GENDER ACTION BUDGET (GAB)
KERANGKA ACUAN KERJA/TERM OF REFERENCE
SUB KEGITAN TA 2025

PERANGKAT DAERAH Dinas Kesehatan
PROGRAM PROGRAM PEMENUHAN UPAYA KESEHATAN PERORANGAN DAN UPAYA KESEHATAN MASYARAKAT
KEGIATAN Penyediaan Fasilitas Pelayanan Kesehatan untuk UKM dan UKP Kewenangan Daerah Kabupaten/Kota
SUB KEGIATAN Pengadaan Obat, Bahan Habis Pakai, Bahan Medis Habis Pakai,, Vaksin, Makanan dan Minuman di Fasilitas Kesehatan
KINERJA RESPONSIF GENDER Meningkatkan Persentase Peresepan obat generik oleh Tenaga Medis PKM
RENCANA CAPAIAN INDIKATOR KINERJA Indikator Sub Kegiatan: Jumlah Obat, Bahan Habis Pakai, Bahan Medis Habis Pakai, Vaksin, Makanan dan Minuman di Fasilitas Kesehatan yang disediakan,Indikator Kegiatan: Jumlah unit layanan yang terpenuhi kebutuhan obat dan perbekalan kesehatan, Outcome Program: Peningkatan mutu pelayanan kesehatan,Impact: Peningkatan derajat kesehatan masyarakat.,
A. LATAR BELAKANG
  1. Dasar Hukum :
    - Pasal 27 ayat (1) UUD NRI Tahun 1945 yang menjamin kesetaraan warga negara tanpa memandang gender - Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1984 tentang Pengesahan Konvensi PBB tentang Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi Terhadap Perempuan (CEDAW) - Undang-Undang Nomor 68 Tahun 1958 tentang Pengesahan Konvensi mengenai Hak-Hak Politik Perempuan - Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2005 tentang Pengesahan Konvenan Internasional tentang Hak-hak Ekonomi, Sosial dan Budaya - Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2005 tentang Pengesahan Konvenan Internasional tentang Hak Sipil dan Politik - Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2000 tentang Pengarusutamaan Gender dalam Pembangunan Nasional
  2. Gambaran Umum :
    Langkah 2: Pasien Instalasi Farmasi puskesmas adalah 314.863, dengan rincian perempuan= 196.636 (62%) sedangkan laki-laki sebanyak 118.227 (38%), Tahun 2024 : Jumlah item obat yang diadakan sejumlah 122 item, dengan rincian obat generic = 118 item dan non generic = 4 item, Persentase Peresepan obat generik oleh Tenaga Medis PKM Tahun 2024 : 97%, Berdasarkan data pelayanan obat pada Instalasi Farmasi di puskemas tahun 2022, rata-rata item /per lembar resep obat adalah 3.63, -
    Langkah 3: Proporsi Perempuan lebih berpeluang untuk mendapatkan obat di Instalasi Farmasi Puskesmas, Jumlah perempuan yang mendapatkan obat lebih tinggi dari laki-laki, Kepala Puskesmas dan petugas Instalasi Farmasi., Masyarakat mendapatkan obat dan vaksin untuk meningkatkan derajat kesehatannya
    Langkah 4: 1. Tidak semua Kepala Puskesmas dan Petugas Instalasi memahami konsep kesetaraan dan keadilan gender 2. Kurangnya kompetensi perencanaan kesehatan untuk analisis Gender
    Langkah 5: Laki-laki beranggapan saat sakit tidak perlu berobat ke puskesmas dan minum obat-obatan untuk proses penyembuhan Terdapat kepercayaan penyembuhan dengan pengobatan tradisional yang berkembang di masyarakat
B. PENERIMA MANFAAT Warga Kota Surabaya
C. STRATEGI UNTUK MENCAPAI KINERJA
  1. Tujuan Reformulasi:
    Meningkatnya jumlah laki-laki dan perempuan yang menggunakan obat generik untuk penyembuhan
  2. Rencana Aksi
    1. Aktifitas :
      Meningkatkan Persentase Peresepan obat generik oleh Tenaga Medis PKM
    2. Metode Pelaksanaan :
      • 1. Memenuhi kebutuhan obat generik melalui pengadaan obat generik 2. Melakukan sosialisasi kepada penulis resep untuk menulis obat generik dalam peresepan 3. Melakukan KIE (Konsultasi, Informasi dan Edukasi) kepada pasien terkait manfaat obat generic
    3. Jadwal :
      Dilaksanakan pada tahun 2025
  3. Biaya Yang Diperlukan: 23670595213
 
Mengetahui,
Kepala Dinas Kesehatan
Kota Surabaya
 
Nanik Sukristina S.KM, M.Kes
NIP.