|
PERANGKAT DAERAH
|
RSUD Eka Candrarini |
|
PROGRAM
|
Program Penunjang Urusan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota |
|
KEGIATAN
|
Peningkatan Pelayanan BLUD |
|
SUB KEGIATAN
|
Pelayanan dan Penunjang Pelayanan BLUD |
|
KINERJA RESPONSIF GENDER
|
-Melaksanakan kegiatan edukasi dan sosialisasi melalui berbagai bentuk kegiatan, antara lain senam lansia, Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS), serta peringatan Hari Anak.
-Melakukan pengusulan peserta pelatihan sesuai dengan kebutuhan dan prioritas pengembangan kompetensi. |
|
RENCANA CAPAIAN INDIKATOR KINERJA
|
Indikator Sub Kegiatan: Jumlah BLUD yang Menyediakan Pelayanan dan Penunjang Pelayanan,Indikator Kegiatan: Persentase Jenis Kebutuhan Operasional Pelayanan dan Penunjang Pelayanan di RS yang terpenuhi,
Outcome Program: Outcome program BLUD yang responsif gender diwujudkan melalui tersedianya fasilitas pelayanan rumah sakit yang inklusif dan ramah gender berbasis data terpilah, meningkatnya pengetahuan serta kesadaran kesehatan khususnya pada kelompok laki-laki melalui kegiatan edukasi dan sosialisasi, serta terjaminnya kesetaraan akses pengembangan kapasitas SDM,Impact: Terwujudnya pelayanan kesehatan rumah sakit yang inklusif, adil, dan berkeadilan gender, ditandai dengan meningkatnya akses dan kenyamanan seluruh kelompok masyarakat, termasuk kelompok rentan, dalam memanfaatkan layanan kesehatan, |
|
A. LATAR BELAKANG
|
-
Dasar Hukum :
- Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2000 tentang Pengarusutamaan Gender dalam Pembangunan Nasional
- Peraturan Pemerintah No.47 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Bidang Perumahsakitan
- Peraturan Menteri Keuangan Nomor 129/PMK.05/2020 tentang Pedoman Pengelolaan Badan Layanan Umum
- Permendagri No. 79 Tahun 2018 tentang Badan Layanan Umum Daerah
- Permendagri No. 59 Tahun 2007 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan BLUD
- Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur Nomor 9 Tahun 2019 tentang Pengarusutamana Gender
- Peraturan Daerah Kota Surabaya Nomor 4 Tahun 2019 tentang Pengarusutamaan Gender
-
Gambaran Umum :
Langkah 2: Data Pasien IGD s/d Juli 2025
1. Januari
a. Pasien Baru: 163 (L) 202 (P)
b. Pasien Lama: 4 (L) 2 (P)
2. Februari
a. Pasien Baru: 224 (L) 264 (P)
b. Pasien Lama: 14 (L) 36 (P)
3. Maret
a. Pasien Baru: 294 (L) 355 (P)
b. Pasien Lama: 28 (L) 63 (P)
4. April
a. Pasien Baru: 302 (L) 396 (P)
b. Pasien Lama: 42 (L) 69 (P)
5. Mei
a. Pasien Baru: 344 (L) 405 (P)
b. Pasien Lama: 36 (L) 57 (P)
6. Juni
a. Pasien Baru: 357 (L) 454 (P)
b. Pasien Lama: 32 (L) 49 (P)
7. Juli
a. Pasien Baru: 314 (L) 448 (P)
b. Pasien Lama: 54 (L) 88 (P)
Data Pasien Rawat Jalan s/d Juli 2025
1. Januari
a. Pasien Baru: 70 (L) 116 (P)
b. Pasien Lama: 0 (L) 11 (P)
2. Februari
a. Pasien Baru: 441 (L) 525 (P)
b. Pasien Lama: 136 (L) 188 (P)
3. Maret
a. Pasien Baru: 550 (L) 444 (P)
b. Pasien Lama: 277 (L) 452 (P)
4. April
a. Pasien Baru: 569 (L) 412 (P)
b. Pasien Lama: 488 (L) 517 (P)
5. Mei
a. Pasien Baru: 388 (L) 555 (P)
b. Pasien Lama: 623 (L) 667 (P)
6. Juni
a. Pasien Baru: 429 (L) 561 (P)
b. Pasien Lama: 860 (L) 745 (P)
7. Juli
a. Pasien Baru: 496 (L) 752 (P)
b. Pasien Lama: 1276 (L) 1104 (P)
Data Pasien Rawat Inap s/d Juli 2025
1. Januari
a. Pasien Baru: 9 (L) 4 (P)
b. Pasien Lama: 11 (L) 9 (P)
2. Februari
a. Pasien Baru: 14 (L) 25 (P)
b. Pasien Lama: 92 (L) 116 (P)
3. Maret
a. Pasien Baru: 17 (L) 17 (P)
b. Pasien Lama: 92 (L) 116 (P)
4. April
a. Pasien Baru: 16 (L) 32 (P)
b. Pasien Lama: 89 (L) 79 (P)
5. Mei
a. Pasien Baru: 22 (L) 36 (P)
b. Pasien Lama: 92 (L) 85 (P)
6. Juni
a. Pasien Baru: 39 (L) 66 (P)
b. Pasien Lama: 87 (L) 94 (P)
7. Juli
a. Pasien Baru: 78 (L) 85 (P)
b. Pasien Lama: 77 (L) 84 (P), Data BOR s/d Triwulan 2 205
a. Hari perawatan: 1798 (TW 1) 3016 (TW 2)
b. TT: 155 (TW 1) 155 (TW 2)
c. Jumlah hari dalam 1 periode: 68 (TW 1) 91 (TW 2)
d. BOR: 17,06% (TW 1) 21,38% (TW 2), Jumlah pegawai RSUD Eka Candrarini s/d Juli 2025
a. PNS: 21 (L) 28 (P)
b. CPNS: 84 (L) 320 (P)
c. PPPK: 22 (L) 4 (P)
d. Non ASN: 100 (L) 109 (P), Data Jumlah pegawai yang mengikuti pelatihan s/d Juli 2025
a. Exhouse Training: 117 (L) 371 (P)
b. Inhouse Training: 13 (L) 62 (P), Sarpras responsif gender
-Ruang laktasi: 2
-Kamar mandi telah terpilah berdasarkan kamr mandi laki-laki, perempuan, dan disabilitas di setiap lantai
-Telah tersedia parkir khusus disabilitas
-Terdapat lift dengan tombol braille
Langkah 3: -Perempuan sebagai kelompok mayoritas pengguna layanan memiliki kebutuhan informasi yang tinggi terkait pelayanan
-Pasien dan pendamping pasien memperoleh akses setara terhadap penyediaan makmin yang disesuaikan dengan kondisi kesehatan, usia, dan kebutuhan gizi.
