasi obstetri dan ginekologi mencapai 1.764 dan meningkat melebihi jumlah pasien tahun 2023.
-Jumlah pasien rawat inap
Pada tahun 2022 jumlah pasien rawat inap mencapai 23.295 meningkat menjadi 27.833 di tahun 2023, pada semester 1 tahun 2024 jumlah pasien rawat inap mencapai 13.881 dan diprediksi akan meningkat melebihi jumlah pasien tahun 2023. Data di atas juga menunjukkan bahwa sejak tahun 2022 hingga tahun 2024, jumlah pasien rawat inap perempuan lebih tinggi dari pasien laki-laki., -Pasien rawat jalan kategori lansia (≥65 tahun)
Pada tahun 2022 pasien rawat jalan kategori lansia mencapai 80.739 meningkat menjadi 59.756 di tahun 2023, pada semester 1 tahun 2024 pasien rawat jalan kategori lansia mencapai 56.829 dan diprediksi akan meningkat melebihi jumlah pasien tahun 2023. Data di atas juga menunjukkan bahwa sejak tahun 2022 hingga tahun 2024, pasien rawat jalan kategori lansia perempuan lebih tinggi dari pasien laki-laki.
-Jumlah ruang operasi per tahun 2024
Pada tahun 2024 memiliki 14 ruang operasi, 3 diantaranya adalah ruang operasi emergency dan 11 ruang operasi elektif.
Langkah 3: Ketersediaan beberapa alat kesehatan yang hanya bisa di akses oleh masyarakat di faskes tingkat lanjut., Partisipasi masyarakat terutama laki-laki dalam upaya kesehatan preventif dan promotif yang masih rendah sehingga permasalahan kesehatan berkembang. menjadi kuratif dan rehabilitatif, Kesenjangan terkait alat yang diskontinyu atau rusak dapat dikontrol oleh RSUD dr. Moh Soewandhie., Pada umumnya pasien laki-laki kurang menyadari manfaat dari upaya kesehatan preventif dan promotif.
Langkah 4: -Frekuensi penggunaan alat kesehatan/ penunjang medik yang tinggi sehingga mempengaruhi umur dan kinerja alat tersebut.
-Kondisi beberapa alat sudah mulai rusak sehiingga butuh diganti
-Ketersediaan alat dalam segi kuantitas dan kualitas dan pengadaanya sesuai dengan kunjungan pasien laki-laki dan perempuan
-Adanya fasilitas pelayanan pemeriksaan penunjang baru dapat meningkatkan validitas pemeriksaan pasien, pemberian terapi atau penanganan untuk pasien menjadi lebih cepat dan tepat.
Langkah 5: -Perkembangan ilmu kedokteran yang mutakhir membutuhkan penyediaan alat kedokteran.
-Jumlah pasien yang semakin banyak sehingga butuh peremajaan dan pengembangan alat.
-Adanya budaya di masyarakat bahwa jika perempuan sakit, mendapat dukungan lebih besar dari keluarga untuk berobat ketimbang laki-laki, sehingga jumlah pasien di RS lebih banyak perempuan dari pada laki-laki.
|
|
B. PENERIMA MANFAAT
|
Alat kesehatan untuk pelayanan bedah mulut dan gigi, klinik gigi, mata, jantung dan ruang ICU terpenuhi. |
|
C. STRATEGI UNTUK MENCAPAI KINERJA
|
-
Tujuan Reformulasi:
Memenuhi jumlah alat kesehatan /alat penunjang medik rumah sakit bagi seluruh golongan pasien dalam kuratif dan rehabilitatif sehingga upaya kesehatan perorangan terpenuhi.
- Rencana Aksi
- Aktifitas :
Pengadaan alat kesehatan/kedokteran:
1. Gigi
2. Mata
3. Jantung
4. Ruang ICU
- Metode Pelaksanaan :
- Jadwal :
Dilaksanakan pada tahun 2025
-
Biaya Yang Diperlukan: 1432448450
|