|
PERANGKAT DAERAH
|
Kecamatan Dukuh Pakis |
|
PROGRAM
|
PROGRAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA DAN KELURAHAN |
|
KEGIATAN
|
Kegiatan Pemberdayaan Kelurahan Pradah Kalikendal |
|
SUB KEGIATAN
|
Pemberdayaan Masyarakat di Kelurahan Pradah Kalikendal |
|
KINERJA RESPONSIF GENDER
|
- Melibatkan PKK, KSH, kelompok pemuda (karang taruna) dalam perencanaan program - Sediakan skema kredit mikro atas nama perempuan, beri pelatihan manajemen usaha keluarga bersama pasangan |
|
RENCANA CAPAIAN INDIKATOR KINERJA
|
Indikator Sub Kegiatan: Meningkatnya kesejahteraan masyarakat pada tahun 2025,Indikator Kegiatan: Terlaksananya sub kegiatan Pemberdayaan Masyarakat di Kelurahan,
Outcome Program: Tercapainya sub kegiatan Pemberdayaan Masyarakat di Kelurahan dengan memberi perempuan untuk mudah dalam akses modal & pengambilan keputusan usaha.,Impact: Tercapainya sub kegiatan Pemberdayaan Masyarakat di Kelurahan dengan memberi perempuan untuk mudah dalam akses modal & pengambilan keputusan usaha., |
|
A. LATAR BELAKANG
|
-
Dasar Hukum :
a. PERDA No 4 TAHUN 2019 TENTANG PUG b. PERWALI NO 43 TAHUN 2020 TENTANG PUG KOTA SURABAYA
-
Gambaran Umum :
Langkah 2: Sarpras yang dibutuhkan: Bahan Pelatihan Olahan Pangan, Pelaksana sub kegiatan : L : 4 orang P : 20 orang, Jumlah keluarga miskin th 2025 : L : 104 Jiwa P : 134 Jiwa, Jumlah warga yang mendapatkan informasi terkait kegiatan pemberdayaan kelurahan : L : 8.339 Jiwa P : 8.502 Jiwa, Jumlah penduduk kelurahan pradah kalikendal : L : 8.339 Jiwa P : 8.502 Jiwa
Langkah 3: Laki-laki dan perempuan mendapatkan akses informasi yang sama terkait Sub Kegiatan Pemberdayaan Masyarakat di Kelurahan, Kecenderungan Lebih banyak Perempuan dari pada laki-laki yang mengikuti pelatihan olahan pangan, Pembuat kebijakan didominasi oleh perempuan, Lebih banyak Perempuan yg menerima manfaat daripada laki laki berdasarkan keikut sertaan dalam pelatihan olahan pangan yaitu L : 4 orang P : 20 orang
Langkah 4: Pelatihan dianggap “ranah perempuan” sehingga laki-laki enggan terlibat.
Langkah 5: Minimnya keterlibatan laki-laki dalam mengikuti pelatihan olahan pangan karena keterbatasan waktu, mayoritas peserta perempuan rumah tangga; laki-laki minim dalam berpartisipasi.
|
|
B. PENERIMA MANFAAT
|
Pokmas dan Ormas yang Melaksanakan Pemberdayaan Masyarakat di Kelurahan |
|
C. STRATEGI UNTUK MENCAPAI KINERJA
|
-
Tujuan Reformulasi:
Membuka akses pelatihan untuk semua gender, penyediaan kredit mikro untuk perempuan (bisa melalui Koperasi Merah Putih), pendampingan legalitas usaha, membentuk kelompok usaha campuran, serta kemitraan dengan lembaga/ritel yang responsif gender.
- Rencana Aksi
- Aktifitas :
- Melibatkan PKK, KSH, kelompok pemuda (karang taruna) dalam perencanaan program - Sediakan skema kredit mikro atas nama perempuan, beri pelatihan manajemen usaha keluarga bersama pasangan
- Metode Pelaksanaan :
- - Pengenalan bahan pangan lokal bergizi, teknik pengolahan higienis, penyusunan menu untuk balita stunting (misalnya bubur kacang hijau, nugget ayam sayur, puding tinggi protein, MPASI lokal). - Peserta mempraktikkan resep olahan pangan bergizi di lokasi, dengan bimbingan narasumber. - Pembelajaran sederhana tentang biaya produksi, pengemasan menarik, dan pemasaran produk sehat. - Pendampingan rutin pascapelatihan untuk memantau praktik gizi di rumah dan usaha kecil yang berjalan.
- Jadwal :
Dilaksanakan pada tahun 2025
-
Biaya Yang Diperlukan: 761.360091
|