-Seluruh kelompok usia dan gender (anak, remaja, dewasa, lansia; laki-laki dan perempuan) memiliki akses yang sama terhadap kegiatan Promosi Kesehatan Rumah Sakit
- Sarana dan prasarana rumah sakit belum sepenuhnya optimal dalam mendukung pelayanan yang ramah bagi penyandang disabilitas, - Partisipasi laki-laki yang melakukan pemeriksaan kesehatan masih rendah
- Partisipasi peserta laki-laki dalam kegiatan pelatihan dan pengembangan keterampilan masih perlu ditingkatkan, Meskipun perempuan mendominasi jumlah kunjungan pasien, kontrol terhadap pengelolaan BLUD masih belum mencerminkan kebutuhan spesifik pengguna layanan perempuan, Akses :
-Perempuan sebagai kelompok mayoritas pengguna layanan memiliki kebutuhan informasi yang tinggi terkait pelayanan
-Pasien dan pendamping pasien memperoleh akses setara terhadap penyediaan makmin yang disesuaikan dengan kondisi kesehatan, usia, dan kebutuhan gizi.
-Seluruh kelompok usia dan gender (anak, remaja, dewasa, lansia; laki-laki dan perempuan) memiliki akses yang sama terhadap kegiatan Promosi Kesehatan Rumah Sakit
- Sarana dan prasarana rumah sakit belum sepenuhnya optimal dalam mendukung pelayanan yang ramah bagi penyandang disabilitas
Partisipasi :
- Partisipasi laki-laki yang melakukan pemeriksaan kesehatan masih rendah
- Partisipasi peserta laki-laki dalam kegiatan pelatihan dan pengembangan keterampilan masih perlu ditingkatkan
Kontrol :
Meskipun perempuan mendominasi jumlah kunjungan pasien, kontrol terhadap pengelolaan BLLUD masih belum mencerminkan kebutuhan spesifik pengguna layanan perempuan
Manfaat :
-Manfaat penguatan kapasitas dan karier belum dirasakan secara setara oleh pegawai laki-laki
-Manfaat pelayanan kesehatan belum seluruhnya dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat
-Penyediaan makmin yang sesuai kebutuhan gizi mendukung proses penyembuhan dan pemeliharaan kesehatan pasien.
Langkah 4: - -Penentuan peserta pelatihan pegawai lebih mempertimbangkan ketersediaan waktu daripada pemerataan kesempatan dan kebutuhan peningkatan kapasitas berdasarkan peran dan jenis kelamin.
- Keterbatasan data terpilah gender dan kelompok rentan
Langkah 5: Kesadaran laki-laki untuk mencari pelayanan pengobatan masih relatif rendah, yang dipengaruhi oleh tingkat kesibukan serta kecenderungan mengabaikan keluhan kesehatan yang dirasakan.
|
|
B. PENERIMA MANFAAT
|
- Sasaran dari kegiatan ini adalah seluruh masyarakat Surabaya wilayah Timur dan sekitarnya yang berkunjung di RSUD Eka Candrarini Kota Surabaya
- Seluruh pegawai RSUD Eka Candrarini Kota Surabaya |
|
C. STRATEGI UNTUK MENCAPAI KINERJA
|
-
Tujuan Reformulasi:
- Meningkatkan kesadaran pasien terhadap pentingnya kesehatan dan pemanfaatan layanan rumah sakit.
- Melakukan evaluasi partisipasi pelatihan sebagai dasar penyusunan rekomendasi perbaikan dan peningkatan kualitas pelaksanaan pelatihan pada periode berikutnya.
- Rencana Aksi
- Aktifitas :
- Pelaksanaan edukasi dan sosialisasi dengan topik permasalahan kesehatan kepada lansia, perempuan, laki-laki, dan anak
- Mengusulkan kuota peserta pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan
- Metode Pelaksanaan :
- Metode pelaksanaan rencana aksi dilakukan melalui pendekatan perencanaan berbasis data, koordinasi lintas unit, serta monitoring dan evaluasi berkelanjutan
- Jadwal :
Dilaksanakan pada tahun 2026
-
Biaya Yang Diperlukan: 35875000000
|