|
PERANGKAT DAERAH
|
Kecamatan Tandes |
|
PROGRAM
|
PROGRAM PEMBERDAYAAN MSYARAKAT DESA DAN KELURAHAN MANUKAN WETAN |
|
KEGIATAN
|
Kegiatan Pemberdayaan Kelurahan Manukan Wetan (Pembangunan Sarana dan Prasarana Kelurahan |
|
SUB KEGIATAN
|
Pembangunan Sarana dan Prasarana Kelurahan |
|
KINERJA RESPONSIF GENDER
|
Jumlah sarana prasarana kelurahan yang terbangun |
|
RENCANA CAPAIAN INDIKATOR KINERJA
|
Indikator Sub Kegiatan: Terbangun 4 saluran, 6 jalan paving,Indikator Kegiatan: Terpenuhi sarana dan prasarana masyarakat di Kelurahan Manukan Wetan yang bisa disarakan oleh masyrakat baik laki laki maupun perempuan,
Outcome Program: Kepuasan masyarakat baik laki laki maupun perempuan terhadap fasilitas sarana dan prasarana semakin meningkat,Impact: Berdampak pada manfaat yang bisadirasakan seluruh oleh seluruh warga, |
|
A. LATAR BELAKANG
|
-
Dasar Hukum :
Perda No 4 Tahun 2019 Tentang PUG dan Perwali No 43 Tahun 2020 Tentang PUG Kota Surabay. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 130 Tahun 2018 tentang Kegiatan Pembangunan Sarana dan Prasarana Kelurahan dan Pemberdayaan Masyarakat di Kelurahan
-
Gambaran Umum :
Langkah 2: Pembangunan Sarana Prasarana berupa saluran Pembuangan air kotor dilaksanakan karena kondisi di Kelurahan Manukan Wetan kurang layak dan kurang lancar serta pembangunan jalan karena kondisi jalan yang tidak baik, Jumlah penduduk Kelurahan Manukan Wetan jiwa, Laki - laki = Orang Perempan = Orang, jumlah LPMK = 1 orang, jumlah RW = 7 orang, jumlah RT = 34 orang, Masih adanya warga yang membuang sampah sembarangan sehingga terdapat sedimen yang menghambat aliran serta saluran lama yang rusak tidak berfungsi, Fasilitas pelayanan publik yang ada di Kelurahan Manukan Wetan seperti pasar, Puskesmas Pembantu, SDN, Tempat ibadah, SPBU Pertamina, Belum adanya jadwal rutin terkait pembersihan saluran karena keadaaan warga masih kurang untuk membersihkan saluran/got di depan rumah
Langkah 3: Tidak adakesenjangan akses antara laki laki dan perempuan dalam kegiatan ini warga memiliki akses jalan yang layak, Setiap warga memiliki saluran pembuangan air kotor dan jalan lebih banyak pertisipasi laki laki dalam sub kegiatan ini dibanding perempuan, Warga tidak memiliki kewenangan untuk mengatur saluran sekunde - pejabat pengambil keputusan dalam sub kegiatan ini lebih banyak laki laki, - Apabila saluran air berfungsi optimal, maka dapat mencega banjir dan penyakit
- Manfaat dari sub kegiatan ini bisa dirasakan oleh masyarakat
Langkah 4: - Belum adanya jadwal rutin terkait pembersihan saluran
- Kesadaran warga masih kurang untuk membersihkan saluran/got di depan rumah
Langkah 5: 1. Adanya masyarakat yang membuang sampah sembarangan
2. Warga kurang memiliki kesadaran terhadap kesehatan sanitasi
3. MAsih adanya pola pikir masyarakat bahwa perempuan tidak perlu berperan aktif dalam organisasidan lebih baik di rumah saja sebagai ibu rumah tangga
|
|
B. PENERIMA MANFAAT
|
Pembangunan saluran 4 Lokasi dan 6 Jalan |
|
C. STRATEGI UNTUK MENCAPAI KINERJA
|
-
Tujuan Reformulasi:
Jumlah Sarana dan Prasarana Kelurahan yang terbangun berupa Otimalisasi Saluran Pembuangan Air Kotor dan Pembangunan Jalan
- Rencana Aksi
- Aktifitas :
1. Saat pelaksanaan rapat musyawarah kelurahan, pihak pegawai kelurahan akan lebih aktif lagi mengundang perwakilan perempuan misal para KSH, PKK, Karang Taruna dsb
2. Sosialisasi terkait Permasalahan Saluran Pembuangan Air Kotor kepada warga
3. Pemeliharaan Saluran Pembuangan Air Kotor
4. Pembangunan Jalan
- Metode Pelaksanaan :
- Kegiatan dilaksanakan pada bulan Januari - Desember 2026
Jadwal :
Dilaksanakan pada Tahun 2026
- Jadwal :
Dilaksanakan pada tahun 2026
-
Biaya Yang Diperlukan: 1529802005
|