GENDER ACTION BUDGET (GAB)
KERANGKA ACUAN KERJA/TERM OF REFERENCE
SUB KEGITAN TA 2025

PERANGKAT DAERAH Dinas Kesehatan
PROGRAM PROGRAM PEMENUHAN UPAYA KESEHATAN PERORANGAN DAN UPAYA KESEHATAN MASYARAKAT
KEGIATAN Penyediaan Layanan Kesehatan untuk UKM dan UKP Rujukan Tingkat Daerah Kabupaten/Kota
SUB KEGIATAN Pengelolaan pelayanan kesehatan orang dengan HIV (ODHIV)
KINERJA RESPONSIF GENDER a. Pengadaan PMT ODHIV b. Intervensi gizi pada ODHIV
RENCANA CAPAIAN INDIKATOR KINERJA Indikator Sub Kegiatan: Jumlah orang dengan HIV (ODHIV) yang mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai standar,Indikator Kegiatan: Jumlah puskesmas yang melaksanakan pencegahan dan pengendalian penyakit menular, Outcome Program: Tercapainya Pengelolaan Pelayanan Kesehatan Orang Dengan HIV (ODHIV) laki-laki dan perempuan berupa intervensi Gizi melalui Pemberian Makanan Tambahan (PMT) ODHIV,Impact: Meningkatkan Kesehatan dan Harapan Hidup ODHIV,
A. LATAR BELAKANG
  1. Dasar Hukum :
    a. Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2000 Tentang Pengarustamaan Gender Dalam Pembangunan Nasional b. Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur Nomor 9 Tahun 2019 Tentang Pengarusamaan Gender c. Peraturan Walikota Surabaya Nomor 43 Tahun 2020 Tentang Pelaksanaan Peraturan Daerah Kota Surabaya Nomor 4 Tahun 2019 Tentang Pengarustamaan Gender
  2. Gambaran Umum :
    Langkah 2: 1) Data orang berisiko HIV Tahun 2024 (semester 1) sejumlah 59.558 dengan rincian Laki-laki : 20.905 (35,10%) dan perempuan : 38.653 (64,89%)., 2) Data kasus HIV tahun 2024 (semester 1) sejumlah 626 orang, dengan rincian Laki-laki : 511 (81,62%) dan perempuan : 115 (18,37%)., 3) Jumlah orang dengan HIV Tahun 2023 yang mendapatkan PMT sebanyak 205 orang., -, -
    Langkah 3: ODHIV Laki-laki dan perempuan mendapatkan akses yang sama terhadap pelayanan HIV, Perempuan lebih tertutup daripada laki-laki untuk menyampaikan kondisi kesehatannya, a. Dinas Kesehatan b. Puskesmas c. ODHIV, ODHIV laki-laki maupun perempuan mendapatkan manfaat pelayanan HIV
    Langkah 4: 1. Keterbatasan jumlah tenaga yang memamaham tentang HIV baik di Dinas Kesehatan, aparatur pemerintahan, kader maupun masyarakat 2. Pandangan masyarakat bahwa Orang dengan HIV cenderung laki-laki 3. Perempuan lebih beresiko tertular HIV
    Langkah 5: 1. Peran seluruh sektor terkait dalam untuk mendukung upaya pencegahan ODHIV belum maksimal 2. Fasilitas Kesehatan yang menangani penderita ODHIV masih kurang
B. PENERIMA MANFAAT Orang Dengan HIV (ODHIV) ber KTP Surabaya yang melakukan pengobatan di Fasilitas Kesehatan Kota Surabaya dengan status gizi kurang dan merupakan keluarga miskin.
C. STRATEGI UNTUK MENCAPAI KINERJA
  1. Tujuan Reformulasi:
    1. Peran seluruh sektor terkait dalam untuk mendukung upaya pencegahan ODHIV belum maksimal 2. Fasilitas Kesehatan yang menangani penderita ODHIV masih kurang
  2. Rencana Aksi
    1. Aktifitas :
      Memberikan intervensi gizi kepada ODHIV pada semua stadium HIV.
    2. Metode Pelaksanaan :
      • a. Penyusunan dokumen pengadaan PMT bagi ODHIV b. Pelaksanaan pengadaan PMT bagi ODHIV c. Penyusunan alokasi distribusi PMT bagi ODНІV d. Pendistribusian PMT bagi ODHIV di Puskesmas e. Monitoring dan evaluasi PMT ODHIV
    3. Jadwal :
      Dilaksanakan pada tahun 2025
  3. Biaya Yang Diperlukan: 841879501
 
Mengetahui,
Kepala Dinas Kesehatan
Kota Surabaya
 
Nanik Sukristina S.KM, M.Kes
NIP.