GENDER ACTION BUDGET (GAB)
KERANGKA ACUAN KERJA/TERM OF REFERENCE
SUB KEGITAN TA 2025

PERANGKAT DAERAH Dinas Pendidikan
PROGRAM 1.01.02 Program Pengelolaan Pendidikan
KEGIATAN 1.01.02.2.02 Pengelolaan Pendidikan Sekolah Menengah Pertama
SUB KEGIATAN 1.01.02.2.02.0058 Penyelenggaraan Proses Belajar Bagi Peserta Didik
KINERJA RESPONSIF GENDER 1. Pelaksanaan Kegiatan diseminasi pemanfaatan hasil asesmen bakat minat siswa SMP dilakukan 1 kali 2. Pelaksanaan Kegiatan penguatan literasi dan numerasi jenjang SMP dilaksanakan 1 kali
RENCANA CAPAIAN INDIKATOR KINERJA Indikator Sub Kegiatan: Jumlah Waka Kurikulum L : 81 (31,40) P : 177 (68,60%,Indikator Kegiatan: Jumlah Peserta Didik yang Mengikuti Proses Belajar 330 satuan pendidikan, Outcome Program: Persentase SMP terakreditasi minimal B 97,12%,Impact: Terwujudnya Satuan Pendidikan yang memenuhi Standar Nasional Pendidikan,
A. LATAR BELAKANG
  1. Dasar Hukum :
    - Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2022 tentang Perubahan atas peraturan Pemerintah Nomer 57 Tahun 2021 Tentang Standart Nasional Pendidikan, - Permendikbud No 43 Tahun 2019 Tentang Penyelenggaraan Ujian yang diselenggarakan Satuan pendidikan dan Ujian Nasional - Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan 1/2021 Tentang Peniadaan Ujian Nasional Dan Ujian Kesetaraan Serta Pelaksanaan Ujian Sekolah Dalam Masa Darurat Penyebaran Corona Virus Disease Covid-19
  2. Gambaran Umum :
    Langkah 2: Jumlah lembaga SMP Negeri dan Swasta 384 satuan pendidikan, Jumlah Kepala Sekolah SMP Negeri dan Swasta L : 145 (48,50%) P : 155 (51,50%), Jumlah Waka Kurikulum L : 81 (31,40) P : 177 (68,60%) Jumlah guru BK jenjang SMP L : 360 (64,98%) P : 194 (35,02%), Jumlah siswa SMP Negeri dan Swasta L : 59.616 (51,16%) P : 56.907 (48,84%), Pengampu subkegiatan Eselon II L : 1 P : 0 Eselon III L : 1 P : 0 Eselon IV L : 0 P : 1
    Langkah 3: - Adanya kemudahan akses bagi peserta didik mendapatkan pendidikan yang layak - Adanya kemudahan akses bagi guru BK laki- laki dikarenakan persepsi sebagai figur otoritas, - Masih adanya pandangan bahwa yang dapat mengenyam pendidikan harus laki-laki dimana berdasarkan data lebih banyak siswa laki-laki daripada perempuan - Guru BK laki-laki dianggap lebih mampu dalam menghadapi konflik antar siswa terutama pada sekolah yang memiliki banyak siswa laki-laki, - Kepala Sekolah SMP Negeri dan Swasta didominasi oleh perempuan - Waka Kurikulum didominasi oleh perempuan - Guru BK didominasi oleh laki-laki - Siswa SMP Negeri dan Swasta didominasi oleh laki-laki - Pejabat pengampu pada subkegiatan ini didominasi oleh laki-laki, Memberikan manfaat yang luas yakni pengembangan kemampuan akademik hingga pembentukan karakter dan keterampilan hidup. Dengan proses belajar yang efektif, siswa tidak hanya mencapai tujuan kurikulum tetapi juga siap menghadapi tantangan masa depan sebagai individu yang kompeten, kreatif, dan bermoral
    Langkah 4: 1. Kurangnya personil Dinas Pendidikan dalam pelaksanaan kegiatan penyelenggar aan proses belajar bagi peserta didik 2. Kurangnya sosialisasi dan publikasi kegiatan ke masyarakat langsung
    Langkah 5: 1. Kurangnya partisipasi peserta didik perempuan pada pendidikan dikarenakan faktor norma sosial, budaya, atau ekonomi 2. Stereotip yang berkembang di masyarakat menganggap laki-laki lebih rasional dan objektif dalam menyelesaikan masalah, yang dianggap sesuai untuk peran sebagai konselor
B. PENERIMA MANFAAT Peserta Didik SMP Negeri dan Swasta
C. STRATEGI UNTUK MENCAPAI KINERJA
  1. Tujuan Reformulasi:
    Mensosialisasikan kebijakan terkait pelaksanaan ujian sekolah dan asesmen nasional, memberikan pelatihan kepada guru perempuan dan laki-laki secara setara mengenai penyusunan model soal asesmen nasional serta perencanaan pembelajarannya, dan menyusun soal yang inklusif
  2. Rencana Aksi
    1. Aktifitas :
      1. Melaksanakan kegiatan diseminasi pemanfaata n hasil asesmen bakat minat siswa SMP 2. Mengadakan kegiatan penguatan Literasi dan Numerasi jenjang SMP
    2. Metode Pelaksanaan :
      • • Kegiatan diseminasi pemanfaatan hasil asesmen bakat minat siswa SMP dihadiri oleh guru BK sebanyak L : 360 (64,98%) P : 194 (35,02%) • Kegiatan penguatan literasi dan numerasi jenjang SMP dihadiri oleh Waka Kurikulum sebanyak L : 81 (31,40) P : 177 (68,60%)
    3. Jadwal :
      Dilaksanakan pada tahun 2025
  3. Biaya Yang Diperlukan: 380150000
 
Mengetahui,
Kepala Dinas Pendidikan
Kota Surabaya
 
Ir. Yusuf Masruh, MM
NIP.